
...Memang Kali ini aku tidak banyak berbicara,namun air matakulah yang mewakili pembicaraan Itu,Aku harap Itu sudah cukup!...
^^^~Azmi Rohadatul^^^
Beberapa Hari kemudian aku sudah tidak lagi menginap dirumah abangku,pasalnya bang Keenan sudah pulang dengan selamat.
Ketika kami sedang makan malam,tiba Tiba Ayah memberitahuku.
"Keira..kamu belum punya calon pasangan yang bener-bener serius?"ucap Ayah yang membuatku sedikit terkejut.
Dengan sigap Aku menggelengkan kepalaku.
"Ayah mau menjodohkan kamu,Ayah punya teman,anaknya seorang CEO besar,ia memiliki perusahaan di amerika,dia pulang Hari ini Dan besok akan melamarmu!"ucap Ayah Lalu melanjutkan makannya.
Aku meletakan sendokku Aku melirik mama,wajah mama yang sedikit tidak setuju namun terpaksa mengiyakan pendapat ayah.
"Tapi yah,Keira punya pilihan sendiri,Keira gak mau dijodoh-jodohin"ucapku sedikit menjelaskan.
"Ayah harap kamu bisa menerima pendapat ayah,sudah Ayah tidak berharap kamu menolak pendapat Ayah,Ayah cuma pengen kamu bahagia"ucap Ayah sedikit menaikkan suaranya.
"Yah Keira juga punya kriteria sendiri,Keira gak mau dipaksa nikah kayak gini,ini udah zaman milenial yah Bukan lagi zaman Siti nurbayan,Bukan lagi zaman waktu Ayah muda."ucapku berbicara dengan nada bergetar.
"Ayah minta kamu bisa nurutin keinginan Ayah,Ayah lakuin ini buat kamu bahagia!"ucap Ayah berdiri Dan memarahiku.
"Maaf yah kalo Kali ini Keira ngebantah ucapan Ayah,kalo keira gak ikutin ucapan Ayah"ucapku berlari menuju kamar.
"Benciii Aku benci"ucapku menangis sesegukan.
"Keiraa...nak buka ini mama...jangan nangis hey...buka ini mama"ucap mama mengetuk pintuku Dan berbicara sangat lembut.
Aku diam tidak membalas ucapan mama,aku Hanya bisa menangis.
"Keira...Sayang..buka nak,jangan gini"ucap mama lagi Aku Lalu membuka kunci pintu.
Aku segera memeluk mama Lalu mama mendudukiku dipipir ranjang.
"Mama Tau kamu gak terima semua ini,tapi ini buat kebaikan kamu dan ini semua buat kehidupan kamu."ucap mama mengelus kepalaku yang Tak tertutup hijab.
"Tapi maa..Keira punya pilihan sendiri,tolong jangan paksa Keira."ucapku nangis didalam pelukan mama sambil sesegukan.
"Tidur ya,jangan difikirin, besok kan kamu sip pagi takut kesiangan"ucap mama menidurkanku.
Mama mengusap kepalaku,Aku hanya berpura-pura tidur.
Mungkin merasa Aku sudah tidur mama menciup keningku Lalu menyalakan lampu tidur Dan mematikan lampu Kamar Lalu keluar.
Akupun bangun,menyenderkan tubuhku ditengah kepala ranjang.
Ketika Aku sedang menangis ponselku berdering.
"Haiii capersitkuuu"ucap kak Rey yang sedang vidcall denganku.
"Aku Hanya tersenyum Dan mendekatkan wajahku pada lampu tidur.
"Ha..hai"ucapku dengan suara bergetar Dan sedikit serak.
"Kamu abis nangis?Mata kamu kok bisa sembab gitu?Ada apa?"ucap Rey sangat khawatir.
Namun Aku Hanya tersenyum Lalu Aku merasakan cairan hangat jatuh lagi dari kedua mataku Aku menunduk mengusap air mataku,Lalu tersenyum kearah layar ponsel.
"Enggak,gak papa"ucapku berbohong.
"Apa?kamu bilang gak papa?"ucap Rey mengernyitkan alisnya.
Lagi-lagi aku menangis sesegukan melihat wajah Rey.
"A..aku sayang kamu bang eh kak"ucapku Salah sebut lagi.
Rey tersenyum ketika mendengar penjelasanku "aku mencintaimu dek"ucap Rey yang mengagetkanku.
Aku mengangguk,Lalu mengangguk lagi.
"Kenapa nangis hm?"ucap Rey lagi.
Aku hanya terdiam mengusap air mataku yang sudah berjatuhan dengan sangat deras.
"Tidur ya tenangin diri kamu"ucap rey mencoba menenangkanku.
"Ayo tutup matanya,good sleep capersitku"ucap Rey ketika Aku sudah menekankan mataku.
Aku tidur dengan keadaan memegang ponsel.
Mungkin sekitar beberapa jam Rey bisa puas melihat wajahku.
Keesokan harinya aku pergi bekerja,tanpa menyapa siapapun Dan tanpa sarapan terlebih dahulu.
Aku menancapkan gas menuju Rumah sakit.
Bekerja melayani setiap pasien yang datang kemari.
Setelah Siang Aku pergi kerumahku,ketika Aku sudah sampai didalam Kamar mama dan abangku sudah berada didalam Kamar.
"Kei nanti abis Mandi sore Langsung pakai Baju ini ya"ucap mama Lalu keluar dari kamarku.
Aku hanya menyenderkan tubuhku ditembok kamarku yang menghadap kasurku.
Aku duduk lalu menyembunyikan kepalaku diantara Dua kaki Dan Dua tanganku.
"Kei..abang Tau ini berat buat kamu,ikhlasin Rey ya"ucap bang keenan mengelus punggungku.
Aku hanya menangis sesegukan.
Mataku yang semakin sembab,dan mataku yang terus terusan mengeluarkan air Mata.
"Abang Tau ini susah buat kamu,tapi kan ini kebaikan buat kamu,Ayah udah pilihin seorang imam buat kamu,jangan nangis ya"ucap abang yang berlutut disampingku.
"Bang...."ucapku Langsung memeluk abangku,Dan abangku membalas pelukanku.
"Kenapa Keira gini bang?kenapa Keira harus dijodohin?apa ini akhir hidup keira,Keira selalu turutin kemauan Ayah tapi enggak buat sekarang bang,Keira gak mau,Keira mau matiiiii"ucapku menangis sesegukan didalam pelukan bang Keenan.
"Syutt...jangan bicara kayak gitu"...
"Tapi bang,abang bisa milih perempuan buat jadi temen hidup abang,kenapa Keira enggak bang kenapa Sala Keira apa bang"ucapku memukul dada bidang milik bang Keenan.
"Keiraa...kakak tau ini sulit sangat sulit malah"ucap kak putri mengelus punggungku.
"Tapi kak salah kei apa?"ucapku melocotkan pelukan bang Keenan.
"Kakak Tau kamu Sayang sama Rey,tapi ini pilihan terbaik Ayah,Ayah pilih ini gak lain cuma buat kehidupan kamu bahagia,gak Ada yang lain selain kebahagiaan kamu"ucap kak putri.
"Kenapa kalo kebahagiaan Keira kak Rey,kenapa Keira dijodohin sama orang so' kayak Itu?"ucapku sangat sangat frustasi.
Aku segera berdiri lalu memasuki Kamar Mandi menangis sepuasnya didalam Sana.
Aku tidak mempedulikan orang yang memanggilku dari luar.
Aku melihat wajahku dalam cermin Kamar Mandi,wajah yang Cantik namun sangat naas.
Aku mengambil vas bunga yang berada disamping wastafel.
Lalu aku lempar kearah kaca,alhasil kaca Itu hancur berkeping keping.
Bang Keenan,mama,kak putri Dan beberapa asisten Rumah tanggaku sudah memperingatiku.
Aku mengambil sebuah serpihan kaca dan akan mengoreskan kearah pergelangan lenganku.
Namun nyawaku Kali ini terselamatkan.
Bang Keenan yang mendobrak pintu kamar Mandi lalu menepiskan tanganku,Dan memelukku,mencoba menenangkanku.
Bang Keenan membopongku kearah kasur dan meniduriku.
Aku Hanya memandang Satu titik,tidak memperdulikan siapapun yang bicara.
Mungkin sudah cukup air matakulah yang menjawabnya.
.
.
.
Bantu like ya๐๐๐
Jangan lupa Komen,kurang apanya.
Terimakasih Bagi yang sudah nge like,yang belum ayoo dilikee๐
Gimana ini pada setuju gak Kalo Keira dijodohkan sama CEO besar?Dan bagai Mana dengan Rey?
Dan jika sampai menikah Bagaimana yaa?
Baca terus kelanjutannya ya readers๐๐ค