
Siangpun berganti dengan sore,seluruh abdi negara telah berkumpul bersyukuran atas kemenangan merebut tawanan yang Tak bersalah ini.
Akupun mengobati Salah seorang ilmuwan yang dibawa oleh Rey.
"Ini akan perih tahan sedikit ya Pak!"ucapku pada seorang ilmuwan lelaki yang sudah paruh baya Itu.
"Apakah dia suamimu?"ucap ilmuwan Itu menanya kepadaku Dan menunjuk rey yang sedang bercengkrama dengan anggota TNI lainnya.
"Maksud bapak?"ucapku membungkus tangannya yang tersayat.
"Dia mirip dengan kamu,tingkah laku kamu,Dan dia juga baik sepertimu,apa dia benar suamimu ya?"ucap ilmuwan itu tersenyum.
"Engg.....(terpotong)"belum saja Aku menyelesaikan ucapanku.
Rey sudah Ada disebelahku merangkul pundakku.
"Dia calon persit saya Pak"ucap Rey melirikku.
"Ishhh apasih"ucapku berbisik.
"Oh iyakah?pasti anda Sangat bahagia bisa mendapatkan pasangan seperti dokter muda ini"ucap ilmuwan itu lagi.
"Iya Pak Saya sangat..sangat bahagia mendapatkan dia,Dan Saya tidak akan meninggalkan dia Demi wanita lain."ucap Rey membuatku bengong seketika,akupun menginjak kaki dia dan Rey pun sedikit meringis kesakitan.
"Sakit tau"ucap Rey melirikku.
Disitulah mata kita bertemu selama 5 menit,kemudian aku menyudahinya melanjutkan mengobati lelaki itu.
Setelah selesai aku membawakan makan malam untuk para tentara Dan beberapa tahanan yang ditahan oleh ******* dulu.
"Kei Bantu Saya ya"ucap bu Megan membawa Dua mangkuk ditangannya.
Aku mengangguk "dikemanain bu?"ucapku menanyakan.
"Didalam Dapur kei"ucap bu Megan melirik posko yang dijadikan Dapur umum.
Akupun segera membawa mangkuk menaruhnya keatas nampam Dan membawa makan malam ke prajurit kebanggaan negara tersebut.
"Eh Cantik,pasti makannya enak ya"ucap salah satu tentara.
Aku Hanya tersenyum Lalu seseorang membuka pembicaraan tidak terima.
"Eyy persit gue jangan digodaa"ucap Rey berdiri dari duduknya.
"Siap,Salah ndan!"ucap lelaki yang menggodaku dengan formal.
Serentak kami tertawa bersama.
Aku segera mengasih mangkuk yang berisi makan malam Itu ke kak Rey.
"Ini Pak"ucapku mengasongkan mangkuk.
"Terimakasih"ucap rey membawa mangkuknya sembari memegang tanganku.
"Eeeeey moduss"ucap Aldi Lalu menyuapkan Satu sendok nasi dengan lauk pauknya kedalam mulut dia.
Akupun segera pergi kedapur Dan membawa makan untukku lalu kami makan bersama.
Setelah selesai makan kamipun dituntut untuk memasuki tenda Dan bergegas untuk tidur.
Didalam tenda aku sedikit mengobrol dengan sherly.
Tiba-tiba suara cacing yang Ada diperut dia bersuara.
"Ih suara perut siapa Itu?"ucapku kemudian tertawa.
"Iyaa Ayo"ucapku mengintip lewat jendela tenda.
"Aku gak ikut ya"ucapku meliriknya.
"Kenapa?"ucap sherly lagi yang tengah membuka resleting tenda.
"Ih malu banyak kacang ijo gantengg"ucapku memanyunkan bibirku.
"Ayo dehh"ucap dia menarik tanganku.
Jadi terpaksa deh aku mengantar sherly.
Mana pakaianku hanya menggunakan Baju tidur dengan motif toys story dipadukan dengan jaket Biru bermotif bohemian panjang Dan menggunakan pashmina simple.
"Iih malu"ucapku setelah sampai didalam dapur.
"Yaelah lagian gak ada calon suami kamu juga"ucap sherly membuka bungkus mie instant.
"Calon apaan sih ih"ucapku berdiri Lalu keluar dari Dapur dengan tidak melihat kedepan.
Brughhh....
"Heh kalo jalan tu liat liat dong!sampe na...(terpotong)"ketika aku mengangkat kepalaku,Aku melihat dada bidang milik teman sewaktu SMA ku ini.
"Eh maaf pak"ucapku malu Lalu menjauh beberapa langkah.
"Lagi ngapain?"ucap Rey menghampiri sherly.
"Eh abang,ini bikin mie,lapar soalnya"ucap dia sedikit cengengesan.
"Aku Bantu ya"ucap Rey Lalu membantu sherly.
Setelah selesai memasak mie instant tersebut sherly Dan Rey duduk bersebelahan sedangkan denganku?Hanya berjarak satu bangku saja aku Hanya pura-pura sibuk memainkan ponselku.
Mendengar mereka berdua bersenda gurau.
"Eh ngomong-ngomong kamu udah punya pacar?"ucap Rey yang berhasil membuatku tercengang ditempat.
"Enggak kok bang kenapa emangnya?"ucap sherly menyeruput mie instannya.
"Kamu Cantik"ucap Rey memegang sudut rambut sherly yang dibiarkan terurai.
Aku meliriknya,kemudian pergi tanpa sepatah katapun.
"Bilangnya Aku sangat kehilanganmu,aku menyesal,alah omong kosong emang semua lelaki kek gitu,sebel deh"ucapku menghentak-hentakkan kakiku.
Aku yang berjalan tidak benar berhasil menabrak seorang lelaki yang menggunakan pakaian serba hitam dengan tutup topeng berwarna hitam.
"Aws..eh maaf kak,Aku jalannya gak liat-lia..(terpotong) si..siapa kamu?mau apa kamu kesini?"ucapku menunjuk lelaki tersebut.
Lelaki itu mendekatiku mengeluarkan saputangan lalu membekapku dan aku tidak bisa mengingat lagi kejadian selanjutnya.
Mungkin jika dikatakan Aku bodoh memang,didalam hutan begini jalannya nggak karuan,yaiyalah,tapi siapa lelaki itu?
.
.
.
Siapa ya?
Tolong divote dong jangan lupa Komen juga butuh inspirasi nih,gimana menurut kakak2 ceritanya?Makin gak jelas ya😣