MY LETTU

MY LETTU
EMPAT PULUH DELAPAN



"keira...Ayo turun"ucap kak putri membuka pintuku Dan menghampiriku.


Aku menggelengkan kepalaku,namun dibalas anggukan oleh kak putri.


Aku menuruni kasurku Lalu Aku Dan kak putri menuju lantai bawah.


Disana sudah ada lelaki yang akan dijodohkan denganku.


"Ini anakmu dar?"ucap lelaki paruh baya yang sepantar dengan Ayah,Aku duduk disamping mama Dan disamping lelaki so' cool Dan so' ganteng ini.


"Iya ini putriku,Cantik Bukan"ucap Ayah dengan bangga.


"Sangat Cantik om"ucap lelaki itu Aku kemudian meiliriknya,menaikan sebelah alisku kemudian menatapnya dengan tatapan benci.


"Langsung saja kedatangan keluarga kami kesini,kami bermaksud untuk melamar Anak kedua dari bapak darma"ucap lelaki itu lagi Aku Hanya bisa menunduk,mataku rasanya ingin mengeluarkan cairan,namun Aku dengan semua orang.


Mama tersenyum namun mengelus punggungku.


"Bagaimana om?apakah ini diterima?"ucap lelaki itu lagi ingin rasanya aku menginjak sepatu hitam yang ia kenakan.


"Saya Dan istri Saya menerimanya,Bagaimana Keira?"ucap Ayah melirikku.


Aku menggeleng dengan tatapan mukaku namun Ayah memberiku kode untuk menerimanya.


Aku hanya menghela nafasku Lalu berbicara "ya Saya Keira putri kanendra menerima Anak bapak sebagai calon suami sa..Saya"ucapku yang menyelesaikan perkataan dengan sedikit helaan.


"Alhamdulillah..."serentak semua berbicara seperti Itu.


Aku melirik kearah abangku,abang hanya tersenyum iba aku menundukkan kepalaku.


"Jadi bisa kapan putra Saya meminang putri mu?"ucap lelaki paruh baya Itu lagi.


"Bagaimana jika Satu minggu lagi?"ucap ayah yang berhasil membuatku terkejut.


"Itu terlalu cepat,Bagaimana jika Dua minggu lagi?"ucap mama mencoba membelaku.


"Baiklah.."ucap lelaki itu lagi.


"Tante...izin mau ngajak Keira ke luar dulu"ucap lelaki Itu.


"Oh iya silahkan"ucap mama.


Aku berdiri Lalu mengikuti langkah kaki lelaki yang katanya CEO besar diAmerika.


Aku duduk kursi teras rumah yang lumayan besar.


"Hai..aku Jaya dwi putra"ucap dia mengasongkan tangannya kearahku.


Aku Hanya melirik tangannya Lalu melihat secara lurus.


"Gue gak nanya nama lo dan gue juga gak mau tau nama lo"ucapku Judes.


"Jangan gitu dong,Kita ini udah resmi,dua minggu lagi Kita bakalan nikah"ucap dia merangkul pundakku.


"Hah kitaa?lo aja kali"ucapku sangat sangat Judes Dan menghempaskan tangannya dari pundakku.


"Loh bee jangan gitu"ucap Jaya memegang tanganku.


"Dih najis bo ba be be!"ucapku memalingkan wajahku.


"Bentar lagi Kita bakal jadi suami istri,Aku Janji bakal ngebahagiain kamu,Aku Janji kok gak bakal tinggalin kamu!"ucap Jaya yang mencoba meyakiniku.


"Senjata lelaki yang  ampuh untuk  meluluhkan hati wanita,namun Itu semua Hanya Janji palsu,yang setiap lelaki selalu berbicara itu!"ucap ku meninggalkannya diluar sendirian.


"Yasudah Kita pamit dulu ya,ini udah cukup malem"ucap wanita yang lebih tua dari mama.


"Nak Jaya pulang dulu ya"ucap wanita Itu menghampiriku.


"Iya tan..om"ucapku sedikit terpaksa tersenyum.


Ketika semua sedang mengantarkan tamu keluar aku segera memasuki kamarku Dan menguncinnya.


Aku membuka ponselku Dan tertulis didalam layar unlockku.


37 missed calls


23 missed video calls


1105 chat


Aku segera memasukan kata sandi ponselku.


Dan menjawab semua chat dari kak Rey.


Kak Rey Lalu mengvidcallku.


"Abis dari Mana sih?"ucap kak rey memanyunkan bibirnya.


"Ngak abis dari mana-mana kok"suaraku yang akan menangis.


"Aku spam ya"ucap dia tersenyum.


"Iyaa gak Ada kerjaan apa?"ucapku.


"Tumben malem-malem gini dandan?biasanya kan natural?"ucap Rey menanyakan.


"Abis foto keluarga"ucapku yang berbohong.


"Abis foto keluarga besok foto priwed ya sama Aku"ucap Rey yang berhasil membuat Rona Merah dipipiku.


Sedangkan diluar pintu abang Dan mama yang Akan mengetuk pintu kamarku Tak jadi Karena mendengarkan Aku sedang berbicara dengan seorang lelaki.


Mereka mendengarkan merasa iba padaku namun Bagaimana lagi.


"Besok masih pesiar kak?"....


"Besok terakhir,kamu sip pagi kan?sorenya ngemall yuk?"ajaknya.


"Boleh,boleh banget kak"ucapku sangat senang.


"Loh biasanya kan suka panggil abang,dek"


"Eh enggak itumah keceplosan"ucapku sedikit tertawa.


"Yaudah jangan keceplosan,biasain aja panggil abang"ucap Rey yang membuatku sedikit malu.


"Cieee malu malu kebo"...


"Ihh kok keboo sih"ucapku lalu tertawa.


"Kasian kucing mulu yang dimaluinnya"ucap Rey.


"Tidur ya dek udah malem"...


"Iyaa,byeeee bangg"ucapku melambaikan tanganku.


"Good sleep capersitku"ucapnya lalu mematikan vidcallan.


Aku segera menaruh ponselku diatas nakas lalu mengganti bajuku


.


.


.


Gimana ini terusannya?apakah Keira benar-benar menikah dengan Jaya?Lalu Rey Bagaimana?next!!!


Bantu like!!


Mari ramaikan kolom komentarrr🙏🤗🤗🤗