
"kei gimana?"ucap Ayah ketika beliau baru saja sampai dirumah sakit.
"Utunnya belom keluar yah,didalem Ada mama"ucapku berhenti bercanda dengan Rey.
"Eh om.."ucap Rey berdiri laku menyalaminya.
"Sebentar...sebentar..kamu yang dulu kerumah ya?waktu dikalimantan ya?"ucap Ayah tersenyum lalu menepuk pundak Rey.
"Hah?kalimantan?"ucapku tersentak ketika Ayah berbicara seperti itu.
Lantas mereka berdua melihat kearahku dengan bingung.
"Loh bapak ini Ayah kamu kei?"ucap Rey Tak menyadarinya.
Aku segera mengangguk Dan kami bertiga pun saling bertatapan.
"Kalo dulu kamu gak tiba-tiba kerumah sakit lagi mungkin udah kenal banget ya"ucap Ayah.
"Kalo gak ketemu juga kei sama kak Rey Itu udah kenal Ayah,dia kan temen Keira waktu SMA"ucapku Langsung duduk.
Tak lama kemudian seorang dokter persalinan keluar dan Ayahpun menanyakan Bagaimana keadaan cucu Dan anaknya.
Dokter menjawab semua persalinannya lancar,Dan alhamdulillah kak putri berhasil melahirkan seorang putri kecil yang sangat Cantik seperti aunty nya;aku sendiri ya.
Dokterpun memberi kesempatan menjenguk kak putri.
Ketika aku akan masuk kedalam ruang persalinan tiba-tiba ponselku berdering.
"Assalamualaikum bang?"ucapku.
"Keira gimana kak putri?"ucapnya sedikit cemas.
"Alhamdulillah bang,abang resmi jadi Ayah,babynya perempuan.cantik kek akuloh"ucapku menghampiri kak putri.
"Ini kak telpon dari abang"ucapku memberikan ponselku.
"Assalamualaikum mas,gimana kabarnya?"ucap kak putri bahagia.
"Waalaikumsalam, alhamdulillah baik,kamu jaga kesehatan ya, jaga baby kita, InsyaAllah Aku pulang cepet"ucap bang Keenan.
"Iya mas, jaga kesehatan ya"ucap kak putri Lalu memberikan ponselnya padaku.
"Nanti kei kirim foto baby nya deh bang"ucapku melirik kak putri.
"Iya kei,yaudah ini abang harus Lanjut lagi,jaga kesehatan ya semuanya,salam sama mama Ayah."ucap bang Keenan Lalu mematikan telponan tersebut.
"Baby nya dinamain siapa kak?"ucapku ketika melihat baby yang sudah diadzani Ayah.
"Nanti aja ngasih namanya sekalian cukuran rambut baby nya"ucap kak putri tersenyum.
Aku Hanya mengangguk.
"Maa yah,kei ke Kantin dulu ya,Haus nih"ucapku ditengah keheningan.
"Yaudah Sana nanti balik sini lagi"ucap mama.
Aku hanya mengacungkan jempolku.
Aku menarik tangan rey untuk segera keluar dari rung persalinan.
"Tumben pegang-pegang"ucap rey yang menyadarkanku.
"Ups,sorry gak sengaja"ucapku melepas tangannya.
"Iya Tau kok,gak sengaja tapi niat kan...kan?"ucap rey menggodaku.
Tiba-tiba tanganku digenggam oleh Rey,merasakan hangatnya Suasana tanganku.
Aku mencoba melocotkan genggamannya namun nihil tangannya yang menggenggamku sangatlah kuat.
"Gak usah pura-pura gak suka deh kamu,aku Tau kamu lebih suka gini kan?"ucap Rey.
Aku Hanya terdiam tidak berkutik Satu katapun.
Aku Hanya ingin merasakan hangatnya genggaman yang diberikan oleh Rey.
Sesampainya dikantin aku duduk dan dihadapanku ada temanku sewaktu SMA,ya teman yang sangat menyebalkan ini.
"Mie ayam basonya 2,orange jus nya 1,sama strawberry jus nya 1"ucapku memesan makanan tersebut.
"Masih Inget juga?"ucap Rey yang masih memandangi wajahku.
"Yaiyalah orang waktu Itu kakak pesennya kek ginin terus menunya"ucapku sedikit cengengesan.
"Kak..."tambahku sembari memainkan ponselku.
"Hmm?"ucapnya masih setia melihat wajahku.
"Boleh cerita?"tanyaku Dan diangguki oleh kak rey.
"Jadi selama ini Ada yang neror aku gitu,setiap Aku berhasil dia suka chat aku,aku kena musibah dia juga selalu ikut berduka Cita gitu,dia kayak Tau keseharian Aku gimana,Aku yakin ini berhubungan dengan Masa Lalu ku"tuturku lagi.
"Menurut kamu Bagaimana jika seseorang yang menerormu Itu Masa lalumu?"pertanyaan Rey membuatku semakin yakin bahwa seseorang yng selalu meng-whatsapp ku selama ini adalah Rey.
"Ya biasa aja,tapi kenapa kok harus sembunyi-sembunyian gini gitu loh"ucapku melahap mie bakso yang sudah Ada dihadapanku ini.
"Kamu Tau siapa dia?"ucap rey.
Aku hanya menggelengkan kepalaku Lalu melahap mie ayam baso.
"Maaf kalo Cara Aku Salah.."ucap kak Rey ditengah makannya Itu.
"Jadi?semua ini kakak yang lakuin?"ucapku mulai serius.
"Yaa..."ucapnya enteng.
"Aku cuma takut,kalo Aku jujur kamu bakal pergi jauh dari Aku,Aku gak mau Hal ini terulang untuk yang kedua kalinya."ucap Rey menjelaskan.
"Aku tau dulu Aku memang salah,tapi percaya aku menyesali perbuatanku sewaktu Itu kei,Aku menyesal"ucapnya menggenggam tanganku.
Aku hanya diam melihat wajah indahnya,bibirnya yang tipis berwarna pink natural,dipadukan dengan hidung pinokio dan warna Kulit yang putih membuat aura tampannya keluar.
Dan aku berhenti dilehernya.
Kalung mainan berliontin Andy Itu masih terkalungkan dilehernya.
"Kei,maafin aku,aku..aku Tau Aku ini cowok brengsek,tapi tolong Satu aja yang harus kamu ngertiin,Aku cuma mencintaimu,Aku cuma ingin kamu Bukan dia Ataupun mereka,Bukan dia yang memiliki segalanya,Bukan mereka yang selalu hidup dengan tarif yang Mahal Bukan,aku hanya menginginkanmu,menginginkan perempuan sederhana,sederhana sikap,cara ia bergaul sampai sederhana dalam kehidupannya.
Aku Tau kamu perempuan yang berkecukupan,Aku Tau kamu perempuan yang mapan,aku mencintaimu tidak melihat siapa kamu,Aku Hanya ingin kamu"ucap Rey menjelaskan panjang Kali lebar Kali tinggi.
Aku Hanya mengangguk Lalu tersenyum.
"Kakak gak Salah,yang Salah Itu keira,Keira yang menaruh harapan terlalu besar,sampai-sampai Keira kalah dengan harapan keira sendiri"ucapku tersenyum mendengar penjelasan kak Rey.
"Tapi kamu gak pernh benci kan sama aku?"ucap Rey lagi dengan tingkah Anak kecilnya.
"Keira gak Akan pernah benci pada seseorang yang telah menyayangi keira"ucapku tersenyum melihat manik Mata indahnya