
"Ma Keira berangkat ya"ucapku memeluk mama kemudian dilajutkan memeluk Ayah,abang Dan kakak iparku.
"Hati hati ya disana,jangan makan sembarangan loh"ucap mamaku.
Aku hanya mengangguk Dan melambaikan tanganku kemudian pergi dari hadapan mereka.
Sengaja aku pulang lebih cepat Karena Aku tidak bisa mengambil Cuti lebih lama.
Setelah beberapa jam pesawatpun mulai lepas landas dan mendarat dengan mulus.
Aku segera menelpon Salah Satu ART yang ditugaskan untuk mengantar jemputku.
Tak lama kemudian supir yang aku maksud datang Dan membawakan koperku kedalam bagasi mobilku.
Setelah sampai dirumah kalimantan aku segera membersihkan tubuhku dan segera tidur.
Baru Saja mataku akan melihat mimpi-mimpi yang indah suara ponselku berdering Dan menampilkan nama penelpon ya Robi,siapa lagi kalau Bukan dia.
"yaa apa?"ucapku dengan nada datar.
"Aku udah didepan Rumah kamu"ucap Robi mengagetkanku.
"Hahhh?"ucapku mematikan telpon. Tersebut dan segera ganti Baju Dan menuju kelantai bawah.
Akupun membuka pintu gerbang menampilkan sesosok makhluk astral,yang sepertinya bisa dilihat oleh orang-orang terntentu.
"Ngapain?"ucapku sembari menyuruhnya masuk.
"Ada yang mau Aku omongin"ucap dia memasuki rumahku.
"Apaan?"ucapku duduk disofa ruang tamu.
"Gue suka lo kei,plis terima gue!"ucap Robi memohon mohon kepadaku.
"Gue bilang apa,gue lagi gak mood buat jalanin ni hubungan!"ucapku berdiri.
"Yaudah lagian ini udah malem Aku capek baru aja datang,Aku harap kamu bisa ngertiin aku ya"ucapku mengusir secara baik.
"Raa tapi gue Sayang lo,percaya deh gue bakal ngebahagiain lo"ucap Robi meyakini ku.
"Hm.."ucapku berfikir.
Robi menganggukkan kepalanya mencoba meyakiniku lagi.
"Iyaa deh Aku terima,yaudah pulang gih udah malem,Aku juga capek baru datang"ucapku tersenyum dan mengantarkan Robi kepintu luar.
"See you "ucap Robi melambaikan tangannya Dan memasuki mobilnya.
"See you!"ucapku memasuki Rumah.
Sesampainya dikamar aku Langsung mengunci Dan melanjutkan bunga mimpi tadi.
"Keiraaaa"ucap seseorang dari arah barat taman,Aku meliriknya Dan ternyata dia adalah seseorang yang Aku rindukan selama ini.
"Bang kenziiiiiii"ucapku berhambur kearahnya dan berniat untuk memeluknya,namun bang kenzi malah menghindar dari pelukanku.
"Banggg...."ucapku kemudian menangis.
"Adek abang jangan nangis ya,yang abang minta cuma Satu,kamu jangan pernah sedih dalam keadaan apapun!"ucap bang kenzi tersenyum.
"Abang minta kamu harus jauhin dia kei,dia gak baik buat kamu,kamu harus percaya sama abang!"ucap bang kenzi, kemudian bayangan abangku ini memudar secara perlahan Dan kemudian hilang.
"Abangggggg..."ucapku bangun dari tidurku Dan menyeka airmata yang akan menetes lagi.
"Maksud abang apa sih?"ucapku menangis sejadi-jadinya.
"Abang kei kangen"ucapku menidurkan tubuhku Dan menangis.
_________
"Bi,kunci mobil yang Merah dimana?"ucapku mencari kunci mobil diatas kulkas.
"Diatas nakas meja makan non"ucap bi inah sembari mencuci piring.
"Oh yaa,Keira berangkat dulu ya bi, assalamualaikum"ucapku memasukan handphone kedalam tas selempang.
"Itu den Robi udah nunggu diluar non jadi non gak usah bawa Mobil."ucap bi inah menghampiriku.
"Oh gitu,yaudah nih Aku berangkat ya bi"ucapku mengasihkan kunci mobil.
"Eh udah lama?"ucapku menutupkan pintu rumah.
"17 menit yang lalu loh be!"ucap Robi didalam Mobil.
"Yaudah ayo"ucapku duduk dibangku samping pengemudi.
"Loh kok kamu gak bilang sih mau bareng?"tambahku melirik robi.
"Ya sekalian lewat aja kok be"ucap Robi tersenyum.
"Oh ya pulang kerja diner yuk be?"ajak Robi.
Robi Hanya beroh ria Dan aku Hanya diam memainkan ponselku.
"Seru amat sih chatan sama siapa?"ucap Robi kesal.
"Enggak kok gak lagi chatan"ucapku enteng.
"Yaudah deh kalo lagi Ada Aku jangan main ponsel apa"ucap Robi memberhentikan mobilnya.
Akupun segera keluar dan berjalan menuju ruang kerjaku.
"Bee!!heyy"ucap Robi mencoba memberhentikanku.
Akupun melirik robi "jangan lagi lagi ya"ucap Robi berjalan beriringan denganku.
"Hem"ucapku.
Setelah sampai diruang kerja aku menyimpan tas selempang berwarna maroon yang dibelikan bang Keenan.
Ponselku berdering ketika aku akan pergi ke ruang IGD.
"Waalaikumsalam ma,Ada apa?"ucapku.
"Mama gak jadi pulang senin depan mungkin mama 1mingguan disini,kamu dirumah hati-hati ya,jangan keluar Rumah malem-malem,kalo Ada apa apa Langsung telpon mama kalo gak Ayah."ucap mama mengingatkanku.
"Oke bu siap,yaudah ma nanti kei telpon kalo gak vidcall ya kei Ada job nih."ucapku lalu mematikan ponselku.
Akupun segera mengantungi ponselku dan segera ke ruang IGD.
"Dokter ini pasien yang di IGD udah dipindah diruang inap biasa,tadi udah ditanggulangi sama bu siska"ucap seorang suster.
"Oh udah?yaudah ada job apalagi?"ucapku memasukan tangan ku kedalam saku blezer berwarna putih.
"Jadwal operasi nanti jam 1 Siang bu,tapi ibu ditunggu diruangan bu siska secepatnya"ucap suster Itu tersenyum ramah.
"Oke,makasih"ucapku memutar balikan badan Dan segera melenggang kearah ruangan bu siska.
Tok...Tok..Tok..Tok
Akupun Langsung membuka pintu ruangan bu siska Dan melihat dua wanita sedang berbincang.
"Permisi bu,ibu manggil saya kesini?"ucapku menghampiri bu siska.
"Oh ya duduk,jadi kenalin ini rena kei,dia nanti bakal jadi asisten robi.rena ini Keira dia atasan kamu ya,sekarang kamu boleh segera pergi keruangan robi,kei anter Rena ya"ucap bu siska.
"Iya bu,Mari"ucapku lalu pergi keruangan robi.
"Aku Keira,kamu rena ya?"ucapku mengasongkan tanganku.
"Iya aku Rena"ucap perempuan Itu cukup dingin.
"Pindahan dari mana?"ucapku berbelok menuju ruangan Robi.
"Coba ngelamar aja kak,eh taunya diterima"ucap dia kemudian tertawa.
"Ini ruangan Robi,Ayo masuk"ucapku membukakan pintu ruangan tersebut.
"Haii be"ucap Robi melirikku.
"Ren ini robi,bi ini asisten baru kamu."ucapku tersenyum.
"Hai aku Robi"ucap Robi menjulurkan tangannya.
"Rena!"ucap perempuan Itu Lalu menjabat tangan Robi cukup lama.
Aku yang melihatnyapun bosan.
"Em,yaudah Aku tinggal!"ucapku dingin.
"Bye bee"ucap Robi.
Namun aku tidak menjawab perkataan Robi tadi aku pun segera masuk keruanganku Dan seorang pasien telah menungguku ternyata.
.
.
.
.
.
Kira Kira si Robi bakal gimana nih?
like ya!
Satu vote anda sangat berarti Bagi saya 🙏