MY LETTU

MY LETTU
EMPAT PULUH SEMBILAN



...Bagaimanapun aku harus tidak terlihat cemburu dihadapannya,ya aku pasti bisa!...


^^^~Azmi Rohadatul^^^


"mamaa...Keira pulang kerja gak Langsung pulang ya,Keira mau main sama temen Keira gak papa kan ma?"telponku sembari membereskan alat tulisku.


"Sama siapa?pulangnya jangan malem-malem,ntar malem keluarga Jaya kerumah,bawa Baju buat kamu nikah."ucap mama disebrang Sana.


"Main sama pacar kei"ucapku Lalu mematikan ponselku.


Aku segera keluar,dari ruang kerja.


Aku melihat sekeliling parkiran Rumah sakit,kak Rey yang sedang menyandarkan tubuhnya dimobil jeepnya.


Baju pesiar berwarna coklat yang sangat pas dengan badannya yang kekar,dengan berbagai tanda yang melekat didada Kanan Dan kirinya,dan kacamata hitam yang bertenger manis dihidung lancipnya.


Aku menghampiri kak Rey.


"Eh udah dek?"ucap kak Rey tersenyum.


"Udah ayoo"ucapku menganggukkan kepalaku.


Pintu Mobil pun dibukakan Oleh kak Rey.


"Ayo masuk tuan putri."ucap kak Rey memegang tanganku dan mencoba membantuku menaiki Mobil Jeep yang sedikit tinggi.


"Kemarin malem kenapa hm?"ucap Rey membelokan mobilnya menuju mall.


Aku meliriknya Dan tersenyum "enggak".


"Kenapa?"ucap dia lagi.


"Enggak"ucapku menghadapkan badanku kearahnya.


"Kenapa ih?"ucap Rey sedikit tersenyum.


"Enggak ih"ucapku masih melihat wajahnya,Aku sedikit tertawa.


"Jangan liatin gitu dong,nanti kalo suka gimana?"ucap dia yang sedang fokus menyetir.


"Ih Kali iya aku suka kamu"ucapku kemudian diiringi tawa.


"Lah iya,Awas aja kalo nanti diajak pengajuan mau"ucap Rey menunjukku.


"Ih kok gitu siii"ucapku cemberut lalu tertawa.


"Ayo turun dek"ucap Rey memberhentikan mobilnya.


Aku membawa slingbag berwarna dusty pink kemudian turun.


"Mau apaan sih kesini?mengingat beberapa tahun lalu lagi?"ucapku kemudian tertawa.


"Kita beli lagi kalung"ucap dia memegang tanganku.


"Yahh jadi flashbackkan"ucapku tertawa.


Aku Dan kak Rey memasuki mall,menuju lantai 2.


Ketika Aku selesai dari toko aksesoris,aku Dan kak Rey menuju kerestoran.


Namun ketika aku akan memasuki restoran Aku melihat kearah cafe es krim.


Apakah benar penglihatanku ini?


Aku segera berhenti berjalan melihat kearah cafe tersebut.


"Mau es krim?"ucap Rey yang melihatku kearah kedai ice cream.


Aku Tak membuang kesempatan Itu.


Aku dengan cepat mengangguk.kitapun segera ke kedai Ice cream.


Siapa perempuan Itu?loh kok bisa sama dia?ya biarin syukurin deh,ucapku dalam hati.


"Sini aja"ucapku memberhentikan kak Rey,aku sengaja memilih tempat duduk yang sedikit dekat dengan mereka,agar Aku bisa mendengar percakapan Mereka dan memfotonya agar menjadi barang bukti.


"Strawberry ice cream....(terpotong)"ketika kak Rey memesan ice cream Dan Aku mendengar kata strawberry Aku segera memesannya.


"Duaaa"ucapku mengacungkan kedua jariku yang membentuk huruf V.


"Iyaa Dua,sama chocolate ice cream Satu"ucap Rey menyelesaikan perkataannya pada seorang waiters.


"Dek tunggu bentar ya Aku ketoilet"...


"Jangan lama-lama"ucapku lalu Rey meninggalkanku.


Aku melirik kearah meja.


Ponselnya gak dibawa?


Iseng-iseng Aku membuka ponselnya.


"Ishhh pake password segala,ngartis lu bang"Lalu aku mengetikkan namaku,tertulis 'wrong password.


Ah kepedean sekali Aku,tapi seru ih,ucapku dalam hati.


Aku mencoba mengetikan tanggal lahirku.


Dan jrengggggg..........


Ponselnya terbuka.


Aku melihat wallpaper layarnya foto dia yang sedang menggunakan seragam PDL,menggunakan sepatu boots Dan Tak lupa membawa shotgun yang selalu terpangpang didadanya.


Aku mengklik apk WhatsApp melihat nama kontakku.


Capersitku ❤


"Ih kok lucu yaa,main disematkan lagi"monologku sendiri sambil tertawa.


Tertulis; Gita arini


Aku mengernyitkan alisku,Dan aku mengangkat telpon darinya.


"Sayang..kamu dimana?katanya Janji mau jalan?"ucap perempuan yang sepertinya bernama Gita itu.


"Maaf ini siapa ya?"ucapku mencoba memberanikan diriku.


"Loh kok ini siapa?Mana Rey?aku pacarnya?"ucap dia yang terdengar sedikit menaikan nadanya.


Ketika aku akan mematikan ponsel Rey aku melihat Rey yang sudah menatapku.


Ia menghampiriku "siapa dek?"ucap Rey duduk dihadapanku.


Aku tidak berbicara sepatah katapun Aku hanya menyodorkan ponselnya.


Tatapannya yang sedikit bingung,benci,Dan takutlah yang aku lihat.


Aku mengudak-ngudak ice creamku yang mulai mencair.


Rey menjauh dariku,gerak geriknya seperti sedang menjelaskan sesuatu.


Dan baru ingat,Aku segera mengambil ponselku memotret seseorang yang sedang berduaan dipojok cafe tersebut.


Rey pun menghampiriku dengan wajah yang cukup kecewa.


Aku Hanya meliriknya lalu mengaduk-ngaduk lagi ice creamku yang sudah benar-benar encer.


"Loh kok gak dimakan dek?"ucap Rey yang duduk dihadapanku.


"Udah encer kek hati!"ucapku sedikit menekankan kata hati.


"Ganti yang baru ya?"ucap Rey menambahkan.


"Gak usah ganti yang baru kalo yang lama masih tetep stay dihatinya"ucapku memalingkan wajahku.


"Kenapa hm?"ucap dia menatapku.


"Enggak"ucapku sedikit menetralkan emosiku.


"Udah bosen disini?yaudah ayo ke time zone"ucap dia mengajakku.


"Aku pulang duluan ya,tadi ditelpon mama,Ada tamu"ucapku Lalu pergi.


Aku berjalan sedikit cepat namun Rey masih bisa mengejarku.


"Kenapa?"ucap Rey yang bisa memegang tanganku.


"Kamu nangis kenapa?mau apa?"ucapnya masih memegang pergelangan tanganku.


"Mau pulang!"ucapku dengan nada bergetar.


"Iya...iya Kita pulang"ucap Rey masih memegang tanganku,aku mencoba melepaskan genggamannya namun nihil,tangannya yang lebih besar Dan lebih kuat dariku bisa mengalahkan tanganku yang mungil.


Setelah sampai dimobil Aku Hanya menatap jendela Dan tak melirik sedikitpun kearah Rey.


"Dek kamu kenapa?"ucap dia lagi.


Aku tidak menjawab perkataannya Aku hanya melihat jendela.


Mataku mulai memanas,tembok yang ku pertahankan Langsung hancur.


Benarkah Aku menangis?mengapa Aku menangis?mengapa disaat perempuan yang bernama Gita mengaku Rey adalah pacarnya hatiku terasa sakit?Dan mengapa Aku bisa menangis Karena Hal sepele?


Aku menangis namun suara tangisanku masih bisa terdengar oleh Rey.


"Kenapa kamu nangis?punya masalah?bilang yaa,cerita gak papa"ucap dia memegang pundakku.


Aku menghempaskan tangannya dari pundakku.


Setelah sampai digerbang depan rumah aku segera turun dari Mobil.


Lagi-lagi aku berhasil ditahan oleh Rey.


"Keii...kenapa sih?"ucap dia sedikit bingung,mungkin sangat bingung karna sikapku yang terlalu kekanak-kanakan ini.


Aku melepaskan tangannya Lalu masuk kedalam Rumah.


Aku bergegas menuju kamar menyimpan tasku Dan merebahkan tubuhku.


"Terimakasih dunia,terimakasih karena telah memberi peringatan padaku!"ucapku mengusap wajahku dengan kasar.


Aku segera mengambil handuk Dan melaksanakan ritual.


______________


"Gimana kalau yang warna ini aja?"ucap Jaya dengan Gaya so manis,padahal kan aslinya masem.


"Aku gak suka semuanya,jelek semuanya"ucapku dengan wajah yang Tak tertarik sama sekali.


"Maunya yang kayak gimana?"ucap jaya bertanya padaku.


"Daster!"ucapku sangat dingin dan sangat acuh.


"Keira...."ucap Ayah melihatku.


"Keira gak suka semuanya"ucapku milirik Ayah.


"Yasudah besok kami kesini lagi kami bawa beberapa contoh baju,Bagaimana?"ucap wanita yaitu mama jaya.


"Iya tan"ucapku.


Setelah selesai aku segera kekamarku.


Merebahkan tubuhku Dan menutup mataku.