MY LETTU

MY LETTU
EMPAT PULUH SATU



Dorr....


"arghhhhh"teriaku tak kalah nyaring dari suara tembakan tersebut.


"mau mu apa?aku tidak mengenalimu!!!"ucapku memegang pahaku yang sudah basah karena darah segar yang mengalir bebas.


"apa kamu tidak mengenaliku?hah?"ucap lelaki itu mengetatkan ujung daguku sembari membuka tutup wajahnya.


"r-ro..robi..."ucapku tak menyangka.


"kenapa?kenapa kamu lakuin ini perempuan bodoh?"murkanya kemudian melepas tangannya dari daguku.


"kamu salah,kenapa kamu gini keaku?"ucapku menahan tangisku.


"jika benar benar sayang harusnya kamu tidak melakukan ini.."ucapku takterasa air mata yang sudah menetes.


plakkk.....


satu tamparan keras datang memanaskan pipi kiri ku.


"aku sayang kamu,jadi aku lakukan ini"ucapnya sangat sangat murka.


plakkkkk....


dan satu tamparan lagi mendarat dipipi kananku.


"CUKUP ROBI!!!"ucapku menahan sakit yang menjalar ditubuhku.


"CUKUPPP...AKU UDAH ENGGAK SAYANG LAGI SAMA KAMU."ucapku berteriak didepan mukanya.


"berani kamu?"ucapnya mengarahkan pistol tersebut kearah kepalaku.


"cukup sudah,aku cape dengan semua ini,dengan semua drama yang selama ini kamu permainkan,cukup sudah...hiks..."ucapku menangis.


"ikutlah denganku kesyurga,dan kita akan bahagia disana"ucapnya dengan smirk yang khas.


"kamu sudah gila?"ucapku kemudian.


"ya,aku tergila gila denganmu,Keira.."


"pergiii kumohonn...."ucapku menahan rasa sakit dipahaku.


"baiklah aku akan pergi,untuk ini..aku puas sekali"ucapnya tersenyum licik.


dorrr.....


"arghhhhhh"ternyata benar dia menembakan satu peluru kearah kepalaku,namun meleset.


dorr.....


tubuhnya seketika ambruk kala suara tembakan memekakan telingaku.


baiklah ini waktunya aku pergi,batinku.


aku segera membuka kunci pintu tersebut dan keluar.


aku pasti bisa,batinku menyemangati.


baru saja 5 langkah tubuhku ambruk karena sudah tak tahan menahan rasa sakit disegala arah tubuhku.


kucoba untuk mengesot ya,itu berhasil jika saja ada yang melihatku mungkin ia menyangka aku suster ngesot,padahal akukan dokter ahrusnya dokter ngesot.


rasanya sudah tak tahan lagi,aku menyandarkan tubuhku dipohon besar yang rindang.


aku hanya bisa menangis,dengan ditemani gemercik hujan deras saja.


Tuhan...


aku berserah padamu....


semoga besok aku masih bisa bertemu dengan orang orang yang amat sangat kusayangi..


Akupun terbangun dari tidurku.


Malam yang mencekam,penuh tumpahan Darah,Dan penuh kebencian.


Matahari yang kini menyambutku dengan suka Cita.


Darah dipahaku mulai mengering,namun masih bau khas amis yang menusuk hidungku.


Ujung dahiku yang sobek Karena berhasil menghantam lantai yang pecah.


Pipi mulusku yang memar,ujung dahiku yang sobek,kakiku yang pincang,dan tanganku yang sedikit memar.


Ingin rasanya Aku melanjutkan perjalanan ini,apakah semua orang yang Ada diposko tidak mengkhawatirkanku sama sekali?sampai-sampai mereka tidak mencariku?


Mataku yang Sayu mencoba mengambil setiap sudut pemandangan yang Ada dihutan belantara ini.


Ya Rabb tolonglah hambamu ini,tolonglah hambamu yang Tak memiliki tenaga lagi!seruku dalam batin.


Aku hanya bisa melihat sekeliling tanpa berjalan Ataupun tanpa mengesot lagi.


Benar-benar tubuhku tidak bisa digerakan kearah manapun dan aku Hanya bisa merasakan badan yang terasa sakit semuanya.


Rey POV


Setelah sarapan,aku Dan beberapa anggota kesatuanku,dibantu oleh sherly dan bu Megan;atasan calon persitku.


Yang Insya Allah akanku pinang setelah aku bisa Naik pangkat nanti.


Kami menyusuri disetiap celah hutan ini,mencari semua tanda-tanda keberadaan Keira.


Namun nihil hasilnya dia tidak ditemukan ia seperti hilang,hilang ditelan bumi.


Aku tidak akan lagi putus asa.


Aku dan yang lainnya mencari.


Memanggil nama Keira,memanggilnya lagi dan lagi.


"Keiraaa,dimana kamu"kata bu megan sedikit berteriak.


"Keii kamu dimana?"ucap sherly suaranya bergetar.


"Ayo terus Maju Maju"ucapku melambai-lambaikan tanganku Dan selalu sigap dengan tembakanku.


Aku memberi kode bahwa Ada orang disamping pohon besar Itu.


Kedua tanganku tengah mendekap shotgun.


Berancang-ancang akan menembak,tanganku akan melesatkan peluru kearah orang tersebut namun beruntungnya tidak.


"Keira...."ucapku sedikit berteriak Lalu berlutut dihadapannya.


Sontak semua orang yang mencari Keira mendekati kearahku.


"Kei bangun ini Aku...Ayo bangun..Kita bakal pulang sekarang juga"ucapku menidurkannya dipahaku.


Aku mengusap ujung jilbabnya yang basah.


Bu Megan Dan sherly segera mendekatiku.


Ia membuka koper kecil yang berisi alat medis.


Ia memeriksa Keira,sedikit kaget dan mencoba untuk menatralisirkannya.


"Ada apa bu?"ucapku pada bu megan.


"Jantungnya lemah,ia kehabisan darah"ucap bu megan menaruh stetoskopnya.


"Kemungkinan besar hidupnya tidak akan lama lagi,kecuali jika Ada keajaiban."tambah bu Megan yang mengetuk hatiku begitu saja.


Rasanya bagaikan disambar petir tengah bolong,seseorang yang Aku cintai hidupnya tidak akan lama lagi?


Aku mengelus kepala Keira yang masih setia tertutup oleh jilbab.


"Kei bangun ya..ini Aku"ucapku membisikan ya,lagi-lagi aku meneteskan airmataku,tidak kuat menahan perihnya kehidupan.


Aldi mencoba menguatkanku,memberi semangat kepadaku.


aku segera membopong Keira.


Ketika aku akan membopong keira,kepalanya mendekati telingaku.


"I love you..."ucapnya tersenyum sangat pelan dan sangat loyo.


"I love you too"ucapku tersenyum menatap wajahnya Lalu membopongnya.


"Kamu kuat ya,Kita bakal pulang sekarang"ucapku ketika membopong Keira.


Ia tidak menjawab,lagi-lagi mata indahnya menutup namun sherly selalu mengingatkannya bahwa ia Akan selamat.


"Kei bangun jangan tidur ya"ucap sherly yang berada disampingku.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 menit Aku Dan rombonganpun sampai diposko.


Mereka semua tersenyum lega ketika Aku sudah mendapatkan tubuh mungil Keira pulang.


Aku segera membawa Keira ke posko kesehatan.


Aku segera keluar dari posko tersebut memberikan beberapa menit untuk Keira melepas pakaiannya.


Ketika disani hanya ada keira,sherly,Dan bu Megan.


Aku memasuki posko Itu lagi,menghampiri Keira,namun Aku  disuruh keluar oleh bu megan,tanganku dipegang oleh Keira.


"Jangan pergi...."ucap dia sangat pelan.


Aku melirik kearah bu Megan,kemudian Ia mengangguk.


Aku duduk diatas bibir ranjang mengelus kepala Keira yang sudah terbuka dari hijabnya.


Selimut yang cukup tebal menutupi tubuhnya,sedangkan Luka tembakan dibagian paha Keira sedang diobati oleh bu megan.


"Tolong ambilkan kantung darah,golongan O."ucap bu Megan ditengah keheningan.


Sherly pun beranjak lalu mengambil benda tersebut.


"Buat golongan darah O kosong bu,kalo yang lainnya masih ada"ucap sherly menghampiri bu Megan.


"Bagaimana ini?"ucap bu Megan cemas.


"Golongan darah O bu?Saya darah O bu"ucapku berdiri.


"Baiklah kamu akan mendonorkan darahmu sekarang juga"ucap bu megan.


Aku mendonorkan darahku dibantu oleh sherly.


Sekarang darahku sudah termasuk darah Keira.


Setelah selesai mengobati Keira Dan mendonorkan darahku untuk Keira.


Bu Megan Dan sherly keluar,hanya menyisakan Aku Dan keira.


Mata indah Keira yang menutup terus membuatku cemas,namun Aku masih bisa melihat ia bernafas.


Saat aku sedang menggenggam tangan keira aldi pun masuk.


Aldi tersenyum Lalu membawa kursi Dan menaruhnya disampingku.


"Jadi cowok jangan lemah!apalagi kamu tentara,tentara itu panas hujan selalu siap!"ucap Aldi menepuk pundakku.


Aku mengangguk Dan tersenyum.


Suara ponselku berdering menunjukan nama penelpon.


"Rey gimana Keira udah ketemukan?"ucap bang Keenan sangat khawatir.


"Alhamdulillah bang sudah,sekarang dia lagi tidur,keadaanya cukup baik,walau banyak Luka ditubuhnya"ucapku iba.


"Saya tidak bisa kesana,disini Saya akan menenangkan Massa yang tiba-tiba mengadakan demo,Saya titip Keira jaga dia!"ucap bang Keenan.


"Siap!"ucapku tegas lalu Keenan mematikan panggilan.


"Nanti sore Kita pulang,gue siap siap dulu ya"ucap Aldi meninggalkanku.


Aku mengangguk,mengambil tangan keira,lalu mengepalkannya.


"Kita akan pulang"ucapku tersenyum kearah Keira yang sedang tidur.