
perlahan Luna membuk matanya ,dia merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya, luna menoleh ,tepat di depan wajahnya ,wajah Pras terlihat sangat damai tidur sambil memeluknya ,Luna bahkan dapat merasakan nafas yang keluar dari hidung pras dan mengenai kulitnya ,Luna menatap ke sekelilingnya ,Luna melihat ke arah jam ,dan benar, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam ,Luna menatap wajah laki laki yang dulu pernah menyakitinya hingga Luna kembali teringat masa lalu
flashback
Luna hanyalah seorang gadis miski ,keluarganya bukanlah seperti keluarga orang orang yang ada di sekolahnya ,Luna sekolah, di sekolah yang elit, karena dia mendapatkan beasiswa dan tidak mungkin dia sekolah di sana kalau bukan karena mendapatkan beasiswa ,Luna berjalan masuk ke dalam sekolah ,sekolah inilah yang akan membawa dia pergi ke perguruan tinggi impiannya ,dia berjanji akan belajar dengan sungguh sungguh di sini
Luna melihat siswa siswi yang datang ,mereka semua menggunakan mobil yang mewah sedangkan Luna, hanya berjalan kaki ,penampilan mereka begitu keren dan rapi
"Pras"
panggil Luna ,saat melihat Pras yang baru selesai memarkirkan mobilnya ,sayangnya Pras mengabaikan luna,Luna tidak tau apa yang sudah ia perbuat hingga Pras mencuekinya ,Pras dan Luna sudah berpacaran sejak kelas 2 SMP dan selama berpacaran mereka tidak pernah bertengkar
Luna mencoba berfikir positif atas apa yang terjadi ,kemudian dia langsung pergi menuju ruang kelasnya ,dulu saat mereka SMP Pras selalu ingin duduk berdua dengan Luna, tapi saat masuk SMA Pras malah seakan menjaga jarak saat mereka ada di sekolah ,bahkan Pras tidak mau menatap Luna sedikitpun, seolah Luna dan Pras tidak memiliki hubungan apapun .
Luna memilih untuk duduk di kursi paling belakang dan itupun sendirian .
saat jam istirahat, luna tidak pergi ke kantin, karena dia membawa bekal sendiri ,saat ini Luna membawa 2 kotak bekal yang berisi nasi goreng dan mi goreng ,satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Pras ,Luna mencari Pras untuk memberikan bekal yang sudah dia siapkan dan akhirnya Luna menemukan Pras ,Luna mengurungkan niatnya karena, saat ini Pras sedang bersama teman temannya ,Luna pergi sendiri ke taman lama yang sepi, tempat biasa mereka berdua makan
bel pulang pun berbunyi, Luna segera mengemas buku bukunya dan berjalan keluar kelas .Luna masih memikirkan kesalahan apa yang dia buat sehingga Pras menjauhinya, Luna terus berjalan di trotoar
tin tin tin
suara klakson mobil membuat Luna menoleh ,dia tidak tau siapa yang ada di dalam mobil itu...
"Luna ,ayo ikut aku"
Luna melihat ke dalam mobil ,ternyata itu kekasihnya, yang seharian ini mengabaikannya ,Luna langsung masuk ke dalam mobil tanpa banyak tanya ,mereka diam sejenak tidak ada yang membuka Suara lalu luna memutuskan untuk membuka suara
"kau kenapa Pras ,apa kau marah padaku"
luna langsung bertanya pada Pras ,dia ingin tahu alasan mengapa Pras menjauhinya saat mereka di sekolah
"aku tidak apa apa dan aku tidak marah padamu ,hanya saja aku ingin saat kita berada di sekolah kita menjaga jarak"
Pras merasa tidak ada yang salah pada dirinya ,perlakuannya kepada Luna tidak ada yang salah
"kenapa kita harus menjaga jarak Pras"
Pras menarik nafas
"aku tidak ingin kau di sakiti oleh Keysa ,kau tahu kan mereka akan menghajar setiap wanita yang berusaha mendekatiku"
Luna mengangguk paham,Pras hanya tidak ingin Luna menjadi bulan bulanan geng anak anak pemegang saham di sekolah dan di ikuti oleh gengsi Pras yang begitu besar ,maklum orang tua Pras adalah orang yang memiliki saham paling banyak di sekolah itu, jadi dia tidak mungkinlah mengakui Luna sebagai kekasihnya ,sedangkan Luna hanya seorang murid yang di terima karena beasiswa .
"jadi mulai sekarang ,aku harap kau mengerti dengan kondisi ini,kita hanyalah orang asing saat kita berada di sekolah aku harap kau paham dengan apa yang aku ucapkan Luna"
Pras menjelaskan agar Luna mengerti ,agar saat di sekolah Luna tidak menyapanya apa lagi saat Pras bersama teman temannya
"iya Pras aku mengerti"
Luna mengerti apa yang di maksud Pras ,Luna juga paham apa yang harus dia lakukan
"bagus ,tapi saat berada di luar sekolah kita bisa bersikap selayaknya sepasang kekasih"
"iya Pras"
hari demi hari sudah Luna lewati ,sudah hampir tiga tahun Luna bersekolah di sekolah elit itu,dan sebentar lagi mereka akan lulus ,hubungan Pras dan Luna masih saja sembunyi sembunyi ,mereka akan menghabiskan waktu saat selesai jam sekolah dan itupun jarang karena kesibukan Pras sebagai ketua OSIS ,Luna tidak mempunyai teman saat di sekolah ,karena tidak ada yang mau berteman dengannya sebab dia adalah murid satu satunya penerima beasiswa
"Pras"
luna memanggil Pras yang kebetulan lewat di depannya ,Luna berani memanggil Pras karena Pras sedang sendirian ,Luna menyerahkan bekal yang berisi nasi goreng kepada Pras ,dan tak lama setelah itu datang lah segerombol teman Pras dan juga teman teman kesya
"wah wah wah lihatlah si miskin ini ,berani sekali dia merayu Pras dengan sekotak makanan,sini coba ku lihat isinya"
teman kesyapun mengambil makanan yang ada di tangan Luna
"what,,,,ini nasi goren yang sangat tidak sehat untuk Pras,,dan pras ,apakah kau mau menerima makanan dari si miskin ini"
mereka menunggu jawaban yang keluar dari mulut Pras ,begitu juga dengan Luna
"tentu saja aku tidak Sudi memakan makanan orang miskin"
ucapan Pras membuat hati Luna hancur ,walaupun dulu sudah Pras katakan dia melakukan itu demi kebaikannya sendiri tapi tetap saja terasa sakit
"kau itu seharusnya berkaca, orang sepertimu mana pantas bersama dengan laki laki seperti Pras ,seorang gembel mala bermimpi menjadi pacar seorang pangeran sekolah"
kemudia mereka mendorong Luna hingga terjatuh dan menumpahkan makanan ke atas kepala Luna ,Pras hanya diam, sebenarnya dia tidak tega denga apa yang mereka perbuat ke Luna ,Pras mengepalkan tangannya saat orang orang menghina Luna dan menyakitinya ,mereka menertawakan Luna belum puas dengan apa yang sudah mereka perbuat ,mereka langsung menumpahkan air ke atas kepala Luna ,dan Pras ,hanya diam tidak memberi pembelaan sedikitpun
"tentu saja dia tidak pantas menjadi kekasihku"
Luna ingin menjerit, mendengar apa yang barusan Pras ucapkan ,Luna hanya bisa menunduk dan butira air matanya mulai berjatuhan
"tapi aku pernah beberapa kali melihat kalian berjalan berdua,apa kalian pacaran Pras"
seorang siswi kembali bertanya kepada Pras,
Luna menunggu jawaban dari Pras ,Luna berharap Pras akan mengakuinya atau tidak, cukup dengan membelanya sedikit saja
"kau pasti salah lihat,mana mungkin aku berpacaran dengan wanita miskin dan kumal ini"
harapan Luna hancur setelah mendengar jawaban dari Pras ,bukannya membela malah ikut menghinanya ,luna menatap Pras dengan tatapan kecewa ,apa salah Luna jika dia terlahir dari keluarga miskin ?dan, mengapa Pras malah tidak mengakuinya sebagai kekasih apa benar semua nya hanya demi kebaikan Luna
"apa kau sudah memiliki kekasih Pras"
hanya ini harapan terakhir Luna ,Luna sangat berharap dengan apa yang akan Pras ucapkan
"tentu saja"
luna merasa lega mendengar jawaban Pras ,jangan jangan Pras mau memberi tahu tentang hubungan mereka
"siapa pacarmu Pras..?"
pacarku bersekolah di sini dia adalah ....