My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
18.kedatangan Kesya



Luna duduk berdiam diri di atas ranjang .Luna tidak nafsu untuk memakan buah buahan itu. sekarang susu saja Luna biarkan mendingin begitu saja .bahkan dia menyalahkan tv tapi dia tidak menontonnya .


mood Luna menjadi sangat buruk sekarang ,Luna marah pada Pras dia kesal merasa di abaikan dan ditinggalkan karen keberadaan Kesya di rumahnya.


bahkan Pras tidak ada niat menemuinya setelah mengantarkan Kesya ke kamarnya .


Kesya sepertinya terluka, pasti dia di bawah ke tempat di mana Pras di obati dokter Mirza kemarin ,Pras pasti menunggui Kesya .


Luna membayangkannya menjadi semakin kesal .Luna tidak tahu mengapa ia bisa seperti ini ,apa ini bawaan anaknya yang marah karena ayahnya dekat dengan wanita lain selain ibunya .


Luna juga tidak tahu pasti mengenai hal itu,


Luna melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, Pras belum juga kembali.


Luna mengelus perut ratanya dengan lembut .di mana keberadaang sang jabang bayi.


Luna lalu menghabiskan buah buahan itu walaupun separuh ,ia juga meminum susu walaupun sudah dingin ,Luna sekarang akan memikirkan anaknya ,dia tidak boleh egois dengan mementingkan dirinya sendiri sekarang ada anak di dalam rahimnya.


kejadian ini membuat Luna mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Pras mengenai kehamilannya ,dia akan merahasiakannya .jika kandungannya sudah membesar nanti, Luna akan pergi meninggalkan rumah ini.karena Pras pasti tidak mu menerima anak dari seorang ibu yang seperti dirinya.


sejak dulu Pras Hanya mencintai Kesya yang sederajat dengan dirinya .bukan seperti Luna yang hanya dapat membuat Pras malu karena dia miskin.


setelah itu Luna memilih untuk menonton Tv saja mencari hiburan ,dia tidak mu memikirkan apa yang Pras dan Kesya lakukan di ruangan itu.


"bagaimana Lucas bisa kabur?bukankah penjagaan penjara sangat ketat"


Pras bertanya pada Jo dan lainnya duduk menunggu penjelasan karena memang mereka tidak tahu cerita yang sebenarnya .hanya mikel bersama jo yang ada di tempat waktu itu.


"begini,kami ingin mengirim Lucas ke markas pusat, tapi saat di tengah jalan tiba tiba saja Lucas berhasil melepaskan borgol dari tangannya dia juga menyerang mikel yang berusaha menghentikannya, kami yang ingin membantu mikel terkena Bom peledak yang entah dia dapat dari mana


Jo menjelaskan kronologi kejadian ,kenapa Lucas bisa kabur, Pras dan yang lain menyimak apa yang Jo ceritakan


"lalu kenapa Kesya bisa berada di sana ?"


Pras kembali bertanya ,mereka juga penasaran mengapa Kesya bisa berada di sana, mengingat Kesya tidak ada hubungan apa apa dengan FBI


"Kesya saat itu sedang membawa mobil, Lucas menghentikan mobil dengan cara berdiri di depannya ,otomatis Kesya menghentikan mobilnya ,lalu Lucas memanfaatkan kesempatan untuk masuk ke dalam mobil ,dia mengendarai mobil Kesya lalu saat sudah terjebak dia memanfaatkan Kesya sebagai sandera"


Jo terus menjelaskan apa yang ingin mereka ketahui,pantas saja Kesya bisa berada di sana .


"lalu kalau seperti itu mengapa Kesya bisa menjadi incaran para mafia?"


Pras pikir kalau Kesya hanya kebetulan berada di sana ,kenapa dia bisa di incar mafia .Pras belum mengetahui alasan di balik itu semua.


"karena Kesya dulu adalah anggota mafia,dia membocorkan informasi penting ke anggota FBI karena dia tidak terima saat sahabatnya di bunuh mafia ,karena melakukan sebuah kesalahan ,padahal dia sudah mengabdikan diri kepada mafia selama bertahun tahun"


Pras mengerti sekarang ,Kesya pasti mengetahui semua rahasia mafia Pras tidak habis pikir mengap Kesya bisa masuk ke dalam anggota mafia, bukankah dia adalah anak pemilik perusahaan yang cukup kaya


Pras akan menanyakannya langsung pada Kesya.


"apa dia sudah mengatakannya Jo?"


kali ini mikel yang bertanya ,mereka menunggu jawaban Jo


"belum,dia baru menghubungi FBI kalau dia akan membocorkan masalah ini ,makanya Lucas tidak segan segan untuk menembak Kesya"


sebenarnya saat sesudah memindahkan Lucas ke markas pusat mereka akan menemui Kesya untuk membicarakan masalah ini tapi kejadian kabur Lucas membuat semua kacau


"baiklah kita kan menunggu Kesya sadar baru kita bisa bertanya padanya dan mulai menyusun rencana "


mereka semua menganggukkan kepala tanda paham apa yang pras ucapkan "baiklah kalau begitu aku pulang dulu"


Pras berjalan meninggalkan mereka semua ,Pras masuk ke dalam mobil .Niko segera menjalankan mobilnya ,15 menit berlalu mereka sampai di rumah .


Pras berjalan keluar mobil ,Pras masuk ke dalam rumah dia menuju kamar .Pras masuk ke dalam kamar suara tv langsung terdengar, Pras melihat luna yang tertidur dengan bersandar pada ranjang, tanpa selimut pula.


Pras menggeleng gelengan kepala melihat kelakuan luna.


Pras lalu mematikan tv terlebih dahulu ,lalu membenarkan posisi tidur Luna dan menyelimutinya Pras melihat buah buahan dan juga sisa gelas susu di atas meja ,setelah selesai Pras lalu pergi ke kamar mandi untuk mbersihkan diri .tidak perlu waktu lama, Pras sudah keluar dari kamar mandi .Pras lalu memakai piyama untuk tidur.


Pras beranjak naik ke atas ranjang ,Pras menempatkan diri di samping Luna ,dia sejenak melihat wajah ayu istrinya itu .


Pras mengelus pipi Luna lembut .Pras lalu menarik tubuh Luna ke dalam dekapan hangatnya .Pras memejamkan mata untuk menyusul Luna ke alam mimpi.


Luna terbangun saat merasakan muala pada perutnya ,Luna melihat wajah Pras saat pertama kali membuk matanya ,Luna melepaskan pelukan Pras .Luna tidak tahu mengapa mereka tidur dalam posisi berpelukan seperti ini .Luna tidak mau memikirkannya ,dia ingin menuntaskan rasa mualnya terlebih dahulu.


Luna ingin melepaskan pelukan Pras padanya ,tapi tidak bisa ,Pras mengeratkan pelukannya pada Luna .


"lepaskan Pras"


kalau Pras melakukan hal ini dia pasti sudah bangun


"kau mu ke mana ,ini masih sangat pagi"


Pras berbicara dengan perlahan membuka matanya ,hari memang masih sangat pagi ,jam masih menunjukkan pukul 5 pagi


"aku ingin ke kamar mandi cepatlah lepaskan ,aku sudah tidak tahan lagi"


luna menyentakkan tangan Pras, di tidak bisa menahan rasa mual yang menderanya .Luna segera berlari


di dalam kamar mandi Luna sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suara agar Pras tidak curiga padanya .setelah merasa tidak mual lagi ,Luna mau kembali ke tempat tidur.


kehadiran Pras secara tiba tiba membuat Luna kaget.luna takut Pras melihat dirinya yang sedang muntah tadi, Luna bersikap setenang mungkin "kau kenapa Luna,kau terlihat pucat.apa kau tadi muntah?"


Pras berujar dengan raut wajah cemas


tapi Luna hanya menatap Pras datar luna teringat kejadian semalam, jadi dia tidak mau terlalu berfikir kalau Pras begitu perhatian padanya


Pras hanya mencintai Kesya, itu yang Luna tanamkan dalam otaknya


"aku tidak apa apa mungkin karena cuaca pagi yang dingin membuat kulitku sedikit pucat ,kau tahu lah ,udara sedang sangat dingin.aku tidak muntah ,kau hanya salah lihat saja .aku sedang membasuh mulutku saja"


setelah mengatakan itu Luna berjalan mau melewati Pras tapi Pras menghentikan langkah Luna dengan memegang tangannya .


"aku mau istirahat Pras"


Luna mencoba melepaskan tangan Pras bukannya melepaskan Pras malah menarik Luna ,Pras lalu mendorong Luna untuk tidur .Pras secepat mungkin naik ke atas ranjang ,dia lalu memeluk Luna agar Luna tidak bisa menjauh darinya .


"apa perlu ku panggilkan dokter??kau terlihat tidak baik baik saja"


Pras meletakkan punggung tangannya di dahi Luna guna mengecek suhu tubuhnya,.Luna menepis tangan Pras .Luna tidak ingin Pras memanggil dokter karena itu dapat berbahaya .bisa bisa Pras tahu kalau dia sedang mengandung.


"tidak usah ,aku baik baik saja ,sungguh aku mungkin kurang istirahat saja "


Luna meyakinkan Pras bahwa ia baik baik saja .Pras terlihat tidak percaya


"sekarang tidurlah"


Pras mengelus rambut luna dengan lembut .Luna tidak mu memusingkan dengan apa yang Pras lakukan .karena tubuh Luna meras lemas sehabis muntah ,Luna memejamkan mata untuk kembali tidur .