
Pras masuk ke dalam sebuah ruangan ,di sana sudah ada beberapa laki laki dengan penampilan yang berbeda beda ,Pras lalu duduk di salah satu kursi.
"ada apa Jo?"
tanya Pras yang baru tiba ,kepada laki laki yang memiliki rambut berwarna merah
"karena kalian semua sudah berkumpul ,aku akan menjelaskan apa yang terjadi ,aku baru saja mendapat kabar bahwa para mafia sudah mulai bergerak kembali ,mereka sudah berani menyelundupkan senjata ilegal, karena mereka sekarang sedang kekurangan senjata .
mereka memesan senjata dari rusia,kita harus menggagalkannya agar mereka tidak bisa memberikan perlawanan yang kuat .
mereka semua memperhatikan dengan saksama apa yang di katakan oleh jo
"baiklah,kapan kita akan mulai melakukan penyerangan"
tanya seorang laki laki berambut kuning
"besok malam Hans,karena senjata itu akan tiba besok malam di pelabuhan"
ternyata nama laki laki yang bertanya tadi adalah Hans
semua yang ada di sana mendengarkan dengan serius
"baiklah ,malam ini kita akan membahas strategi yang akan kita pakai "
seru mikel yang merupakan salah satu dari kelompok tersebut
"baik"
jawab mereka serempak ,lalu mulai berdiskusi untuk membuat suatu taktik yang tepat.
Pras berjalan masuk ke dalam rumahnya ,Pras mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan jam 8 malam ,saat mereka membahas strategi dan taktik tadi ,mereka tidak membutuhkan waktu yang lama ,karena ada si jenius mikel dan Pras dalam anggota itu dan otak mereka semua bisa di bilang melampaui rata rata .
selain berprofesi sebagai CEO .
Pras adalah seorang anggota FBI .tidak ada yang tahu bahwa Pras adalah seorang anggota FBI hanya teman temannya saja yang memang tergabung dalam kelompok FBI seperti mikel, Hans ,boy dan Liam .mereka bisa di bilang sudah bersahabat dari bangku TK, di tambah dengan seringnya keluarga mereka melakukan pertemuan bisnis ,membuat mereka semakin akrab ...terlahir dari keluarga yang memiliki latar belakang yang sama ,membuat mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
mereka semua memiliki profesi lain selain sebagai anggota FBI. seperti mikel,Hans dan Liam mereka bertiga adalah seorang CEO sedangkan boy adalah seorang seniman,
mereka semua sejak kecil bercita cita ingin menjadi anggota FBI ,tapi karena resiko yang sangat berbahaya maka orang tua mereka melarang mereka untuk bergabung menjadi anggota FBI.
jadi ,tanpa sepengetahuan orang tua mereka mereka bergabung dengan FBI saat duduk di bangku kuliah.mereka semua sangat menikmati profesi mereka sekarang
"di mana luna?"
tanya Pras pada pelayan yang kebetulan lewat di hadapannya
"di kamar tuan"
jawab pelayan itu sopan
"apa dia sudah makan malam?"
Pras kembali bertanya kepada pelayan mengenai Luna
"belum tuan ,sejak pulang dari kantor tadi nona langsung masuk ke dalam kamar kemudia belum keluar sama sekali sampai detik ini,kami sudah menyuru nona untuk makan malam tapi tidak ada jawaban dari dalam ...kami tidak berani masuk ke dalam kamar ,karena takut mengganggu kegiatan nona Luna"
para pelayan mempunyai batas untuk tidak sembarangan masuk ke dalam kamar majikannya ,kecual majikannya sendiri yang memberikan izin
"bawakan makanan untuk Luna ,ke kamar"
pelayan itu segera pergi ke dapur untuk mengambil makanan
"Luna"
panggil Pras, saat memasuki kamar mereka yang gelap gulita ,Pras merasa bingung, mengapa Luna tidak menghidupkan lampu kamar mereka ,Pras berusaha mencari tombol lampu untuk menghidupkan lampu yang ada di kamar mereka
saat kamar sudah terang benderang ,mata Pras menyusuri kamar yang sudah terang, untuk mencari keberadaan Luna .
Pras melihat di atas ranjang, Luna yang berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhnya Pras lalu mendekat ke arah Luna,
ternyata Luna tidur batin Pras.
"kau terlihat sangat lelah"
Pras menundukkan diri agar dapat melihat wajah Luna lebih dekat
Pras menyingkirkan rambut Luna yang menutupi wajahnya
Pras dapat melihat ekspresi Luna yang kelelahan ,dengan wajah polosnya luna tidur seperti seorang bayi
"Luna".
Pras membangunkan luna,Pras langsung menjauhkan wajahnya saat melihat pergerakan dari luna yang sepertinya sudah bangun
Luna mengeluarkan suara khas orang yang baru bangun tidur
Luna mengerjap ngerjapkan matanya ,guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya
Luna lalu menoleh, guna mencari siapa yang berani membangunkan dirinya yang sedang nyenyak tidur
"tidak bisakah kau membiarkan aku untuk istirahat,tubuhku benar benar lelah karena tadi siang kau tidak membiarkan aku istirahat"
Luna berbicara dengan nada kesal ,saat tahu ternyata pras lah yang membangunkan tidurnya
Pras berdiri sambil menatap Luna datar
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu membuat Pras pergi meninggalkan Luna ,Luna mulai duduk, dia bersandar di kepala ranjang ,Luna dapat melihat pelayan menyerahkan nampan berisi makanan pada Pras
"ini makanan nya tuan"
"baiklah,kau boleh pergi"
setelah mengatakan itu Pras kembali menutup pintu kamar
"kau harus makan malam dulu, setelah itu kau boleh melanjutkan tidurmu"
Pras berjalan kembali mendekati luna,lalu menyerahkan makanan itu kepada Luna
"tapi aku sedang tidak nafsu makan , aku lebih memilih untuk tidur saja "
tapi Luna tidak menerimanya ,Luna benar benar tidak nafsu makan sekarang ,Luna masih sangat mengantuk.
"aku tidak mau kau sakit hal itu akan sangat merepotkan "
karena Luna tidak menerima makanan yang ia berikan ,Pras lalu meletakkan makanan itu di atas meja kecil di sampingnya.
"aku bisa mengurus diriku sendiri"
jawab Luna kesal ,Pras mengatakan seolah kalau dia sakit Pras yang akan di repotkan
"aku tidak mau tahu,saat aku selesai mandi makanan itu harus sudah habis "
Pras beranjak meninggalkan Luna ke dalam kamar mandi ,Luna berteriak kesal dia mau makan atau tidak ,tidak ada yang memusingkannya ,walaupun ibu sering marah tapi tidak sampai seperti Pras
"dasar tukang perintah"
teriak Luna kesal dia tidak perduli Pras
mendengarnya atau tidak yang penting Luna meluapkan kekesalannya
Luna lalu turun dari ranjang mengambil makanannya kemudian dia duduk di atas sofa .Luna mulai menyendokkan makanannya kedalam mulutnya walaupun terpaksa .Luna sebenarnya memang lapar tapi rasa kantuk mengalahkan segalanya
Lima belas menit kemudian Pras keluar kamar mandi dengan menggunakan baju handuknya ,dia melihat Luna yang duduk di sofa dengan muka yang cemberut
"habiskan Luna"
Pras berucap saat melihat makanan di piring masih banyak, tapi Luna hanya diam tidak ada niat untuk makan
"aku sungguh tidak sanggup lagi Pras ,ini terlalu banyak"
Luna sudah benar benar kenyang karena sejak tadi dia makan sambil meminum air agar nasi yang ia makan dapat turun ke perutnya ,kalau tidak seperti itu Luna tidak akan sanggup untuk makan
"kau mau kemana"
Pras yang sedang mengambil baju di lemarinya bertanya, saat melihat Luna yang berdiri
"menaruh piring kotor ini di dapur"
Luna menunjukkan piring bekas makannya
"biarkan pelayan yang mengambilnya kau tunggu di sini"
Pras mulai memakai piyama tidurnya membuat Luna segera memalingkan mukanya dari Pras
"ini hanya sebentar tidak akan lama"
Luna berjalan menuju pintu kamar
"letakkan saja Luna"
ucap Pras cukup keras membuat Luna menyerah .Luna meletakkan piring itu kembali lalu segera menuju ranjang ,Luna menutup tubuhnya dengan selimut.