
hari ini aku berdiri di depan seorang laki laki yang akan menjadi suamiku...aku merasa sangat gugup, tanganku dingin dan gemetar
"Pras Jayadi Pratama apakah kau bersedia menerima Luna Aini Salsabila sebagai istrimu,mencintainya seumur hidup di kala senang maupun sedih apapun keadaannya "
pendeta melakukan upacara pernikahan kedua insan yang bernama Pras dan luna ada banyak orang yang hadir saat ini dalam pernikahan mereka, maklum laki laki yang menikah hari ini dari keluarga yang kaya dan dia adalah seorang CEO di perusahaan..
"ya, aku bersedia menerima Luna Aini Salsabila sebagai istriku. mencintainya seumur hidup di kala senang maupun sedih apapun yang terjadi"
dia mengucapkannya dengan begitu mantap dan tegas tanpa melakukan kesalahan sedikitpun ,laki laki yang menggunakan setelan jas berwarna putih itu ,tetap dengan ekspresi dingin dan wajah datarnya, sehingga tidak mengurangi sedikitpun kewibawaan dan ketampanannya.
"Luna Aini Salsabila apakah kau bersedia menerima Pras Jayadi Pratama sebagai suamimu ,mencintainya seumur hidup, di kala senang maupun sedih apapun yang terjadi"
giliran Luna ,dia merasa tegang dan takut karena banyak pikiran di kepalanya yang membuat dia takut .Luna adalah seorang yang sangat manis, tubuhnya kecil,memiliki kulit yang putih dan rambut hitam yang sangat panjang .
"ya ,aku bersedia menerima Pras Jayadi Pratama sebagai suamiku ,mencintainya seumur hidup di kala senang maupun sedih apapun yang terjadi"
dia berucap tanpa ada salah kata ,Luna menatap ke arah Pras dengan pandangan yang sulit di artikan
"sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri sekarang kalian di persilahkan untuk berciuman"
yah kamu pasti tau apa yang terjadi selanjutnya seperti biasa ...hal yang terjadi di pernikahan setelah orang orang menikah .
Luna tersenyum palsu, agar orang orang tidak mengetahui hal yang terjadi sebenarnya. bahwa dia, sedang bersedih .karena, pras dulu adalah mantan kekasih Luna , yang sudah menyakitinya. namun, karena pesan terakhir orang tua Luna sebelum mereka meninggal .maka ,Luna menuruti keinginan orang tuanya . ini semua dia lakukan demi orang tuanya
sebenarnya Luna lelah memasang wajah bahagia seharian, hanya untuk melancarkan pernikahan ini dan menutupi rasa sakit yang masih tertinggal di dalam hatinya .seandainya aku dari lahir memiliki raut wajah yang datar maka aku tidak perlu berakting, lihatlah Pras yang memang terlahir dengan muka cuek dan datarnya dia tidak perlu susah paya berakting hari ini.
Luna merasa lega karena sudah selesai dengan pesta pernikahannya itu artinya dia tidak perlu memasang wajah bahagia lagi ..dan dia dapat beristirahat dan membersihkan semua make up yang menumpuk di wajahnya ...
"ibu ,ayah dan kakak kami akan pulang"
Pras pamit dengan kedua orang tuanya serta kakak nya
"iya kalian hati hati di jalan ya nak "
ibu Pras tersenyum ke arah Luna ,Luna membalas senyuman ibu Pras ...Luna merasa masih canggung karena baru bergabung dengan keluarga mereka .
Pras bertanya pada ibunya
"apakah ibu langsung pulang ke Jepang"
ya begitulah keluarga Pras memang semuanya menetap di Jepang
"iya,saat libur tiba datanglah ke sana untuk berlibur"
"baik Bu"
setelah itu Luna dan Pras pamit untuk berangkat pulang ke rumah ,mereka berjalan menuju mobil Pras ,karena masih menggunakan baju yang di gunakan saat pernikahan tadi ,Luna agak kesulitan berjalan karena gaunnya yang panjang sehingga Pras geram di buatnya Pras langsung menggendong Luna masuk ke dalam mobil.
tak berapa lama mereka sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah .Pras menyuru Luna untuk turun dari mobil luna berencana untuk mengambil barang barangnya yang ada di dalam mobil tapi ternyata sudah ada seorang laki-laki yang membawanya ke dalam rumah .
luna mengikuti langkah Pras yang masuk ke dalam rumah ...Luna bingung ,di dalam rumah sebesar ini dia akan tidur di mana ...dan dia merasa akan pingsan jika harus membersihkan rumah ini sendirian .dia terus saja mengikuti Pras hingga sampai di dalam sebuah ruangan dan dapat di pastikan bahwa itu adalah kamar Pras
"maaf Pras ,kamarku di sebelah mana ya?"
dia ingin cepat cepat tidur dan membersihkan diri karena terus memakai gaun pernikahan membuatnya sangat tersiksa
Luna merasa Gugub dia kira Pras akan membiarkan nya tidur di kamar lain...tentu saja dia belum siap dan mungkin tidak ingin menyerahkan dirinya kepada seorang laki laki seperti Pras
"kau sangat pandai bercanda "
Pras melirik ke arah Luna dan mengatakan
"tentu saja aku tidak bercanda "
ini sungguh ide yang cukup gila ...Luna terus memutar otak agar bisa memiliki kamar sendiri tapi Pras malah mengatakan hal yang sukses membuat Luna melongo
"mulai kini kau harus memanggilku suamiku"
"aku tidak mau"
"kau ingin sungguh bodoh bagaimana bisa seorang istri memanggil suaminya dengan nama"
Luna kembali berfikir dan karena Luna sudah sangat geram dengan gaun yang dia gunakan maka dia memutuskan untuk tidak membuang buang waktu agar dia bisa cepat mandi
"hemm baiklah,tapi bisakah kau keluar sebentar karena aku ingin mandi "
karena dia tidak mungkin membawa baju ini ke kamar mandi
"buka lah aku akan mengalihkan pandanganku"
dia berbicara santai dan langsung duduk di ranjang tak lama setelah itu telpon Pras berbunyi dia malah mengabaikannya, Luna pikir Pras akan keluar dan mengangkat telpon itu
"aku berjanji tidak akan melihat"
Luna melepas gaunnya dan matanya masih mengawasi pras yang sedang memandang layar handphonenya dia berencana setelah melepas baju langsung lari ke kamar mandi
setelah kurang lebih 20 menit berada di dalam kamar mandi Luna akhirnya keluar dengan menggunakan handuk dan langsung mencari baju tidurnya di dalam koper dia melirik ke arah Pras yang masih sibuk dengan handphone nya ...setelah mendapatkan baju tidur Luna langsung masuk ke kamar mandi kembali ...
saat keluar dari kamar mandi ,Luna mengatakan kalau dia akan tidur di atas sofa dan Pras bisa tidur di atas kasur
"aku akan tidur di sofa sedangkan kau bisa tidur di kasur"
Pras menatap ke arah Luna
"kau dan aku akan tidur di kasur"
Pras mengucapkan itu dengan nada memerintah
"apa maksudmu?"
"sepasang suami istri tentu saja harus tidur satu ranjang"
"tapi kau kan tidak mencintaiku ,dan aku belum siap dengan resiko yang akan terjadi"
"kita akan tetap tidur satu ranjang dan tidak ada tapi tapian"
Pras meletakkan handphonenya di atas ranjang dan langsung beranjak pergi masuk ke kamar mandi ,Luna sangat kesal dengan sikap yang di tunjukkan Pras kepadanya .
Luna berencana untuk kabur ,tapi ternyata pintu kamar sudah Pras kunci ...jadi apa boleh buat dia harus tidur di kamar ini malam ini...