My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
24.pertengkaran



"kau bahkan membawa Kesya ke dalam masalah kita,padahal dia sama sekali tidak mengganggu.kau hanya mencari alasan agar dapat berpisah denganku.sehingga kau bisa menikah dengan Bima"


Pras membalikkan ucapan Luna sekarang . luna kesal dengan sikap Pras yang sangat menyebalkan .luna tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam otak Pras sehingga dia bisa berkata begitu"


"aku tidak serendah itu Pras,kalau aku sudah memiliki komitmen maka aku tidak akan melakukan hal itu"


Luna tidak mau di sudutkan karena masalah ini .Luna tidak mau di anggap rendah padahal dia sudah menikah tapi masih mau dengan laki laki lain Luna bukan tipikal orang seperti itu.


"jangan belagak sok suci Luna ,kalau kau memang menjunjung tinggi pernikahan ini ,kenapa kau tidak mau melakukan kewajibanmu?"


Pras mendecih,Pras merasa apa yang di ucapkan dan yg Luna lakukan berbeda .saling bertolak belakang.


Pras jadi membenci sikap sok baik dan sok suci luna.


kalau memang Luna menjunjung tinggi pernikahan mereka .kenapa Luna tidak mau melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.kalau untuk memasak dan membantu Pras memang sudah Luna laksanakan dengan baik.untuk urusan selain itu Luna tidak mau .


hal itulah yang membuat Pras benci padanya .


"kenapa kau menghinaku Pras kau tahu aku belum siap "


Luna menatap Pras dengan perasaan sedih.dia kecewa dengan sikap dan ucapan Pras yang merendahkan dirinya .


"wanita sepertimu memang pantas mendapat hinaan seperti itu"


Pras berujar dengan nada yang mengerikan ,bukannya minta maaf pada Luna dia malah merasa tidak bersalah .


"kalau begitu ceraikan aku"


Luna tidak mau terus terusan dihina oleh Pras .Dia bisa hidup sendiri .Luna tidak mau harga dirinya terus di injak injak .mentang mentang dia menumpang di rumah Pras .Pras bisa melakukan apa saja pada dirinya .


Luna lebih baik pergi menjauh.luna bisa membesarkan anaknya sendiri . luna merasa bersyukur saat Tuhan mengambil orangtuanya dari sisinya dan Tuhan masih memberikan anugrah ,yang dapat Luna jadikan alasan untuk tetap hidup .


"Baiklah aku akan mengurus semuanya ,yang harus kau tahu aku sangat menyesal menikah dengan wanita sepertimu.sangt munafik.


setelah mengatakan itu Pras pergi meninggalkan Luna yang menatap sedih ke arah danau .dia memegang perutnya dengan lembut .


"maafkan ibu, kau akan terlahir tanpa ayah nak"


Luna merasa bersalah pada anaknya karena anaknya belum lahir ke dunia sudah harus berpisah dengan ayahnya .Luna merasa menjadi wanita paling bodoh karena tidak bisa mempertahankan pernikahannya.


Luna keluar dari kamar mandi.luna lalu membuka lemari untuk mengambil baju ganti .Luna memilih menggunakan baju kaos panjang dan celana dasar hitam panjang dan sweater .Luna pikir udara malam sangat dingin hal itu tidak baik untuk kesehatannya dan janinnya .


setelah selesai Luna menyisir rambut .Luna lalu turun ke lantai bawah saat ini dia sedang menuruni tangga .dia berniat untuk keluar makan malam ,dia sangat ingin makan di restoran Sunda.


mungkin Luna sedang mengidam .Luna membawa uang secukupnya ,malam ini mungkin malam terakhir Luna berada di rumah ini ,Luna akan pergi meninggalkan rumah ini karena sebentar lagi dia akan bercerai dengan Pras .Luna sebenarnya ingin langsung pergi tapi dia harus membereskan barang barangnya terlebih dahulu .malam ini setelah pulang dari restoran Luna berencana membereskan barangnya.


Luna awalnya ingin langsung membereskan barangnya namun tiba tiba dia ingin sekali makan di restoran sunda.


Luna bisa saja meminta pelayan di rumah ini untuk memasakkannya makanan Sunda tapi Luna sadar bahwa dia bukanlah majikan di sini sejak hari ini .


jadi Luna pikir lebih baik ia makan di luar saja .lagipula Luna ingin menikmati pemandangan langit malam .sejak Pras mengatakan bahwa mereka akan bercerai Luna merasa hidupnya kembali seperti dulu bebas tanpa kekangan.


saat Luna melewati ruang keluarga Luna melihat Kesya yang juga sedang menatapnya .


Kesya sedang sendirian di sana dia sedang menonton tv.


Luna menatap Kesya datar.dia tidak mau berurusan lagi dengan Kesya ,terserah mereka mau menikah atau bagaimana.


Luna tidak mau perduli lagi,dia dan Pras sudah putus hubungan sekarang .walaupun di hati Luna ada perasaan sakit saat Pras setuju untuk bercerai.


jujur saja Luna mengucapkan semua itu karena Luna sedang emosi .


Luna tersadar dan melanjutkan langkahnya .saat mencapai gerbang para penjaga menghalanginya .


Luna tidak mengerti mengapa mereka melakukan hal itu ,bukankah mereka tidak perlu melarang Luna mau pergi kemana pun karena sebentar lagi dia bukan istri Pras.


"Anda mau ke mana nona Luna?"


tanya para penjaga mereka berbaris menghalangi jalan luna.luna bingung apa Pras tidak memberitahu mereka kalau mereka akan bercerai jadi mereka tidak perlu melarang Luna untuk pergi kemanapun.karena dia sekarang sudah menjadi orang biasa bukan seorang istri Pras Jayadi Pratama lagi.


"aku ingin pergi keluar sebentar "


jawab Luna cuek,mungkin mereka hanya bertanya saja itu pikir Luna.


"maaf nona Luna anda tidak boleh pergi tanpa pengawasan "


tiba tiba kepala pelayan sudah berada di belakang Luna Luna segera menatap ke arah pelayan.


"apa Pras yang melarang?"


Luna kali ini bertanya kepada pelayan.


"iya nona Luna".


mereka pasti belum di beri tahu Pras, pikir Luna.


kalau sudah pasti mereka tidak akan melarang Luna untuk keluar rumah.


"apa dia tidak memberitahumu suatu hal?"


Luna kembali bertanya untuk memastikan apa yang ia pikir benar .dia menunggu jawaban pelayan.


"tidak nona Luna".


Luna menganggukkan kepala tanda mengerti kalau seperti ini dia tidak akan bisa pergi .padahal anaknya sangat ingin makan masakan sunda.


"bik,aku hanya ingin pergi makan di restoran Sunda ,sebentar saja aku pasti akan kembali.kau lihat aku bahkan tidak membawa apapun jika aku mau kabur"


Luna menjelaskan alasannya ingin pergi kepada pelayan dan berharap pelayan akan mengerti.luna kembali memutar otak mencari jalan keluar agar dapat pergi.luna sudah terbayang bayang makanan Sunda yang ingin dia makan .hal itu semakin menguatkan niatnya untuk pergi.


"tapi tetap saja nona,anda tidak boleh keluar"


"bagaimana kalau kau menemaniku temani aku pergi ke sana"


kalau dia tidak boleh pergi sendiri ,maka Luna minta temani saja .


Luna melihat pelayan yang sedang berpikir .Luna tahu tidak mudah mengambil sebuah keputusan apalagi Pras sedang tidak berada di rumah ,Luna melihat mobil Pras pergi meninggalkan rumah beberapa menit sebelum ia memutuskan untuk keluar rumah .


kalau salah memutuskan maka mereka yang akan mendapatkan masalah.


"baiklah kalau begitu nona Luna ,tunggu sebentar aku akan menyuruh supir untuk mengantar kita"


Luna merasa begitu senang karena akhirnya dia jadi pergi ke restoran Sunda.


"iya cepat ya bik,aku sudah sangat lapar"


Luna mengelus perutnya ,orang yang melihat Luna pasti mengira kalau Luna sangat lapar ,padahal dia sedang mengelus anak yang da di kandungannya agar dapat bersabar karena sebentar lagi keinginannya akan segera terpenuhi.


"Baik nona"