
kepala pelayan berdiri dari kursinya dia berniat untuk menyusul Luna karena Luna sudah cukup lama pergi.
pelayan takut Luna kenapa Napa .
pelayan segera pergi ke toilet untuk mencari Luna .saat dia sampai di toilet tidak ada satu orangpun .
dia lalu berjalan keluar toilet kemudian dia memutuskan untuk pergi ke meja kasir kalau saja Luna masih mengantri di sana untuk membayar tagihan karena di sana cukup ramai.
tapi dia juga tidak menemukan Luna .
dia semakin panik sekarang.
"permisi, apa kau tadi melihat seorang wanita yang mempunyai rambut panjang lurus berwarna hitam mengkilap di sini?"
dia bertanya kepada salah satu pelayan yang kebetulan berada tak jauh darinya .mungkin saja dia melihat Luna .
pelayan tersebut seperti mengungat sesuatu .
dia menunggu jawaban dari sang pelayan restoran.
"Dia baru saja pergi dari sini di bawa seorang laki laki ,mereka melewati pintu belakang restoran kami"
jawaban pelayan tersebut membuat kepala pelayan berpikir ,siapa yang berani membawa Luna pergi.
apa mungkin Luna di culik?
"Bagaimana ciri ciri laki laki itu?"
dia memutuskan untuk kembali bertanya,mungkin saja dia mengenal laki laki itu.tapi yang dia ingat Luna tidak memiliki banyak teman laki laki bisa di bilang hanya Bima saja teman laki laki Luna.
"saya tidak tahu karena dia tadi menggunakan penutup kepala dan masker"
Lucas menggunakan jaket dan masker sehingga wajahnya tidak terlalu nampak .hal itu memang di sengaja oleh Lucas agar dia tidak tertangkap oleh anggota FBI .
"Baiklah terimakasih"
kepala pelayan segera pergi meninggalkan pelayan restoran itu .dia harus segera mencari Luna sebelum laki laki itu membawa luna terlalu jauh.kepala pelayan berlari keluar restoran.
"Kalian semua cepat cari nona Luna,dia menghilang"
teriaknya pada bodyguard yang berjaga di depan restoran .
mereka semua segera bergerak untuk mencari Luna.
sedangkan Luna dan Lucas sedang berlari untuk menuju mobil Lucas yang berada cukup jauh dari restoran .mereka terus berlari berharap cepat sampai ke mobil.
"Itu dia nona Luna"
teriak salah satu bodyguard .membuat yang lainnya langsung berlari untuk mengejar Luna .Luna segera di tarik kakaknya agar cepat, karena Luna sudah kecapean mungkin karena bawaan hamil muda.
kepala pelayan ikut mengejar.
sampai Luna dan kakaknya masuk ke dalam mobil .Lucas segera mengemudikan mobilnya dengan kencang meninggalkan bodyguard yang mengejar mereka .
"ayo kejar mereka"
teriak kepala pelayan ,mereka semua langsung menuju mobil untuk mengejar Lucas dan Luna .
Pras mendengar dengan saksama apa yang di katakan Jo .saat ini mereka sedang membuat rencana untuk menangkap anggota mafia.mereka semua sedang berkumpul di sini .
Pras terus berusaha untuk berkonsentrasi agar pikirannya tidak lari ke mana mana.
"Kita bahas ini sampai di sini dulu, nanti kita akan mengevaluasi kembali rencana ini agar lebih matang"
Jo mengakhiri pembicaraan mereka .Pras sejak awal hanya memasang wajah datar .
"Baik Jo"
mereka satu persatu meninggalkan tempat .Pras memilih tetap tinggal .dia menatap keluar jendela untuk menikmati pemandangan malam ini.
Pras mengingat kejadian sore tadi .saat dia bertengkar dengan Luna .
Pras merasa ada perasaan menyesal hinggap di hatinya karena mereka akan bercerai ,tapi Pras tidak bisa hanya di saja.dia harus memberikan Luna pelajaran atas sikap kekenak kanakannya tersebut .
mereka sudah sama sama dewasa .kalaupun Kesya menghina Luna , seharusnya Luna tidak membalasnya dengan kekuatan fisik.pras menyesalkan sikap Luna tersebut.pras juga merasa sakit hati saat Luna mengungkapkan bahwa dia tidak percaya dengan Pras.luna malah menuduh dia berselingkuh dengan Kesya .Pras tidak mau perduli lagi dengan apa yang di lakukan Luna .Luna selalu ingin hidup bebas jadi Pras memberikannya hidup bebas mulai sekarang .Pras pikir inilah jalan terbaik untuk mereka.
drt drt drt
suara handphone membuat Pras segera tersadar dari lamunannya dan mengambil handphone dari sakunya .
Pras melihat yang menelpon adalah kepal pelayan.
Pras segera mengangkatnya hal ini pasti berkaitan dengan keadaan rumah.
"Ada apa?"
tanya Pras ,dia menunggu jawaban dari seberang sana.
"Tuan Pras nona Luna di culik oleh anggota mafia"
Pras segera di serang rasa panik saat mendapat berita kalau Luna di culik mafia.
"Darimana kalian tahu kalau yang menculik Luna adalah anggota mafia"
Pras ingin memastikan bahwa benar atau tidak mafia yang telah menculik Luna .bisa saja anak buahnya salah, karena kalu memang anggota mafia yang menculik Luna maka nyawa Luna dalam bahaya.
"kami melihat dari jaket yang penculik itu kenakan ,disana terlihat jelas lambang para mafia"
kepala pelayan sempat melihat jaket laki laki tersebut sebelum mereka masuk ke dalam mobil.pras bertanya tanya kenapa ini semua bisa terjadi .tidak mungkin anggota mafia berani datang kerumahnya .pasti mereka pergi keluar.
"Dimana kalian sekarang?"
tanya Pras dengan tidak sabaran ,dia sungguh sangat panik perasaannya campur aduk semua hal yang terjadi sore tadi langsung terlupakan dari otak Pras.kini Pras sibuk memikirkan keadaan Luna.kemana mafia membawanya pergi,apa yang akan mereka lakukan pada Luna .kenapa mereka menculik Luna.semua pertanyaan itu memenuhi kepalanya.
"di jalan dekat jembatan lama tuan Pras,kamu saat ini sedang mengejar mobil mereka "
kepala pelayan menjelaskan keberadaan mereka saat ini ..mereka saat ingin mengejar mobil yang membawa Luna pergi .mereka tidak akan berhenti, jika mereka berhenti Pras pasti akan memenggal kepala mereka satu persatu jika kehilangan keberadaan Luna.
"Hidupkan GPRS handphone kalian agar aku dapat mengetahui keberadaan kalian .aku akan menyusul kalian sekarang"
perintah Pras kepada kepala pelayan Pras sudah mengecek GPRS yang ada di cincin Luna tapi saat Pras lihat keberadaannya malah ada di rumah mereka .Pras tahu kebiasaan Luna .kalau dia mandi dia pasti melepaskan cincinnya .Pras tidak tahu mengapa Luna memiliki kebiasaan seperti itu atau mungkin Luna takut cincin itu jatuh.
"Baik tuan Pras"
Pras segera berlari keluar ruangan dengan tergesah gesah .hal itu membuat jo dan anggota FBI lainnya menatap heran ke arah Pras .
"ada apa?"
Liam menghalangi jalan Pras ,kebetulan dia baru saja kembali dari toilet dia heran melihat wajah tegang Pras .mereka yang ada di sana juga langsung berdiri.mereka tahu pasti ada yang tidak beres yang terjadi pada Pras.
"menyingkirlah aku harus segera menyelamatkan istriku yang di culik oleh anggota mafia"
setelah menjelaskan dengan singkat Pras kembali berlari meninggalkan mereka .Dia harus cepat ,dia takut Luna kenapa Napa Pras harus sesegera mungkin menyelamatkannya .Pras tidak mau mengambil resiko terlalu banyak.
"apa"
Mereka semua terkejut mendengarnya .
"hey tunggu Pras "
teriak Hans .mereka semua lalu bergegas menyusul Pras sebelum ia pergi menjauh, mereka harus membantu Pras ,bukan hanya sebagai rekan dan teman tapi itu juga sudah kewajiban mereka untuk memberantas para mafia.