My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
16.luna pregnancy



Beberapa bulan kemudian


hari dan bulan telah berganti ,Pras dan Luna tetap menjalani hidup mereka seperti biasa tidak ada yang berubah ,pertengkaran kecil masih mewarnai kehidupan keduanya .luna juga menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik .


walaupun perasaan keduanya belum ada yang tahu satu sama lain .hanya saja Luna yang sekarang tidak lagi menolak keberadaan Pras. Luna mencoba ikhlas menjalani hidupnya ,lagipula kalau dia pergi dari sini dia tidak akan memiliki siapa siapa


hanya satu sikap Pras yang belum berubah adalah dia masih mengekang Luna .Luna tidak di perbolehkan keluar rumah tanpa pengawasannya


"selamat pagi nona Luna"


pelayan menyambut Luna yang baru turun dari tangga .Luna pagi ini hanya memakai pakaian santai ,Luna masih bekerja sebagai asisten Pras hanya saja Pras saat ini sedang berada di luar negri .


harusnya Luna ikut dengan Pras, tapi Luna tiba tiba saja sakit jadi dia di larang Pras untuk ikut dan jadilah Luna yang di kurung di rumah ini ,mungkin malam ini dia akan pulang.


"selamat pagi juga bik"


balas Luna pada pelayan ,Luna hari ini terlihat sangat ceria .entahla mengapa Luna sangat senang saat mendengar Pras akan pulang .Luna tidak tahu mengapa dia begitu merindukan Pras ,tapi Luna tidak mau mengakuinya


"sarapan anda sudah siap nona"


Luna segera menuju dapur untuk sarapan


"iya"


Luna duduk di meja makan lalu mulai memakan sarapannya


tidak butuh waktu lama Luna sudah menghabiskan sarapannya .


Luna lalu berdiri .pelayan melihat Luna yang beranjak dari kursinya pun bertanya.bukan pelayan mau mencampuri urusan majikannya .karena pelayan harus berada di samping Luna selama di rumah,itu pesan yang di berikan Pras, jadi dia harus mematuhinya


"Anda mau kemana nona Luna"


Luna menghentikan langkahnya ,Luna sudah biasa di tanyai oleh pelayan .mau ke mana?ingin melakukan apa?Luna tidak marah ataupun risih, karena dia tahu pelayan hanya melakukan tugasnya saja tidak lebih.


"kekamar aku ingin istirahat"


jawab Luna dia menunggu apa yang akan pelayan katakan lagi


"jika anda membutuhkan sesuatu ,jangan sungkan untuk memanggil saya"


"baiklah"


Luna kembali melanjutkan langkahnya ke kamar yang sempat tertunda tadi


saat di kamar Luna bingung mau melakukan apa dia menyalakan tv saja sambil duduk di atas ranjang .Luna juga sedang tidak mood untuk melakukan apapun hari ini


saat sedang santai menikmati acara menontonnya, Luna tiba tiba meras perutnya bergejolak tidak enak


Luna segera turun dari ranjang , menujunya kamar mandi karena dirinya ingin muntah


Hoek Hoek Hoek


Luna memuntahkan isi perutnya yang baru saja di isi tadi .Luna membasuh mulutnya dengan air ,lalu mengelap sisa air yang menetes, dengan telapak tangannya .


Luna kembali ke atas ranjang,Luna kali ini tidak duduk melainkan berbaring .perutnya masih terasa tidak enak.


Luna tiba tiba kembali ke kamar mandi


Luna kembali muntah tapi kali ini tidak ada yang keluar ,karena isi perutnya sudah habis.


Luna keluar dari kamar mandi dengan lemas karena tidak ada makanan yang tersisa di perutnya


Luna pikir apa dia masuk angin,Luna cukup merasa takut saat dia melihat iklan di tv iklan itu menunjukkan susu untuk program ibu hamil .Luna membuang pikiran negatif dari kepalanya .tidak mungkin dia hamil .dia dan Pras bahkan belum pernah melakukan hubungan suami -istri


tapi tiba tiba Luna merasa lemas saat ia ingat mereka pernah melakukan satu kali dan itu beberapa bulan yang lalu saat Luna kabur,Pras yang marah lalu berakhir dengan malam pertama di antara keduanya


Luna juga baru ingat hampir 3 bulan belakangan ini. dia tidak mengalami datang bulan .


Luna mencari kotak obat .sangat mudah menemukannya karena memang kamar Pras sangatlah lengkap


Luna mencari alat tes kehamilan .untung saja ada ,jadi Luna tidak perlu keluar rumah untuk membelinya ,lagipula dia bisa di curigai pelayan rumah kalau pergi membeli alat tes kehamilan .


Luna kembali masuk ke kamar mandi untuk menggunakan alat tersebut


sepuluh menit berlalu Luna keluar dari kamar mandi


Luna memegang kedua alat tes kehamilan tersebut dan hasilnya positif ,Luna hamil .


Luna sengaja menggunakan dua alat tes kehamilan sekaligus karena agar dia benar benar yakin ,Luna tidak tahu harus senang ataupun sedih sekarang.


perasaannya campur aduk .tapi tidak bisa di pungkiri luna sangat bahagia tapi di iringi dengan rasa takut apa Pras akan menerima kehamilannya.


Luna terlihat memikirkan sesuatu, Luna lalu mengganti bajunya, Luna segera keluar kamar Luna mencari kepala pelayan


"bik"


"ada apa nona Luna?"


tanya kepala pelayan pada Luna


"aku ingin keluar menemui temanku"


pelayan heran karena selama Pras pergi Luna tidak pernah mau keluar rumah


"baik nona Luna,apa anda ingin aku temani"


pelayan kembali bertanya pada Luna


"tidak usah, aku bersama supir saja"


"baik nona ,aku akan menyiapkan mobil untuk anda"


lalu luna mengikuti pelayan ,saat berada di depan rumah terlihat pelayan berbicara dengan supir itu ,Luna berada agak jauh dari mereka tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan .sampai sang supir masuk ke dalam mobil .dia mendekati Luna .


saat Luna masuk ,duabodyguard lainnya juga masuk .Luna tahu pasti dia tidak akan di izinkan untuk pergi sendiri


"nona ingin ke mana?"


supir tersebut bertanya kepada Luna kemana tujuan Luna


"antar aku ke rumah sakit,temanku bekerja di sana sebagai dokter jadi aku ingin menemuinya "


Luna menjelaskan tujuannya dan alasannya agar tidak ada yang mencurigainya .Luna sebenarnya ingin memastika apakah dirinya benar hamil atau tidak .


kalau dokter yang berkata Luna akan percaya .Luna masih sedikit ragu dengan alat tes kehamilan yang ia pakai tadi


"baik nona"


mobil itu melaju menuju rumah sakit .tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sana .Luna keluar dari mobil di ikuti oleh bodyguard


Luna berjalan mendahului mereka .Luna melangkah juga dengan cepat,bukan apa.luna hanya malu menjadi pusat perhatian karena kedua bodyguard itu .


"kalian tunggu di sini saja, aku ingin menemui temanku"


ucap Luna saat ia berada di depan ruangan dokter kandungan


Luna tentu saja berbohong dia bahkan tidak memiliki teman yang akrab dengannya .


Luna tidak ingin bodyguard itu mengetahui apa yang ia lakukan didalam sana


"baik nona"


mereka mematuhi apa yang Luna perintahkan .Luna lalu masuk ke dalam ruangan


"silahkan nona,anda ingin memeriksa kandungan atau ingin konsultasi tentang kandungan"


sambut dokter perempuan berambut pirang pada Luna.


Luna lalu duduk di kursi dan menghadap langsung dengan dokter bernama Jesi tersebut .Luna mengetahui namanya dari name tag yang tersemat di jas nya


"saya ingin memastikan saja,saya hamil atau tidak.saya sudah menggunakan alat tes kehamilan tapi saya masih ragu"


Luna menjelaskan maksud kedatangannya ke sini .dokter tersebut menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"baiklah, kalau begitu anda bisa berbaring di sana"


dokter itu berdiri dia mengarahkan agar Luna berbaring di atas ranjang yang ada di ruang tersebut Jesi mulai memeriksa Luna ,hingga 10 menit berlalu akhirnya iya selesai memeriksa Luna


"bagaimana?"


tanya Luna ,dia menantikan jawaban yang akan Jesi katakan


"selamat anda positif hamil,sekarang kandungan sudah memasuki usia tiga bulan,anda harus memakan makanan sehat seperti sayuran ,buah buahan dan juga susu anda juga harus datang ke sini setiap bulan untuk periksa kandungan"


benar,sekarang tidak salah lagi .dirinya benar benar hamil .dia mengandung anak Pras .Luna bingung harus bicara atau tidak pada Pras


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu ,terimakasih dokter "


Luna pamit pada dokter itu


"sama sama"


balas sang dokter dengan ramah, Luna berjalan meninggalkan ruangan itu .dia tidak boleh terlihat ada masalah .dia belum ingin orang lain mengetahui keberadaan anak dalam perutnya ini.


"kita langsung pulang"


perintah Luna pada bodyguardnya ,mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah.