
"tuan ,tuan jo dan yang lainnya sudah tiba"
Pras baru saja mau berdiri untuk menyusul Luna, tapi seorang pelayan memberitahu bahwa anggota FBI sudah datang ,membuat Pras tidak jadi menyusul Luna .
sedangkan Kesya hanya diam tidak memberikan respon sama sekali ,dia cuek saja.
"antar mereka ke ruang kerjaku"
perintah Pras pada pelayan tersebut .,Pelayan itu mengangguk mengerti
"baik tuan"
setelah mendapat perintah dari Pras ,dia langsung pergi untuk melakukan apa yang Pras perintahkan
"pelayan, ikuti luna kemanapun ia pergi,jangan biarkan dia sendirian "
kali ini Pras memerintah pelayan untuk mengikuti Luna menggantikan dirinya .Pras takut Luna akan kabur dari rumah karena amarahnya sedang menguasainya .
Pras juga marah karena Luna berbicara seperti tadi padanya.walaupun Pras tahu Luna sedang marah tapi dia tidak boleh bicara seperti itu seolah dirinya bisa menikahi banyak wanita.
"baik tuan Pras "
pelayan juga pergi meninggalkan mereka menyusahkan Pras dan Kesya .Pras tidak ada niat untuk membuka suara ,Pras tahu apa yang di ucapkan Kesya menyakiti Luna tapi dia harus mengesampingkan itu untuk sementara waktu, sampai Kesya selesai menceritakan semua rencana para mafia .
Pras mendorong kursi roda Kesya untuk menuju ruang kerjanya dengan hening.
"nona tunggu ,anda mau ke mana?"
pelayan terus mengejar Luna yang berjalan cepat ,tapi pelayan tidak berani menghentikan wanita yang berada di depannya itu pelayan tahu Luna masih sangat emosi mendengar kata kata yang di lontarkan Kesya tadi .wanita manapun pasti akan marah jika di bilang menjual diri
"berhenti mengikutiku bik"
Luna tidak menghentikan langkahnya ,Luna terus berjalan ,dia tidak menghiraukan pelayan yang mengikutinya
"maaf, saya tidak bisa melakukan hal itu"
pelayan tidak menuruti perintah Luna ,karena dia bekerja atas perintah Pras .
"katakan pada tuanmu yang terhormat itu untuk jangan mengganggu hidupku lagi"
Luna berucap dengan nada frustasi,luna masih merasa sangat kesal karena Pras sama sekali tidak membelanya walaupun di akui sebagai istri tapi untuk apa kalau Pras sendiri cuek saat ia di hina oleh orang lain.
"kau mendengar apa yang aku ucapkan tidak"
Luna menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap pelayan
dia ikut kesal dengan pelayan yang tidak mau berhenti mengikutinya ,pelayan menundukkan kepala ,Luna juga majikanny tapi dia tidak bisa melanggar perintah tuannya
melihat pelayan menunduk Luna mengambil kesempatan untuk berlari .Luna hampir saja keluar dari gerbang
"tahan nona Luna"
teriak pelayan saat melihat Luna yang berlari ,penjaga langsung menghalangi langkah Luna .dua orang penjaga itu memegang tangan Luna agar dia tidak bisa kabur.
"lepaskan ,apa yang kalian lakukan?"
Luna mencoba berontak tapi kekuatan penjaga itu lebih kuat dari Luna .mereka lalu menarik Luna untuk masuk ke dalam rumah .mereka sebisa mungkin untuk tidak bersikap kasar pada Luna
"aku ingin pergi dari sini ,jangan halangi aku"
teriak Luna frustasi saat penjaga itu membawa dia masuk ke dalam kamar .Luna menatap mereka semua kesal.
"maaf nona Luna ,kami hanya menjalankan tugas yang di berikan tuan Pras ,kami tidak berani melawannya"
pelayan sekali lagi meminta maaf kepada Luna ,pelayan lalu mengunci Luna di dalam kamar .Luna semakin bertambah kesal .karena di kurung di dalam kamar
"dasar Pras menyebalkan"
teriak Luna sangat kesal .tapi saat ia sadar bahwa dia sedang hamil .dia mengelus perutnya sayang .Luna ingat bahwa seorang ibu hamil ,harus mengendalikan emosinya .dia tidak boleh sering marah marah
"maafkan ibu ya"
"bagaimana kondisimu Kesya ?"
tanya Jo saat melihat Kesya dan Pras masuk ke dalam ruangan ,semua sudah duduk di sofa di ruang kerja Pras
"sudah lebi baik"
jawab Kesya,kesya memang tidak suka beramah tama dengan orang orang ,dia memang angkuh sejak dulu, hanya pada Pras lah dia bisa tersenyum karena Kesya memang mencintai pras
"baguslah,semoga cepat sembuh"
"bisa kita mulai pembicaraan ini"
Liam mengawali pembicaraan mereka
"baiklah,Kesya bisa kau jelaskan sekarang"
tanya jo
Kesya menganggukkan kepala tanda setuju
mereka saat ingin sedang kekurangan pasokan senjata ,malam harinya mereka akan melakukan pertemuan di gedung tua di pinggir kota di sana ketua Mahendra akan hadir
kalian pasti sulit menemukannya karena dia sering berpindah tempat, itu juga salah satu strategi agar dia tidak tertangkap
mereka akan membahas rencana pembunuhan salah satu pengusaha kelas atas, itu saja yang aku ketahui"
Kesya menceritakan semua hal yang ia ketahui mereka menyimak dengan saksama sambil memikirkan rencana apa yang harus mereka lakukan
"kapan mereka akan melakukan semua itu?"
Liam yang pertama kali bertanya pada Kesya mewakili mereka semua
"lima hari kedepan"
mereka semua sekarang harus memutar otak segera mungkin untuk mendapatkan strategi yang matang karena kesempatan ini tidak datang dua kali
dan di sana juga ada ketua mafia jika ketuanya bisa di tangkap, maka semua anak buahnya akan sangat mudah untuk di taklukkan
"kita harus membuat rencana secepat mungkin"
Jo membuka suara di balas anggukan kepala oleh mereka
"kau benar"
mikel yang sejak tadi diam baru membuka suara
"malam nanti kita bertemu di markas"
"baik Jo"
jawab mereka kompak kecuali Kesya yang memang tidak ada hubungannya dengan mereka
"terimakasih Kesya, untuk keselamatan ,kau tidak perlu khawatir ,kami akan menjagamu "
Jo menjamin keselamatan Kesya karena dia sudah memberikan informasi pada mereka walaupun dia adalah mantan anggota mafia
"Hm"
Kesya tidak terlalu mempermasalahkan masalah keselamatan ,dia bisa menjaga dirinya sendiri ,ada untungnya juga dia menjadi anggota mafia dia di ajarkan bermain senjata dan bela diri ,dia hanya menunggu kesembuhan kakinya setelah itu dia akan pergi dari sini dan melanjutkan hidupnya
"kami pergi dulu Pras "
pamit mikel pada Pras .mereka lalu keluar dari ruangan Pras .menyisakan Kesya dan Pras Pras membuk pintu juga untuk keluar
"antar dia ke kamarnya"
perintah Pras pada pelayan yang kebetulan lewat
"baik tuan Pras"
Pras berlalu begitu saja dari sana ,sedangkan Kesya di bawa pelayan menuju kamarnya
"di mana Luna?"
tanya Pras saat melihat kepala pelayan, dia langsung menanyakan keberadaan Luna
"di kamarnya tuan, maaf aku mengurung nona Luna di kamarnya tuan ,karena dia mu kabur tadi"
pelayan meminta maaf,tapi pelayan tahu Pras tidak akan marah kalau saat dalam kondisi genting ,dia harus mengambil keputusan sendiri ,Pras menghela nafas mendengarnya.
"mana kuncinya"
Pras meminta kunci kamar tersebut kepada pelayan ,Pras ingin menemui Luna sekarang .
"ini tuan Pras"
pelayan mengambil kunci dari saku celananya ,dia lalu menyerahkan kunci tersebut pada Pras
Pras kembali segera berjalan untuk menuju kamar ,tapi dia menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap pelayan
"oh ya,apa dia sudah sarapan?"
Pras bertanya seperti itu karena saat meninggalkan meja makan Luna sama sekali belum makan apapun
"belum tuan"
pelayan belum memberikan sarapan karena dia pikir Luna pasti tidak mau memakannya dan juga bisa saja Luna kabur saat dbuka pintu kamarnya .pelayan pikir sebentar lagi saja saat amarah Luna sudah reda "bawakan ke kamar sekarang juga"
Pras kembali memerintah pelayan untuk membawakan sarapan Luna .Pras sendiri yang akan memberikannya
"baik tuan"
pelayan segera pergi ,Pras lalu kembali melangkah
saat berada di depan pintu Pras memasukkan kunci ke dalam lubangnya ,Pras lalu memutarnya agar pintu dapat terbuka
kret...
pras membuka pintu dan beranjak masuk ke dalam .Pras mencari Luna yang ternyata sedang tertidur di atas ranjang .Pras mendekati istrinya tersebut .Pras lalu mengelus wajah Luna, dia lalu menatap Luna intens