
Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di depan gedung kantor milik Pras ,mereka masuk ke dalam kantor dengan Pras yang menggandeng tangan Luna .
Sebenarnya Luna merasa agak risih dengan perlakuan Pras kepadanya ,Luna berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Pras tapi Pras malahan semakin kencang menggenggam tangannya.
Belum selesai masalah kerisihannya dengan tingkah Pras, dia kembali di buat risih dengan tatapan para pegawai kantor yang terus menatapnya ...rasanya dia ingin segera keluar dari situasi ini ...Luna melihat ke arah Pras ternyata ekspresi Pras tidak berubah sama sekali, padahal mereka menjadi pusat perhatian ...
Luna tidak mungkin berlari dalam situasi seperti ini ....dia memutuskan untuk mengikuti langkah kaki Pras dan di sinilah mereka sekarang berada di dalam sebuah ruangan ...yang di yakini Luna sebagai ruangan pribadi pras...Pras langsung menuju meja kerjanya ,karena Luna merasa dia di abaikan maka ,dia memutuskan untuk duduk di sofa.Belum sempat dia menghela nafas lega menikmati empuknya sofa ,Pras sudah memanggilnya
"Luna ,kesini"
dengan hati yang panas ,Luna menjawab
"ada apa?"
Luna berjalan kearah meja Pras
"bantu aku memeriksa dokumen ini"
Pras menunjukkan dokumen yang ada di layar komputernya
"apa aku kau suruh berdiri sambil memeriksa dokumen ini?"
ia bertanya pada Pras, tentu saja dia tidak ingin berdiri terus sambil memeriksa dokumen itu ,kakinya bisa copot.
"kau duduk saja di sini"
Pras menyuruh Luna untuk duduk di pangkuannya,yah kalian pasti tau jawabannya apa
"aku tidak mau Pras ,kau jangan macam macam ."
Luna menolak keras perintah Pras
"oh ayolah Luna sebentar saja ,kau hanya harus memeriksa dokumen itu sebentar. Setelah itu, kau boleh duduk atau tidur sekalian di sofa itu"
tanpa menunggu Luna menjawab Pras langsung menarik Luna ke dalam pangkuannya ,Luna berusaha melepaskan pelukan Pras tapi ,dengan cepat Pras mengunci pergerakan luna dengan cara memeluknya
"hei bodoh karyawanmu bisa melihat kita ,tidak baik seperti ini di kantor"
Luna benar benar geram ,sekaligus malu di buatnya ,pipinya terasa panas ...
"kalaupun mereka melihat ,ya tidak apa apa, kita ini kan suami istri jadi wajar wajar saja"
Pras kembalikan sibuk dengan pekerjaannya mengabaikan Luna yang terus mengomel
"jika kau ingin cepat lepas ,maka kau harus cepat menyelesaikan pekerjaanmu"
Pras berbisik di telinga Luna ,Luna pun mulai mengerjakan tugasnya ,dia mulai membaca tulisan yang ada di layar komputer ,sejenak dia teringat akan kakak laki laki nya yang sekarang entah di mana...dan lagi ,dia merasa lebih senang bekerja di tokoh bunga dari pada bekerja bersama Pras.
Luna menganalisis dokumen itu hampir satu jam, hingga akhirnya dia menyelesaikan tugasnya .
"selesai"
Luna berteriak agar Pras segera melepaskan dekapannya ,Pras kan sudah berjanji jika dokumennya selesai di analisis ,maka dia akan bebas
"sayang ,mulai sekarang kau harus menggilku seperti itu,jika di depan rekan Bisnisku kau harus memanggilku suamiku,kau paham"
seenak jidatnya saja menyuruhku ,bisanya cuman memerintah orang saja, gerutu sakura
"aku tidak mau"
"oh jadi seperti itu ,itu terserahmu saja ,kalau kau mau ku dekap seperti ini sampai pulang kerja, ya silahkan"
"baikla Suamiku ,sekarang lepaskan aku"
Luna merasa sangat malas berdebat dengan Pras hari ini lagian sofa yang ada di sudut ruangan itu sangat menggoda ,membuat dirinya merasa semakin mengantuk jadi dia memilih untuk mengalah dan membiarkan Pras menang kali ini
setelah mendengar ucapan yang di lontarkan Luna, Pras langsung melepaskan dan Luna langsung berlari menuju sofa ,Luna merasa sangat lega ,dia bisa segera beristirahat di sofa ini.
"Luna"
hal yang luna syukuri tidak berlangsung lama Pras kembali memanggilnya
"astaga Pras apalagi?"
"buatkan aku minum"
Luna merasa sangat geram dengan kelakuan Pras namun akhirnya dia memutuskan menuruti perintah Pras
"di mana dapurnya"
Luna bertanya lalu berdiri
"saat kau kelu,ar ruangan kau hanya perlu belok kanan, di sana ada dapur kantor"
tanpa banyak tanya, Lum langsung memutuskan untuk pergi ke luar ruangan meninggalkan Pras yang masih sibuk dengan pekerjaannya .setelah Luna berbalik, Pras menatap punggung Luna dan tersenyum, karena dia sudah berhasil memerintah istrinya yang keras kepala itu .
setelah beberapa menit berlaru, Luna kembalikan dengan membawa segelas kopi menggunakan nampan ,Luna meletakkan kopinya di atas meja ,Pras menatap Luna dengan tatapan curiga
"sekarang kau minum kopi itu"
Pras merasa kalau Luna mengerjainya
"kau saja yang minum, kan tadi kau yang minta "
Luna sangat tidak menyukai kopi ,selain rasanya pahit, kopi dapat membuat Luna pusing
"kau coba dulu ,baru nanti aku minum"
karena merasa kesal dengan tingkah Pras Luna berteriak pada Pras
"kau--"
"ah sudahla aku sudah tidak berselera meminum kopi itu"
Luna benar benar kesal dengan tingkah Pras ,Luna tetap membiarkan kopi itu di atas meja Pras ,Luna sudah capek membuatnya tapi Pras malah tidak meminumnya .Luna kembali ke sofa dan tidur dengan wajah kesal sedangkan Pras merasa puas karena sudah berhasil mengerjai Luna.
waktu terus berlalu ,Luna malah tidak jadi beristirahat di sofa karena Pras terus memberikan tugas padanya .Luna merasa sangat lelah seharian ini .Pras tidak membiarkan Luna beristirahat dengan tenang selalu saja ada tugas yang harus Luna kerjakan ,Luna hanya di beri waktu istirahat saat jam makan siang .
Luna telah melaksanakan semua perintah pras hingga dia melirik jam yang ada di meja Pras, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ,itu tandanya Luna sudah selesai bekerja hari ini
"ayo pulang"
Pras mengajak Luna pulang sambil membawa tas kerjanya
lalu Luna berdiri sambil merapikan gaunnya
Luna sangat ber,semangat untuk pulang karena dia sudah merasa sangat lelah
Luna dan Pras sudah keluar dari ruangan dan menuju lantai dasar
"tuan Pras "
panggil seorang karyawan Pras yang bernama Jeremi ,yang membuat langkah mereka terhenti ,Pras dan Luna menoleh ke arah sumber suara .saat ini mereka sudah di lantai dasar dan menuju pintu keluar .
"ada apa Jeremi"
tanya Pras pada pegawainya yang bernama Jeremi tersebut
"Anda di tunggu tuan jo ,katanya ada hal yang penting "
Pras menatap Luna ,Luna yang tidak paham apa apa hanya diam saja
"Luna kau pulang duluan saja, nanti aku menyusul"
"baik"
Luna memutuskan untuk tidak memperpanjang waktu ,karena dia juga tidak tertarik dengan pekerjaan Pras ,lagian dia sudah sangat lelah dan segera ingin tidur
"antar dia pulang"
perintah Pras pada supirnya
"baik tuan "
Luna dan supir pergi meninggalkan Pras dan Jeremi ,mereka pulang dengan menggunakan mobil pribadi Pras .Pras baru beranjak pergi setelah mobil yang di tumpangi Luna menghilang dari pandangan nya .