My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
22.perdebatan yang sengit



"sudahla lupakan ,dan aku tidak pernah menyuruhmu untuk memperhatikanku"


Luna mulai kembali marah saat Pras menggunakan nada tinggi saat berbicara dengannya .


"kau benar benar tidak tahu terimakasih ,aku sudah berlaku baik padamu selama ini ,tapi apa yang kau lakukan ,jika kau tidak bersamaku mungkin kau sudah menjadi gelandangan di luar sana"


Pras semakin marah karena Luna semakin menentangnya ,Pras tidak sadar bahwa ucapannya akan membuat Luna semakin marah.


"aku tidak pernah memintamu untuk mengasihani ku Pras,bahkan aku tidak sudi menikah denganmu"


Luna membalas ucapan Pras dengan rasa marah yang menggebu gebu ,Luna tidak mau di remehkan oleh Pras ,Pras seolah mengatakan kalau dirinya tidak akan bisa hidup tanpa belas kasih dari Pras .tentu saja Luna tidak terima.


"terserah kau saja ,sekarang aku tidak akan mengurusi hidupmu lagi ,kau mau melakukan hal apa aku tidak akan peduli"


Pras mengeluarkan semua amarahnya yang terpendam pada Luna ,Luna hanya diam mendengar apa yang pras katakan.


setelah melontarkan semua amarahnya Pras pergi meninggalkan Luna,lalu menutup pintu dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang keras .Luna hanya dapat menatap pintu yang tertutup itu dengan menghela nafas.


Luna menatap ke luar jendela,sekarang hari sudah sore ,Luna melihat ke arah langit .


matahari pun sudah hampir menenggelamkan diri.


Luna sangat menyukai pemandangan sore ,saat Luna masih sekolah dia selalu senang menatap langit sore bersama Bima di atas pohon.


Luna saat ini sedang bosan ,Luna beranjak dari sofa untuk keluar kamar.


Luna berjalan keluar menuju taman .Luna melangkahkan kakinya menginjak rerumputan taman ,dia memilih untuk menenangkan diri di taman belakang rumah .


sore ini Luna tidak melihat ada tanda tanda Pras di rumah ,mungkin Pras masih mara padanya.


Luna tidak ingin ambil pusing dengan apa yang terjadi antara dirinya dan Pras .


Luna berdiri di dekat danau buatan di taman itu .tangan Luna perlahan turun ke bawah mengelus lembut perutnya .


Luna juga tersenyum .


"ibu sangat menyayangimu ,cepatlah besar agar kau bisa cepat bermain bersama ibu ...sekaligus dapat menemani ibu"


Luna berbicara pada dirinya sendiri ,Luna sungguh tidak sabar menanti kehadiran buah hatinya yang baru berumur beberapa bulan itu .Luna ingin cepat cepat menimangnya .


"wah... lihatlah si miskin, sedang menghayal ingin memiliki anak dari Pras ,tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi.


karena tidak mungkin Pras mau memiliki anak dari wanita sepertimu , dan juga kalian tidak saling mencintai ata mungkin kau yang sudah mulai mencintai Pras"


tiba tiba Kesya muncul ,Luna mengalihkan pandangannya ke Kesya .


Kesya sedang mengayuh kursi rodanya agar dapat berjalan .


Kesya menatap Luna dengan tatapan mengejek .


membuat Luna tidak habis pikir dengan orang seperti Kesya ,sudah di tolong tapi masih saja bersikap angkuh.


Luna berpikir mungkin Kesya tidak memiliki sahabat ataupun teman dekat katena sikapnya yang seperti ini .


saat sekolah dulu ,Kesya memiliki banyak teman tapi sayang teman temannya hanya para penjilat. mengingat Kesya adalah anak orang kaya .tidak ada yang tulus berteman dengannya .


"kau seperti dukun Kesya,kau seakan tahu apa isi hati kami sebenarnya ,bagaimana kalau tebakanmu itu salah?"


Luna melepaskan tangannya dari perut dan membiarkan tangannya menggantung di udara .


Luna tidak habis pikir dengan orang seperti Kesya yang seakan tahu tentang apa yang di rasakan pras terhadapnya .


"mana mungkin aku salah"


Kesya begitu yakin dengan apa yang di pikirkannya .


Luna malah membalas dengan senyuman mengejek.


"Benarkah,lalu kalau tebakanmu itu benar apa yang akan kau lakukan ,kau tidak akan pernah bisa mengubahnya .aku akan tetap menjadi istri Pras"


Luna tidak menyangkal ucapan kesya,tidak juga membenarkannya .


Luna mengatakan seakan hanya dia yang akan menjadi istri Pras .Luna mengatakan semua itu karena ingin memanas manasi Kesya.


"kau sangat percaya diri ternyata,bahkan kau berani mengatakan bahwa Pras tidak akan pernah menceraikanmu"


Kesya tidak mau kalah ,dia masih berusaha untuk mengalahkan luna dalam perdebatan ini ,Luna juga tidak akan mau mengalah ,dia akan tetap teguh dengan apa yang dia katakan sampai kesya mengakuinya sendiri


"aku yakin Pras tidak akan menceraikanku,karena Pras sendiri yang mengatakan kalau seorang pras hanya menikahi wanita satu kali dan itu adalah aku..sekarang kau mau apa hah?"


Luna mengucapkannya dengan percaya diri agar dapat meyakinkan Kesya ,Luna menyeringai saat melihat Kesya yang terdiam .


"kau ini sangat menyedihkan Kesya ,kau dulu mungkin bisa menghinaku karena aku miskin ,tapi sekarang yang aku tahu kau juga miskin sepertiku ,perusahaan ayahmu bangkrut karena terlilit hutang dan mereka juga meninggalkanmu sendirian di dunia ini ,kita hampir sama sekarang tapi ada yang berbeda di antara kita ,pertama sikap kita dan ada lagi yang tidak bisa kau miliki yaitu Pras karena dia sudah memilih hidup denganku"


Luna kembali berucap untuk membungkam mulut Kesya yang sangat sombong dan angkuh itu.


dia memanfaatkan itu untuk membuat suasana berbalik. dia melakukan ini agar Kesya tidak berani lagi menghinanya.


Luna sedikit mendengar tentang Kesya dari pelayan di rumah ini .mungkin dulu saat pacaran dengan Pras ,kesya sering datang ke rumah ini . Mungkin mereka tahu tentang cerita keluarga Kesya dan juga mendengar dari percakapan Pras dan Kesya.


Luna juga tidak terlalu mau mengurusi hidup orang lain jadi dia tidak terlalu banyak tahu.


"jangan pernah berpendapat tentang hidupku,karena kau sungguh tidak pantas"


Luna mendengus mendengarnya apa dia tidak salah dengar ,Luna tidak pantas ?yang benar saja .


Kesya saja berani mengkritik tentang hidupnya tapi saat Luna balik mengkritik, Kesya malah tidak suka.


dia tidak mau di hina ,tapi dia sendiri menghina orang lain.


"kau melarangku untuk mengomentari hidupmu .tapi kau sendiri malah mengomentari hidupku .jadi aku rasa kita impas.aku masih berbaik hati untuk tidak mengataimu ******* karena mau merebut suamiku.


Luna tidak menuruti perintah Kesya .dia malah merasa berhak membalas apa yang Kesya lakukan padanya .


Luna kembali menghina Kesya, sudah cukup selama ini ia yang di hina ,tapi tidak dengan kali ini ia akan menghina Kesya juga .


kesabaran seorang pasti ada batasnya .


Kesya semakin geram saat luna mengatainya seorang ******* .


Luna merasa impas bukankah kemari kemarin Kesya yang mengatai Luna ******* sekarang sebaliknya.


"kau berani sekali menghinaku"


Kesya menatap Luna marah Luna tersenyum mengejek ke arah kesya .


"kenapa tidak,bukankah itu yang kau lakukan padaku ,aku hanya menyarankan saja Kesya lebih baik kau menyayangi dirimu sekarang ,karena takutnya kau akan sakit hati melihat aku dan Pras ,nanti bisa bisa kau bunuh diri"


Luna kembali mengejek Kesya, ada gunanya juga dia menjadi istri Pras ,jadi dia bisa membalas Kesya karena yang Luna tahu Kesya sangat mencintai Pras.


"itu sangat bukan seorang Kesya ,mungkin itu kau, karena kau adalah orang yang lemah"