
Luna perlahan membuka matanya,dia merasa nafas hangat menerpa kulit lehernya .
Luna melihat Pras yang tertidur lelap .
Luna sejenak menatap wajah laki laki yang sekarang menjadi suaminya itu .
Luna menyingkap selimutnya ,luna turun dari ranjang, dia melihat ke arah jam dan ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam .
Luna tidak menyangka kalau dia bisa tidur selama itu ,padahal dia hanya ingin menemani Pras tidur saja, tidak sadar hingga dia tertidur juga selama itu
Luna tidak perduli ,dia turun ke lantai bawah lebih tepatnya ke dapur,Luna terbangun karena perutnya sangat lapar .wajar saja Luna lapar, karena saat makan siang dia hanya makan mi saja dan belum makan malam
saat memasuki dapur ,suasana hening tanpa suara menghampiri Luna karena jam seperti ini para pelayan sudah tidur semua,hanya penjaga rumah saja yang berjaga.
Luna membuka lemari pendingin mencari makanan yang bisa ia makan
Luna melihat seluruh isinya ,Luna tidak menemukan apapun selain bahan makanan mentah ,Luna masih sangat mengantuk untuk memasak
Luna kembali menutup lemari pendingin itu .dia beralih membuka lemari untuk mencari mi cup instan .
Luna lega ,akhirnya dia bisa menemukan makanan juga ,Luna lalu mengambil satu mi cup dan menyeduhnya dengan air panas ,Luna menunggu sebentar .
mata Luna kagum saat melihat pemandangan di luar ,dari jendela kaca besar yang ada di dekat meja makan .langit malam ini di penuhi bintang yang sangat banyak, Luna lalu mempunyai ide ,dia lalu membawa mi cup yang dia seduh tadi.
Luna membuk pintu belakang
Luna lalu berjalan keluar,,Luna duduk di kursi taman belakang dan mulai menikmati mi cupnya sambil menatap ke langit .
Pras perlahan membuka matanya .
dia merasa sangat haus ,jadilah dia terbangun .
Pras menoleh ke samping ,dia tidak menemukan Luna ,Pras meneguk air yang kebetulan berada di atas meja di sampingnya
Pras berdiri walaupun lengannya masih sakit ,Pras harus mencari Luna
Pras takut Luna meninggalkannya,
ini juga sudah menunjukkan pukul 22:20 malam
Pras membuk kamar mandi, Luna tidak ada di sana ,Pras lalu turun ke bawah untuk mencari Luna
"Luna"
Pras memanggil nama Luna tapi tidak ada sahutan
Pras mencari Luna ke seluruh ruangan tapi hasilnya nihil
Pras mulai panik sekarang
hampir saja dia menyuruh penjaga untuk mencari Luna ,saat matanya tidak sengaja melihat siluet Luna dari balik jendela besar
Pras segera keluar untuk memastikan bahwa itu memang Luna atau bukan
Pras langsung memeluk tubuh Luna dengan erat yang sedang berdiri sambil menatap ke arah langit .ia tidak menghiraukan rasa sakit pada lengannya .yang terpenting dia ingin memeluk istrinya
Pras dapat merasakan tubuh Luna yang menegang .Luna mau melepaskan pelukan itu tapi Pras tidak mau melepaskan.luna lalu membiarkan Pras untuk memeluknya dia takut luka Pras akan sakit saat dia menarik tangan Pras secara paksa
"kau membuatku kaget Pras"
Luna tahu siapa yang memeluknya tanpa melihat wajahnya,dari lengan yang di perban dan aroma tubuh Pras, Luna bersama Pras cukup lama jadi dia masih ingat dengan aroma tubuh Pras
"kenapa kau tiba tiba melakukan hal ini"
Luna heran dengan sikap Pras yang bisa di bilang cukup manja
"aku mencarimu sejak tadi,aku terbangun tapi kau tidak ada di sampingku aku pikir kau akan meninggalkan aku lagi"
jawab Pras sambil menghirup dalam dalam aroma tubuh Luna .aroma tubuh Luna sudah menjadi candu bagi Pras .dulu setiap hari Pras akan menyempatkan diri untuk memeluk Luna kapanpun.
"aku lapar ,jadi aku kedapur untuk makan ,tapi aku tidak menemukan makanan ,jadilah aku memakan mi cup saja dan aku melihat pemandangan dari jendela membuat aku ingin melihatnya ,aku begitu menikmatinya sampi lupa waktu"
Luna menjelaskan alasannya pergi meninggalkan pras yang sedang tertidur
"kenapa kau tidak membangunkan pelayan untuk meminta di masakkan"
apa guna mempunyai pelayan banyak bila Luna masih memakan makanan instan seperti sekarang .
pemikiran Pras berbeda dengan luna dia tidak mau menyusahkan orang lain walaupun itu adalah seorang pelayan.
"aku tidak mau merepotkan orang lain"
Pras menghela nafas pasrah mendengar Luna tidak mau merepotkan orang lain
"sekarang ,ayo masuk nanti kau bisa sakit.udara malam tidak baik untuk kesehatan"
Pras melepaskan pelukannya pada Luna ,dia menarik tangan Luna untuk masuk ke dalam rumah.luna hanya mengikuti Pras saja .
Pras terus menggandeng tangan Luna sampai berada di dalam kamar.luna melepaskan tangan pras,saat ini Luna membantu Pras untuk berbaring,
Luna lalu ikut berbaring di samping Pras.
Luna perlahan membuka mata ,Luna mengerjap ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya ,hal pertama yang Luna lihat adalah pras yang keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya.
"kau akan ke kantor?"
tanya Luna.tidak mungkin pras bangun sepagi ini kalau bukan dia ingin pergi bekerja .Luna turun dari ranjang ,kaki telanjangnya menyentuh lantai yang dingin .
"iya"
jawab pras,dia mengusap rambut nya yang basah dengan handuk kecil yang ada di tangannya
"apa kau sudah sehat?"
"iya aku sudah sehat"
barulah Pras menjawab pertanyaan Luna dengan benar bukan hanya sebuah gumman
"tunggu aku,aku akan bersiap"
kalau sudah seperti ini mau tak mau Luna harus berada di samping Pras ,lagipula dia bekerja sebagai asisten pras sekarang .
Luna dengan cepat masuk ke kamar mandi meninggalkan Pras yang beranjak membuka pintu lemari di mana semua pakaian dan jasnya untuk bekerja tersedia di sana.
lima belas menit Luna sudah keluar dari kamar mandi dengan baju handuk dan rambut yang masih basah
Luna melihat Pras yang kesusahan memasang kancing kemeja,setelah selesai Luna juga memasang dasi untuk Pras
Pras terkejut dengan sikap Luna yang begitu perhatian padanya ,apa karena dia sedang sakit saja.pras berharap sikap Luna tidak berubah saat dia sudah sembuh
setelah selesai barulah Luna bersiap untuk dirinya sendiri .
"Luna"
panggil Pras pada Luna ,sat ini mereka sedang sarapan ,Luna yang duduk di depan pras sibuk dengan sarapannya sendiri
"Hm"
gumam Luna ,dia sedang lapar, jadi ia sangat menikmati makanannya
"tanganku masih sakit"
Luna menghentikan makannya ,dia tahu apa maksud pras Luna meneguk air minum .Luna berdiri ,lalu duduk di samping Pras
"kau terpaksa Luna?"
Pras bertanya saat melihat wajah Luna yang tidak ikhlas menyuapinya
"tidak Pras"
luna bukan apa ,dia hanya malu saja di lihat oleh pelayan yang ada di sana
"buka mulutmu ,cepat"
Pras dengan senang hati menuruti perintah Luna .Luna menyuapi Pras .Pras menikmati makanannya ,hanya dengan cara ini dia bisa mendapatkan perhatian Luna
sebenarnya lengan Pras sudah mendingan tidak terasa sakit lagi ,hanya sesekali saja.