My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
15 .normal story



Pras dan Luna sedang duduk di ruangan Pras,Luna saat ini sedang membantu Pras menyelesaikan pekerjaannya .Pras tersenyum tipis saat melihat Luna yang sangat serius melakukan pekerjaannya .


Luna sejak tadi tidak henti hentinya membantu Pras .dia terus menerus menanyakan apa yang bias ia kerjakan


tok tok tok


"masuk"


jawab Pras .Luna tidak memperdulikan, karena dia masih sibuk dengan pekerjaannya


"permisi tuan"


Luna hanya melirik siapa yang masuk ke ruangan Pras


"ada apa Niko"


tanya Pras ,Pras tahu ini berkaitan dengan peristiwa penembakan kemarin


"Jo sedang menunggu anda tuan"


Benar,jika Jo sudah mencarinya pasti ini ada kaitannya dengan penembakannya


"baiklah"


Pras berdiri dari kursinya ,dia mulai berjalan .


Luna tidak mau tahu ataupun bertanya pras mau kemana


"tunggulah di sini Luna"


ucap Pras saat melewati Luna yang masih sibuk dengan pekerjaannya


"iya"


jawab Luna tanpa menoleh ke arah Pras .Pras dan Niko kembali melanjutkan langkah mereka keluar ruangan


Pras masuk ke dalam mobil ,saat ingin mereka akan pergi ke markas FBI, Jo bilang pada Niko bahwa mereka sudah menangkap siapa pelaku penembakan pras


kali ini Niko yang membawa mobil mengingat lengan Pras belum sembuh sepenuhnya .


Pras tidak sabar melihat siapa yang sudah berani melukainya ,maka jangan harap dia bisa lolos dari dirinya


tak lama mereka sampai di gedung FBI, Pras turun di ikuti oleh Niko


"Pras"


sambut jo yang kebetulan ada di sana .


mereka berdua berjalan sedangkan Niko menunggu tuannya .dia tahu itu merupakan urusan Pras


"dimana pelakunya"


tanya Pras tanpa basa basi ,Pras tidak sabar melihat siapa yang berani menembak dirinya.


Pras hanya mengikuti langkah kaki Jo saja


"dia sudah berada di dalam penjara"


dia akan di interogasi terlebih dahulu ,baru nanti dia akan di bawa ke markas pusat FBI "


Jo menjelaskan kepada Pras dimana keberadaan pelaku.saat baru di tangkap mereka akan di penjarakan di markas FBI dulu baru setelah itu akan di kirim ke markas pusat


"kapan kalian menangkapnya"


Pras kembali bertanya pada Jo


"saat Niko memberi tahu kami ,kami semua langsung bergerak agar dia tidak bisa pergi terlalu jauh.walaupun butuh sedikit waktu untuk menangkap mereka ,kau tahu kan bagaimana lihainya mereka"


Pras mengerti dengan apa yang Jo ucapkan ,memang tidak mudah menangkap anggota mafia yang sangat lihai ,Pras tahu mengapa FBI mengambil rencana untuk menangkap dengan cepat ,mungkin karena jika ia sudah sedikit jauh, maka dia akan mengajak anggota yang lebih banyak lagi dan akan membuat anggota FBI kewalahan


mereka berhenti di sebuah pintu yang terbuat dari baja ,Pras meletakkan sidik jarinya untuk masuk ke dalam ,begitulah penjara yang ada di markas FBI tidak akan ada yang mudah masuk ke sana dan juga penjara itu menggunakan pintu baja ,mengingat semua penjahat di FBI sangatlah liciak dan tingkat tinggi ,penjagaan di sana juga sangat ketat


"Hn,,Jo bisa tinggalin aku sebentar"


Pras ingin menemui pelakunya sendiri


Pras juga ingin sedikit berbincang dengannya


"baiklah"


Jo pergi meninggalkan Pras sendirian


Pras kembali berjalan memasuki penjara yang berlapis lapis .agar tidak ada yang bisa kabur di sini


Pras berdiri di depan ruang dengan jeruji besi yang menjadi pembatas .


Pras melihat laki laki dengan rambut yang sangat hitam dan berkilau .kedua tangannya di pasung dengan pasungan besi.


laki laki itu masih menggunakan jaket mafia.


terlihat luka di sekitar wajahnya


"Lucas"


desis Pras, Pras mengetahui seluruh anggota mafia


"lama tidak bertemu Pras"


Pras memberikan senyum sinisnya saat Lucas menyebut namanya ,Pras sering bertarung dengan Lucas ,tapi Lucas selalu saja lolos tapi kali ini dia tertangkap .


walaupun Lucas di tangkap bukan dengan tangannya sendiri ,tapi tidak masalah bagi pras yang terpenting Lucas sudah tertangkap sekarang.


"ya,sudah sangat lama kita tidak bertemu dan sekarang sepertinya kau tidak bisa melawan seperti dulu"


ucap Pras meremehkan pada Lucas bukannya takut Lucas malah membalas dengan mendengus


kali ini Lucas balik meremehkan anggota FBI itulah apa perbedaan mafia dengan penjahat lainnya mereka tidak akan pernah takut ataupun menyerah sekalipun mereka telah di tangkap


"bagaimana kalau selamanya"


Pras tidak mau kalah dari Lucas ,dia tidak akan pernah takut melawan sekalipun itu adalah anggota mafia


"kita lihat saja nanti Pras"


tantang Lucas pada Pras yang kembali memasang raut wajah datarnya


"selamat menikmati hari harimu di penjara FBI,sangat di sayangkan aku tidak bisa menyiksamu"


ucap Pras sebelum meninggalkan tempat itu


"kau terlalu sombong Pras"


ucap Lucas tidak menghentikan langkah Pras dia terus melangkah meninggalkan ruangan


kruck kruck kruck


suara perut Luna kembali membuatnya frustasi ,pasalnya sekarang sudah menunjukkan pukul 1 siang tapi dia belum makan siang


Luna sekarang mengutuk Pras yang meninggalkannya bukan dia ingin makan siang bersama Pras, tapi saat pukul 12 Pras belum kembali ,Luna memutuskan untuk makan siang di kantin .tapi apa yang mau di kata saat pintu ruangan itu terkunci ,pasti kalian tahu siapa pelakunya..?


siapa lagi kalau bukan Pras


Luna ingin menelpon Pras tapi Luna tidak memiliki nomor handphone sang suami


suami istri macam apa mereka ini ,bahkan mereka tidak mempunyai nomor kontak satu sama lain


Luna duduk di sofa dengan wajah kesal


"lihat saja kalau dia belum kembali sebentar lagi,aku akan mendobrak pintu itu"


Luna berujar dengan sangat kesal ,perut sudah lapar sekali .mana tidak ada makanan di ruangan Pras


krettt......


suara pintu di buka membuat Luna menatap tajam ke arah Pras yang baru masuk dengan membawa sebuah kantong yang Luna sendiri tidak tahu apa isinya .Luna juga tidak mau memikirkannya yang penting sekarang dia harus melampiaskan kekesalannya pada Pras yang datang dengan wajah tanpa dosa


"aku kira kau akan mengurungku di sini sampai pulang nanti,dan berharap aku mati kelaparan di sini"


Luna langsung saja berbicara dengan nada sinis .sedangkan Pras menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"maaf aku tidak menyangka bahwa urusanku akan memakan waktu yang lama"


Pras meminta maaf karena membiarkan Luna menunggu terlalu lama ,saat setelah menemu Lucas ,Pras berbicara dengan anggota FBI lainnya yang ternyata ada di sana mereka membahas rencana selanjutnya untuk menangkap anggota mafia lainnya


"aku tidak perduli urusanmu ,kenapa kau mengunci pintu ruangan ini ?kau sangat menjengkelkan pras,"


Luna tidak mau tahu tentang urusan Pras .tidak juga Pras harus menguncinya di dalam ruangan kan


"aku tidak sengaja menguncinya"


Pras berdalil bahwa dia tidak sengaja.


Luna mendengus mendengarnya


"lalu kau berharap aku percaya dengan omong kosongmu itu"


Luna tidak akan percaya dengan omong kosong Pras yang tidak masuk akal itu .


dia bukan anak TK yang akan percaya dengan alasan Pras


"sudahla makanlah terlebih dahulu ,aku sudah membelikan makan siang untuk kita"


Pras duduk di samping Luna yang masih memasang wajah kesal. Pras mengeluarkan bento yang ia beli untuk makan siang mereka


"ayolah Luna makan"


Pras yang sudah mulai makan tidak melihat pergerakan dari Luna membuat menghela nafas pasrah


"arghhh"


Pras tiba tiba mengerang kesakitan sambil memegang lengannya yang terluka.luna memutar bola mata bosan melihat tingkah Pras yang mau menipunya


"kau pasti berbohong"


Luna hanya diam tidak ada respon


"arggghhhh"


Pras kembali mengerang Luna menoleh ke arah Pras


raut wajah Pras tidak menunjukkan sebuah kebohongan .dia benar benar kesakitan


"ada apa Pras ?dimana yang sakit?"


Luna spontan langsung panik dia menanyai Pras


"lenganku tiba tiba nyeri"


Pras tiba tiba saja merasakan nyeri pada lengannya tapi tidak sesakit itu .dia melakukan itu agar Luna tidak marah lagi padanya


Pras tersenyum melihat Luna yang mengelus lengannya untuk mengurangi rasa sakit yang Pras rasakan


"makanlah Luna, aku tidak terlalu sakit lagi"


Luna menatap Pras guna meyakinkan apa Pras sudah baikan .


luna lalu menuruti perintah Pras karena dia juga sedang lapar.