My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
21.pertengkaran yang di sebabkan oleh Kesya



Luna perlahan membuka matanya.


Luna menatap Pras terkejut karena jarak mereka yang begitu dekat .Luna yang tersadar segera mendorong Pras menjauh.


"apa yang mau kau lakukan?hah"


Ucap Luna marah,dia masih ingat dengan apa yang terjadi tadi .Luna segera bangun dari posisi tidurnya.dia duduk dan menatap Pras tajam .Pras membalas tatapan Luna datar.


"kenapa kau seperti ini Luna?,apa aku tidak boleh mendekati istriku sendiri "


Pras tidak terima dengan perlakuan Luna,dia menganggap Pras orang asing .Pras tidak suka hal itu .


Luna adalah istrinya ,jadi dia bisa berdekatan dengannya kapan saja.


"terserah itu urusanku,tidak ada hubungannya denganmu ,kau urusi saja wanita itu"


Luna merasa Pras terlalu mengatur dirinya .


"istri,apa aku tidak salah dengar ? kalau aku memang istrimu kenapa kau tidak membelaku?"


Luna mendengus mendengar Pras bicara kalau dia adalah istrinya lalu kenapa tadi dia tidak ada niat sama sekali untuk membelanya .Pras bahkan hanya diam saja.


Luna menunggu jawaban Pras sekarang.


"kau pasti sudah paham Luna,Kesya memang dari dulu sudah angkuh .sebaiknya kau memaklumi hal itu"


Luna merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Pras ,Luna harus memaklumi Kesya yang sudah menghinanya,apa luna tidak salah dengar.kesya bahkan menyebutnya menjual diri ,itu artinya Luna di samakan seperti seorang *******.


Luna tidak dapat memahami isi otak Pras.


"aku sungguh tidak akan pernah memahami orang seperti Kesya ,jika aku terus diam maka dia akan semakin menjadi .


tapi sepertinya kau sangat membela Kesya Pras "


Luna tidak akan pernah mau memahami orang seperti Kesya ,namun jika Kesya meminta maaf padanya ,Luna akan memaafkan kesya.tapi mungkin itu semua hanya mimpi, jangankan meminta maaf ,menunjukkan rasa bersalah pun tidak.luna di sini sebagai tuan rumah seharusnya Kesya dapat menjaga sikapnya ,bukan malah sebaliknya.


Luna bahkan sudah berusaha menjadi tuan rumah yang baik di sini,walaupun tidak dengan cara yang sangat ramah.setidaknya Kesya dapat menghargai keberadaannya ,tapi jangankan menghargai Luna ,Kesya malah menghina Luna .memang dasar Kesya si ular tak punya hati.


"sungguh aku tidak berpihak padamu ataupun Kesya"


Pras merasa sangat kesal.pras merasa Luna terus memojokkannya .Luna merasa puas karena Pras terlihat mulai geram.


"mengaku saja Pras,walaupun kau membela Kesya aku tidak akan marah,bukankah kau menikahiky karena terpaksa ,jika kau ingin menikahi luna kita bisa bercerai"


Luna tidak menunjukkan ekspresi bersalah sedikitpun.pras menatap Luna dengan ekspresi tidak percaya.pras tahu apa yang Luna maksud .Luna ingin berpisah dengan Pras.


"apa maksudmu Luna,aku tidak akan pernah menikah dengan Kesya ,dan kau jangan pernah bermimpi bisa pergi dariku"


Pras meninggikan nada bicaranya.pras sangat tidak suka mendengar Luna yang ingin berpisah darinya.menurut Pras pernikahan bukan lah ajang permainan dan lagi Pras tidak akan pernah melepaskan Luna


"untuk apa kau mempertahankan pernikahan kita Pras?"


Luna sangat ingin tahu mengapa Pras tidak mau bercerai dengannya.


mengapa Pras mempermainkan hatinya ,jika Pras benar benar ingin mempertahankan rumah tangga mereka lantas mengapa Pras membawa Kesya ke dalam rumah mereka.


"kenapa kau hanya diam Pras?"


pras tetap tidak menjawab pertanyaan luna,bukan karena dia tidak mau tetapi karena Pras tidak bisa menggerakkan bibirnya.


"kau harus tahu Luna,prinsip keluargaku hanya akan menikahi satu wanita ,dan wanita itu mau atau tidak mau harus terus menemaninya sampai akhir hayat"


hanya itu yang mampu Pras ucapkan ,memang itu adalah prinsip turun temurun keluarga Pras .bukan hanya Pras yang tidak boleh melanggarnya tetapi seluruh keluarganya.


"mengapa kau tidak melanggarnya saja Pras,bukankah dalam kamus hidupmu kau bisa melakukan semua hal yang kau mau"


Luna berbicara dengan nada menantang ,Pras mengalihkan pandangannya .lalu kembali menatap Luna.


"aku tidak mau menentangnya"


Pras berucap dengan nada serius dan tegas,Pras ingin menunjukkan pada Luna bahwa dia tidak main main dengan apa yang di ucapkannya


"aku yakin kau punya alasan lain Pras"


Luna merasa tidak percaya dengan omongan Pras .Luna tidak akan percaya lagi dengan apa yang Pras katakan setelah apa yang Pras lakukan terhadap Luna saat mereka duduk di bangku SMA .


Luna akan percaya saat dia menemukan sendiri kebenarannya.


"memangnya apa lagi"


Pras tidak ingin menatap Luna saat Pras mengatakan itu ,membuat Luna semakin curiga terhadap Pras


"terlihat sekali kau berbohong padaku Pras"


Luna menuduh Pras,karena memang sikap yang di tunjukkan seperti orang yang sedang berbohong .Luna dan para dulu cukup lama bersama jadi dia suda hapal dengan sikap Pras saat dia sedang berbohong.


"atau mungkin kau melakukan semua informasi karena kau takut tidak di anggap anak lagi oleh ayah dan ibu,kau sengaja membawa Kesya kesini dengan alasan Kesya sedang terluka agar orang tua mu tidak curiga .kau sungguh licik memanfaatkan keadaan seperti ini agar dapat terus bersama bahkan di dalam rumah ini"


Luna terus berpikir dengan keras apa yang sebenarnya Pras rencanakan dan yang keluar dari kepala Luna hanya pikiran pikiran buruk terhadap Pras saja .


"kau jangan menuduhku yang tidak tidak Luna"


Pras mulai bosan dengan pemikiran Luna yang selalu saja berpikir buruk tentangnya


"kelihatannya pikiranku benar,kalau bukan itu lalu apa lagi ?hah"


Luna tetap akan mempertahankan apa yang di pikirkannya dia tidak takut dengan Pras .luna berbicara dengan nada yang menyudutkan Pras .Luna sangat penasaran dengan alasan Pras dia berusaha mendesak Pras agar segera mengatakannya .


Tok Tok Tok


suara pintu yang di ketik membuat pras dan Luna berhenti berdebat dan menoleh ke arah pintu .


"permisi tuan,saya membawakan sarapan untuk nona Luna"


Terdengar suara pelayan dari balik pintu ,pelayan tidak kan berani langsung masuk ke dalam kamar karena mereka sangat mengutamakan kesopanan dan tidak mau membuat tuan mereka meras tidak nyaman.


Pras berjalan ke arah pintu,lalu pras membuka pintu kamar .


Terlihat pelayan yang membawa nampan berisi makanan untuk Luna.


Pras mengambil makanan itu dari pelayan dan kembali menutup pintu.


"makanlah"


Pras memberikan nampan berisi makanan itu ke pada Luna .tapi luna tidak ada niat untuk untuk mengambil makanan tersebut .Luna bersikap acuh.


"jangan pura pura perduli denganku dan anak ku"


Luna tidak akan luluh hanya karena sikap yang Pras tunjukkan kepadanya pagi ini,tapi tunggu dulu ,Luna tidak sengaja mengatakan anakku ,dia berusaha mempersiapkan alasan agar Pras tidak curiga dengan kehamilannya .


"apa yang kau maksud dengan anak ku?,dan aku sudah cukup sabar dengan sikap kekanak Kanakan mu ini"


Pras sangat emosi kepada Luna dan ada yang mengganjal di hati Pras apa yang di maksud Luna dengan anakku...