My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
11.normal story



"nona anda di tunggu tuan ,di meja makan"


pelayan memberi tahu Luna untuk segera turun ,karena Pras sudah menunggu di meja makan ,Luna yang kebetulan sedang bersiap siap untuk pergi bekerja.ya ,Pras bilang Luna harus bekerja hari ini


tubuhnya juga sudah membaik dan sehat tidak ada masalah.


Luna memakai pakaian seadanya ,rok pendek di padukan dengan baju kemeja puti tak lupa menggunakan heels


"baiklah ,aku akan segera turun"


sahut Luna, agar pelayan pergi ,pelayan tidak akan pergi sampai Luna menjawab ucapannya


setelah selesai Luna segera turun ke bawah untuk menyusul Pras


saat masuk ke ruangan makan luna dapat melihat Pras sudah duduk di kursi.


Luna segera ikut duduk


Luna duduk berhadapan dengan Pras yang sibuk meminum kopinya ,tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Pras ,sejak semalam, Luna tidak berbicara dengan Pras ,karena Pras kembali ke kamar ,saat Luna sudah tidur.


merekapun sarapan dengan suasana hening, tidak ada percakapan di antara mereka berdua


lima belas menit berlalu ,Luna masih sibuk dengan makanannya


saat mendengar suara kursi yang bergeser,


Luna segera mengangkat kepalanya ,dia melihat Pras yang berdiri tanda dia sudah selesai dan akan pergi


Luna segera meneguk air putih dengan terburu buru,ia langsung berdiri dan berjalan secepat mungkin,untuk mengejar Pras yang sudah jauh di depannya


Pras masuk ke dalam mobil dan dia duduk di kursi pengemudi


hari ini ,Pras membawa mobilnya sendiri ,Luna yang bingung mau duduk di mana lalu memilih membuka pintu belakang .ya,dia akan duduk di sana, karena bila dia duduk di samping Pras ,maka hanya ada suasana canggung yang membuat Luna tidak nyaman


"aku bukan sopirmu nona"


Luna melirik Pras kesal


dia tahu Pras sedang menyindir dirinya


Luna bersikap pura pura tidak tahu ,tapi saat mobil tidak juga jalan ,Luna tahu bahwa Pras tidak akan menjalankan mobilnya kalau Luna belum pindah duduk di sampingnya


Luna akhirnya menyerah ,ia turun dari mobil lalu pindah duduk di samping Pras.


benar apa yang di pikirkan luna ,Pras langsung saja menjalankan mobilnya.


saat sampai di perusahaan, Pras dan Luna berjalan berdampingan ,walaupun Luna terlihat tidak mau ,Luna punya ide untuk memperlambat jalannya agar Pras mendahuluinya


tapi ternyata Pras malah menggenggam tangan Luna ,agar dia tepat berada di sampingnya ,Luna hanya dapat pasrah sekarang ,menjadi tontonan para karyawan di sana


Luna kali ini mempercepat jalannya agar dapat segera sampai di lift ,Luna menarik tangannya agar dapat terlepas dari genggaman Pras


Ting


suara lift terbuka,Luna keluar mendahului Pras ,saat memasuki ruangan pras,Luna tidak tahu harus melakukan apa..dia lalu memilih untuk merapikan ruangan Pras ,sedangkan Pras langsung mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk.


saat selesai merapikan ruangan itu ,Luna memilih untuk beristirahat duduk di sofa ,luna merasa bosan karena yang ia kerjakan hanya itu itu saja karena Luna tipikal orang yang tidak bisa diam


hingga jam menunjukkan jam 11 ,Luna memilih untuk menghilangkan rasa bosannya dengan membaca setumpuk buku yang ada


tok tok tok


suara pintu ruangan Pras di ketuk ,membuat Luna yang sedang membaca menoleh ke arah pintu


"masuk"


ucap Pras pintu tersebut pun terbuka ,terlihat oleh Luna sekretaris Pras yang masuk ke dalam ruangan


"permisi tuan dan nona"


sekretaris Pras membungkuk hormat kepada Pras dan Luna ,Luna hanya tersenyum canggung ,dirinya masih merasa tidak enak hati saat ada seorang yang membungkuk ke padanya


"ada apa?"


"sekarang anda akan ada rapat dengan perusahaan yang baru bergabung bersama kita"


sekretaris Pras memberitahukan maksud ia datang ke ruangan Pras ,untuk menyampaikan jadwal yang sudah di tetapkan


"baik"


Pras menjawab sekretarisnya tanpa melihat kearah sekretaris itu,sekretaris Pras paham dengan apa yang di maksud Pras lalu dia langsung pamit undur diri ,dia tahu Pras akan segera keruangan rapat


Pras berdiri dari kursinya untuk pergi ke ruang rapat ,tiba tiba langkah Pras terhenti ,Pras kembali membalik badannya ,dia menatap Luna yang masih sibuk dengan bukunya


"apa kau akan diam saja di sana luna?"


Luna terkejut dengan ucapan Pras ,Luna masih duduk di sofa dan belum melakukan pergerakan sama sekali


"aku juga ikut?"


tanya Luna,Luna merasa apa dirinya juga di butuhkan di rapat itu ,Luna tidak mengerti dengan semua hal yang bersangkutan dengan perusahaan ,Luna di sini hanya sebagai asisten Pras ,yang bisa di bilang sebagai pesuruh Pras ,dia juga tidak di ajari Pras tentang perusahaan


"tentu saja, karena kau adalah asistenku"


Luna menghembus nafas lelah ,dia meletakkan buku di atas meja ,lalu berdiri melihat Pras yang mulai berjalan ,Pras lalu melanjutkan langkahnya sedangkan Luna mengekor di belakang Pras


mereka berdua berjalan masuk ke ruang rapat ,Pras melihat sudah ada para klien yang akan bekerja sama dengan mereka


"Luna"


ucap seorang laki laki dengan rambut berwarna kuning ,Pras mengingat rambut kuning itu ,laki laki yang waktu itu bersama, Luna pantas saja dia mengenal Luna


"Bima"


Luna terkejut saat melihat kehadiran Bima yang ada di ruang rapat ,Luna baru ingat dengan ucapan sekretaris Pras ,yang mengatakan ada rapat dengan perusahaan lain ,luna tahu bahwa Bima sekarang melanjutkan perusahaan orang tuanya tapi Luna tidak menyangka bahwa Bima akan bekerja sama dengan Pras


"kau bekerja di sini?"


Bima bertanya saat melihat penampilan Luna ,lagi pula apa yang akan Luna lakukan di sini kalau bukan bekerja ,pikir Bima


"tentu saja tidak dia hanya menemani suaminya bekerja ,kau tahu istriku ini tidak bisa jauh jauh dari diriku "


Pras langsung saja menjawab, sebelum Luna terlebih dahulu yang bicara


Luna melirik Pras tajam,semua yang ada di sana tersenyum menggoda ke arah Luna. hanya Bima saja yang terkejut ,dia tidak tahu bahwa Luna sudah menikah dan lagi dia menikah dengan salah satu pemilik perusahaan terbesar di dunia


"kau sudah menikah?"


tanya Bima memastikan takut Pras hanya bercanda saja


"iya"


jawab Luna lemah ,dia tidak mungkin mengelak karena semua yang ada di sini tahu statusnya sebagai istri Pras


"selamat kalau begitu"


Bima ingin menjulurkan tangannya kedepan,Pras segera menyambut.


"terimakasih tuan Bima "


Pras mengucapkan terimakasih hanya sebagai formalitas saja ,Pras dapat melihat raut wajah kecewa di wajah Bima


"Hm"


gumam Bima segera mengalihkan pandangannya dari Luna yang menundukan kepala


"ayo kita mulai rapat ini"


Pras berucap agar mereka segera memulai rapat ,mereka semua kembali duduk ,Pras menarik tangan Luna untuk duduk di sampingnya ,selama rapat Pras sengaja tidak melepaskan pegangan tangannya pada Luna


Luna hanya dapat pasrah dengan tingkah Pras kalau dia berontak ,hal itu akan membuat orang bertanya apa yang terjadi pada mereka ,jadi lebih baik Luna mengikuti permainan Pras .


baru nanti setelah rapat selesai ,Luna akan membalas Pras