
Pras sat ini sedang berada di bandara,hari ini dia Baru pulang dari luar negri
Pras menarik kopernya .suasana ramai menyambut Pras .Pras saat ini sedang sendirian ,Niko sedang menunggu Pras di parkiran .
Drt......drt.....drt...
Pras memasukkan tangannya ke saku celan saat mendengar handphonenya berbunyi ,Pras menarik satu alisnya saat melihat nama Liam tertera di handphonenya .tanpa ba-bi-bu Pras langsung mengangkatnya
"halo Liam ada apa?"
Pras langsung bertanya ada gerang apa Liam menelponnya
"kau di mana?"
Liam bukannya menjawab ,dia malah kembali bertanya kepada Pras
"aku berada di bandara aku baru tiba di Indonesia"
Pras menjawab dan menghiraukan rasa penasarannya pasti Liam akan menjelaskannya sendiri
"sekarang kau menyusul kami ke gedung lama di dekat sungai ,saat ini Lucas sedang melarikan diri"
Pras terkejut mendengarnya ,bukannya penjagaan penjara sangat ketat ,kenapa sekarang Lucas bisa kabur ,Pras terus bertanya tanya dalam hati
"bagaimana itu bisa terjadi"
Pras tidak percaya Lucas bisa melarikan diri mengalahkan semua anggota FBI
"nanti kita ceritakan sekarang cepatlah"
Liam pikir ini bukan waktu yang tepat untuk bercerita ,yang terpenting sekarang mereka menangkap Lucas ,kalau tidak hal itu akan sangat berbahaya
"baik aku langsung ke sana"
Pras mematikan handphonenya ,Pras kali ini bukan lagi berjalan tetapi setengah berlari ,saat melihat pras, Niko berlari mendekat
"ada apa tuan?"
tanya Niko saat melihat prs yang masih mengatur nafas ,Niko juga mengambil alih koper yang ada di tangan Pras
"Lucas kabur ,saat ingin anggota FBI lainnya sedang melakukan pengejaran aku di suruh menyusul ke sana"
Pras menjelaskan pada Niko,Niko dengan cepat membuk bagian belakang mobil untuk memasukkan koper Pras setelah selesai Niko berlari menuju kursi pengemudi sedangkan Pras sudah duduk di kursi penumpang .
Niko yang tahu situasi sedang gawat dia lalu menamba kecepatan dalam berkendara
hanya memakan waktu hampir 15 menit untuk mereka sampai di sana, mengingat jarak gedung itu jauh dari kota .Lima belas menit, itu adalah waktu yang cepat untuk sampai ke sana, kalau di tempuh dengan kecepatan normal bisa memakan waktu hampir 1 jam .
Pras turun dari mobil ,dia berlari masuk ke dalam gedung tua itu saat sampai di dalam Pras melihat Lucas sedang memegang pistol yang di todongkan ke kepala seorang wanita .Pras kenal dengan wanita itu ,Kesya.
mantan pacarnya dulu, tapi sedang apa dia di sini dan kenapa dia bisa di sandera Lucas .semua pertanyaan memenuhi kepala Pras .tapi dia tidak mu memikirkannya, sekarang yang terpenting dia harus membantu yang lain.
"lepaskan dia Lucas"
teriak Hans pada Lucas.lucas menatap mereka semua datar.mikel ,Liam dan Jo sedang memikirkan sesuatu .mereka semua bertukar pandang .Pras mengerti apa yang mereka maksud ,mereka sedang menyampaikan rencana lewat mata ,begitulah seorang FBI ,merek harus bisa berkomunikasi lewat apapun selain suara karena kalau tidak bisa bisa mereka akan kalah .
"aku tidak mau bagaimana?"
jawab Lucas santai ,sedangkan Kesya kelihatan ketakutan .mikel menatap kesal Lucas .dia mengepal tangan siap meninju Lucas
"brengsek kau hanya berani dengan perempuan "
mikel sejak tadi tidak henti hentinya berbicara .dia sengaja melakukan itu ,agar yang lain dapat berfikir biar dia yang mengalihkan perhatian Lucas
"aku tidak perduli"
Lucas tidak akan pernah peduli pada siapapun yang ia sakiti ,mau perempuan ataupun laki laki yang terpenting adalah dirinya sendiri
tiba tiba Jo menembak ke arah Lucas ,di ikuti oleh Liam dan mikel .sedangkan Pras bertugas menyelamatkan Kesya .tapi sayang tembakannya tidak mengenai Lucas dia terlalu lihai menghindar.
dor....
"mau kemana kau Lucas?"
mikel dan Liam mengejar Lucas ,tapi apa daya Lucas lebih cepat dari mereka .Lucas dengan cepat menghilang,hal itu membuat mereka semua berdecak kesal.
"hey kau tidak apa apa kan?"
tanya pras pada Kesya yang terlihat kesakitan
"arghhhh"
Kesya hanya dapat mengerang kesakitan Kesya tidak dapat menjawab pertanyaan pras karena dia sibuk menahan rasa sakit di kakinya akibat Luka tembak.
"apa kita harus membawanya kerumah sakit?"
tanya Liam yang baru saja kembali bersama mikel.
"tidak,itu sangat berbahaya ,mengingat di masih di incar oleh anggota mafia"
jelas Jo,Pras tidak tahu mengapa Kesya bisa menjadi incaran para mafia nanti dia akan menanyakannya pada Jo .
"aku akan membawanya ke rumahku saja,nanti dokter akan menanganinya ,setelah itu aku akan kembali ke markas untuk membahas masalah ini"
Pras pikir untuk membawa Kesya ke rumahnya saja ,agar aman karena tidak mungkin mafia berani datang ke sana
"baiklah Pras"
semua yang ada di sana menyetujui ide pras.pras lalu menggendong Kesya ala bride stayl .
Pras membawa Kesya menuju mobilnya disana ada Niko yang membantu membukakan pintu mobil untuknya ,setelah itu mereka meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke kediaman Pras.
Luna sedang duduk di meja makan .dia sedang menikmati makan malamnya ,Luna sejak tadi tidak terlalu fokus dengan makanannya Karen sibuk berpikir .luna saat ini sedang dilema harus mengatakan sekarang atau nanti.sejak pulang dari rumah sakit Luna tidak henti hentinya memikirkan hal itu .luna jadi pusing sendiri .tapi Luna pikir dia harus mengatakannya sekarang ,saat pras pulang nanti ,karena cepat atau lambat Pras akan tahu juga.luna akan menerim semua kemungkinan buruk yang terjadi,mau Pras menerima ataupun tidak ,Luna tidak masalah.dia akan tetap mempertahankan anak yang ada di kandungannya ini.
Luna meyakinkn dalam hatinya bahwa keputusannya sudah benar.
tiba tiba mood Luna kembali baik karena telah menemukan keputusan dari masalahnya .Luna kembali memakan makanannya dengan semangat.
Luna menghabiskan makanannya dengan cepat, Luna ingat apa yang di katakan dokter Jesi dia harus banyak makan sayur ,buah dan juga susu .
Luna lupa bahwa dia tidak memiliki susu khusus ibu hamil di rumah ini.
mungkin besok ia akan membela nya.
"bik"
Luna memanggil pelayan yang berada tidak jauh darinya
"iya ada apa nona?"
tanya pelayan sambil mendekati Luna yang sudah menyelesaikan makan malamnya
"tolong bawakan aku buah buahan dengan segelas susu"
perintah luna pada pelayan.pelayan segera melakukan apa yang Luna suruh .tidak lama dia sudah kembali dengan buah buahan di atas piring dengan segelas susu
"terimakasih bik"
Luna berdirinya dari kursinya ,Luna mengambil alih nampan itu dari pelayan."sama sama nona apa anda butuh bantuan"
pelayan menawarkan diri untuk membantu Luna membawakan nampan berisi buah dan susu tersebut
"tidak perlu bik ,aku bisa sendiri"
Luna menolak tawaran pelayan,dia memilih membawanya sendiri .Luna berencana akan makan buah ini sambil menonton tv di kamar .
Luna berjalan menuju kamar .
tiba tiba Luna mematung di tempat saat melihat pemandangan di depannya .Luna melihat Pras dengan seorang wanita yaitu Kesya .Luna mengenalnya .
Pras hanya melirik Luna sekilas .Luna menatap punggung Pras yang menjauh dengan perasaan sedih.