
pagi pun datang, Luna terbangun dari tidurnya . Luna melirik Pras yang masih setia tidur di sampingnya .Luna lega dengan keadaan nya pada pagi ini ...bajunya masih terpakai dengan lengkap sedangkan bantal pembatasnya tidak berubah sama sekali ..
tadi malam saat Luna bersikeras ingin tidur di sofa akhirnya Pras membuat kesepakatan, kalau dia tidak akan macam macam ...Luna pun berinisiatif untuk meletakkan guling di antara mereka ..
Luna melirik ke arah jam dan ternyata sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi ...dan Luna langsung berlari ke kamar mandi untuk memulai ritualnya membersihkan diri
setelah kurang lebih satu jam ,Luna siap dengan menggunakan celana dasar hitam dan kaos lengan pendek berwarna putih
lalu Luna menuruni tangga untuk menuju dapur ..untuk menyiapkan sarapan pagi dirinya dan Pras ,walaupun dia tidak tau Pras mau atau tidak memakan masakannya .
dia berjalan santai menuju dapur ...
dapur yang begitu luas dan sangat bersih semua alat yang ada di dapur itu sangatlah canggih ...
dia membuka kulkas untuk mencari bahan bahan yang di perlukannya untuk memasak.
setelah membuka kulkas dia di buat bingung dengan begitu banyak bahan makanan yang tersedia di sana ...setelah lama Luna berfikir, dia memutuskan untuk memasak nasi goreng sebagai sarapan mereka ..
Luna mengambil bahannya, lalu menghidupkan kompor dan saat dia sedang sibuk dengan kegiatannya tiba tiba ada banyak pelayan yang menghampirinya
"nona tidak usah memasak ,biar kami saja ...Nana tinggal bilang ingin makan apa maka kami akan memasaknya "
ucap seorang wanita yang paling tua di antara yang lain
"aku akan memasaknya sendiri"
"tapi nona kami takut tuan Pras akan marah kepada kami, karena membiarkan nona memasak sendiri makanan"
pelayan itu meminta pengertian Luna bahwa jika nanti membiarkan Luna memasak maka mereka takut Pras akan marah dengan mereka .tapi Luna tetap saja mau memasak sendiri
"nanti biar kan aku yang berbicara kepadanya lagian masakanku tidak lama lagi matang ,setelah aku selesai, kalian boleh kembalikan menggunakan dapur ini"
Luna tidak akan pernah takut dengan Pras ,Pras memang menguasai seluruh yang ada di rumah ini tapi tidak dengan dirinya
"tapi non..."
sang pelayang terus ingin membantah perkataan Luna
"kau tenang saja"
luna mematikan kompor dan mulai menata nasi goreng yang ia buat
"maaf tuan muda tapi tadi kami sudah melarang nona Luna untuk memasak, tapi dia-"
ucap kepala pelayan kepada Pras yang sudah siap dengan pakaian kerjanya ,para pelayan menundukkan kepala .hanya luna yang cuek dengan kedatangan Pras .
"biarkan saja nek"
Pras tidak ingin terlalu memusingkan apa yang di kerjakan Luna ,Pras membiarkan Luna melakukan hal yang ingin dia lakukan ,Pras tidak akan melarang Luna selama apa yang Luna lakukan masih di batas wajar tapi Pras akan sangat melarang jika hal itu tidak ia sukai.
"baik tuan muda"
semua pelayan bernafas lega karena Pras tidak memarahi mereka
Luna tidak memperdulikan percakapan pelayan dan Pras ,dia berjalan melewati mereka dengan membawa 2 buah piring yang berisi nasi goreng ke atas meja makan, kemudia dia mengambil 2 gelas teh dan meletakkannya di samping sepiring nasi goreng ...
walaupun Luna tidak menyukai Pras ,dia akan tetap melayani Pras dan berlaku sebagai mana mestinya seorang istri karena, dia mengingat pesan ibunya bahwa dia harus melayani suaminya dengan sepenuh hati
"aku tidak memaksa kau untuk memakannya ,aku hanya menjalankan tugasku saja sebagai seorang istri
kau tahu kan yang ku masak ini hanya masakan yang biasa di makan oleh orang miskin ..jadi jika kau tidak menginginkannya kau bisa membuangnya atau memberikannya kepada pelayanmu dan menyuruh mereka memasakkan makanan yang kau inginkan."
Luna berucap saat Pras duduk di kursi meja makan Luna tidak akan memaksa Pras untuk memakan masakan sederhananya ,sangat jauh dengan makanan yang di makan oleh orang kaya seperti Pras .sedangkan Luna terbiasa sarapan dengan satu piring nasi goreng di tambah telur mata sapi dan segelas teh hangat, itu sudah cukup baginya ..
"apa yang kau lakukan ?"
sakura terkejut melihat Pras yang sudah mulai memasukkan sendok yang berisi nasi goreng ke dalam mulutnya
"kau bisa melihatnya sendiri,Luna"
jawab Pras dengan cuek .
Luna tahu ,bahwa Pras sedang makan tapi baginya itu agak aneh karena Pras sedang memakan masakannya
Luna tahu kalau Pras sedang makan, karena dia tidak buta.
"aku hanya menghargai usaha istriku "
jawab Pras pada Luna dengan cuek ,karena dia sedang fokus memakan masakan yang di buat Luna
"terserah kau saja"
Luna tidak ingin memusingkan sikap Pras kepadanya ,Luna kemudian menyantap makanannya ,setelah 10 menit Luna sudah menghabiskan makanannya kemudian ia berdiri dan langsung meninggalkan Pras
"kau mau ke mana Luna"
tanya Pras sambil berdiri ,ia ikut menyusul Luna ,Pras meraih tangan Luna untuk menghentikan Luna
"tentu saja pergi bekerja "
jawab Luna.
Luna bekerja sebagai perangkai bunga di tokoh bunga milik keluarga temannya ,Luna memanglah bukan anak yang berasal dari keluarga yang kaya .dia hanya lulusan SMA ...dahulu, Luna pernah berkuliah dengan beasiswa tetapi hanya sampai semester 4 karena dia harus bekerja dari pagi hingga malam untuk mengobati penyakit yang di derita ayahnya sedangkan ibunya hanya memiliki usaha kecil kecilan di rumah ,sehingga Luna harus merelakan masa mudanya untuk bekerja
sekarang dia bekerja hanya untuk menghidupi dirinya sendiri
"mulai hari ini kau harus berhenti bekerja"
perintah Pras pada Luna ,Luna kembali di buat kesal karena sikap Pras yang kembali suka memerintah
"aku tidak mau menuruti perintahmu itu ,kita menikah karena perjodohan, jadi jangan mengatur hidupku"
Luna tidak akan semudah itu menuruti perintah Pras,Luna rasa Pras tidak perlu ikut campur dengan urusan hidupnya mereka menikah hanya karena perjodohan jadi Pras tidak berhak mengaturnya .
"tapi bagaimana pun aku suamimu sekarang ,aku berhak mengatur dirimu ."
"kau tidak bisa seperti ini Pras"
Luna merasa geram karena Pras terlalu mengatur hidupnya ,sejak dulu Luna terbiasa hidup bebas sesuai keinginannya jadi dia merasa sulit dengan semua peraturan yang di berikan Pras kepadanya .
"bantu dia berganti baju nek"
dua orang pelayan masing masing memegang tangan luna agar dia tidak bisa kabur
"apa yang kau lakukan ..??"
bentak luna marah ,tapi Pras malah bersikap santai
Luna berontak tapi beberapa pelayan lainnya memegang Luna agar tidak terlalu berontak
"kau bilang tadi ingin bekerja.jadi hari ini kau bekerja sebagai asistenku "
"bagaimana jika aku tidak mau"
tantang Luna pada Pras ,Luna begitu marah dengan semua aturan yang di berikan Pras
"maka aku akan memaksamu"
Pras menyeringai ke arah Luna
"kau benar benar membuatku geram"
para pelayan menarik Luna ke dalam kamar untuk segera berganti pakaian dan bersiap siap .
15 menit Luna siap dengan di tarik para pelayan ,Luna sudah memakai dres selutut lengkap dengan highhells dengan rambut yang di gerai .
Luna memasang wajah kesal .saat Pras merasakan kehadiran Luna Pras segera berdiri ,dia mengambil alih Luna .
Luna menatap Pras dengan tatapan marah
"ayo cepat aku bisa terlambat "
Pras menarik Luna ke dalam mobilnya .Luna kali ini tidak berontak ,Luna akan membalas Pras nanti .
mobil Pras melaju meninggalkan kediaman mereka...