My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
12.normal story



Luna merenggut kesal sejak keluar dari ruang rapat ,Luna masih kesal dengan ucapan Pras yang membuatnya malu ,bahkan sebelum dia keluar dari ruang rapat ada salah satu CEO perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Pras menggodanya .


Luna hanya dapat malu mendengarkannya sedangkan Pras menyeringai menyebalkan kearahnya.


Luna hanya duduk tidak ada niat untuk melanjutkan membaca buku yang sempat ia tinggalkan ,Luna masih sibuk menghilangkan ingatan dari kepalanya tentang kejadian yang terjadi di ruang rapat tadi


jam sekarang sudah menunjukkan jam 12 siang ,mereka sebentar lagi akan makan siang ,Luna melirik Pras yang masih sibuk bekerja ,padahal dirinya sudah lapar ,bisa saja Luna keluar dari ruangan ini untuk membeli makanan dirinya sendiri ,tapi apalah daya dompet Luna ketinggalan ,dan otomatis Luna tidak membawa uang .


"berhenti memasang wajah seperti itu Luna "


Pras menghentikan pekerjaan ,dia menatap Luna yang masih cemberut ,pras tersenyum tipis melihatnya, sayangnya Luna tidak melihat karena itu hanya berlangsung sebentar.


"semua ini karenamu ,kau tahu kau membuat mereka menganggapku begitu protektif terhadapmu ,padahal sebaliknya bilang saja kau yang tidak mau jauh jauh dariku .


Luna menyalahkan apa yang terjadi karena Pras ,Luna berpikir semua orang yang berada di ruang rapat tadi menganggap dirinya begitu tidak ingin jauh jauh dari Pras.


"kau terlalu percaya diri Luna "


ucapan Pras mendapat hadiah tatapan tajam dari Luna


Luna merenggut kesal kepada Pras


"begitulah aku,dulu aku tidak seperti ini tapi kau yang merubahku"


Pras membuang muka mendengar luna yang mengungkit sikapnya dulu ,Pras tau Luna tidak mau mengingat dirinya yang dulu karena Luna pikir hal itu adalah hal yang bodoh


"aku tidak ingat"


Luna pura pura lupa ,Pras menatap Luna sendu ,Pras paham dirinyalah yang membuat Luna tidak mau mengingat dirinya yang dulu


"Hn,ayo kita makan siang di luar"


Pras merapikan dokumennya ,Pras tahu Luna tidak mau membahasnya lagi ,dirinya lalu mengajak Luna untuk makan siang saja ,perutnya juga butuh nutrisi


"kita akan kemana?"


Luna bertanya pada pras yang sudah berdiri sedangkan Luna masih duduk


"ikut saja,nanti kau akan tahu dengan sendirinya "


Pras tidak mau memberitahu kemana mereka akan pergi ,karena nanti Luna akan tahu sendiri saat melihat tempatnya


"kau tidak akan membawaku ke tempat yang aneh aneh kan"


Pras memutar bola matanya bosan mendengar Luna yang mencurigai ,Luna hanya bertanya takut Pras akan mengerjainya karena Luna tidak tahu isi kepala Pras


"singkirkan pemikiran itu Luna,kau tahu aku tidak bercanda, aku benar benar lapar"


"baguslah ,aku tidak perlu waspada"


akhirnya Luna berdiri, Luna menjaga jarak agar Pras tidak menggandeng seenak jidatnya


"dasar kau ini,ayo"


tapi apa daya Pras dengan cepat mendekati Luna dan menarik tangannya


"tidak usah pegang pegang juga Pras"


Luna protes,tapi Pras tidak memperdulikan Luna ,dia terus menyeret Luna ,Luna pun menyeimbangkan langkahnya dengan Pras agar ia tidak terjatuh


Luna dan Pras turun dari mobil ,Luna melihat pemandangan di sekelilingnya ,Pras menatap Luna yang terkejut


"Pras"


panggil Luna pada Pras


"apa?"


sahut Pras


Luna tidak menatap Pras ,dia masih melihat bangunan di depannya


"kenapa kau membawaku ke sini?"


tanya Luna saat tahu Pras membawanya ke rumah makan yang biasanya mereka datangi saat sepulang sekolah dulu ,rumah makan itu sangat sederhana


"memangnya kenapa?aku hanya ingin makan di sini saja ,apa tidak boleh?


lagipula tidak ada larangan ,aku tidak boleh makan di sini"


jawab pras cuek ,Luna tahu bahwa di sini tempat makan ,tapi apa maksud Pras mengajaknya ke sini


"bukan seperti itu"


Pras segera menarik tangan Luna untuk masuk ke rumah makan


"Luna, Pras ,sudah lama tidak melihat kalian kesini"


mereka langsung di sambut bibik pemilik warung makan yang sudah mengenal mereka sejak lama ,mereka adalah pelanggan tetap di rumah makan ini jadi wajar saja jika bibik pemilik warung makan masih mengingat mereka berdua


"sejak lulus SMA kami melanjutkan kuliah, jadi sangat sibuk ,tapi sekarang kami sudah menikah jadi kami akan sering ke sini bik"


Pras menjelaskan alasan mereka tidak pernah lagi ke warung makan ini setelah lulus SMA ,bibik itu pun tersenyum kepada mereka ,bibik itu tahu bahwa mereka berdua sudah lama menjalin hubungan makanya dia sangat senang mendengar berita dari Pras


"wah,selamat kalau begitu"


bibik itu menepuk bahu Pras ,Luna hanya melihat interaksi keduanya


"terimakasih bik"


"kalian mau pesan bakso apa?"


tanyanya pada Pras dan Luna yang baru duduk di kursi di depan bibik itu ,Luna tampak berpikir apa yang akan ia makan


"seperti biasa bik kalau kau masih ingat"


jawab Pras,karena sering datang ke sini maka wajar saja bibik tahu apa yang sering mereka pesan


"tentu saja, tidak mudah melupakan bakso yang sering kalian pesan"


bibik mulai memasak bakso yang mereka pesan ,Pras dan Luna menunggu tanpa ada ucapan di antara keduanya ,hingga sepuluh menit berlalu bakso pesanan Pras dan Luna sudah tersaji di atas meja


"di mana paman bik?"


tanya Luna pada bibik sebelum menyantap makanannya


"paman sedang sakit ,jadi dia tidak bisa membantu bibik"


bibik mengutarakan alasan paman tidak terlihat di sini ,Luna menganggukkan kepala tanda mengerti


"sampaikan salam ku untuk paman bik"


"tentu saja Luna"


"selamat menikmati"


ucap bibik kepada Pras dan Luna


"terimakasih bik"


Luna dan Pras terus menikmati bakso yang mereka makan , lunana ingat ,dulu dia sering duduk sendiri di pojokan sambil menikmati bakso tanpa adanya Pras, karena Pras sudah jarang menemaninya keluar apalagi saat Pras mengumumkan bahwa dia berpacaran dengan Kesya ,setelah itu Luna sering datang ke sini sendiri dan merenungkan hubungannya dengan Pras yang dia pikir sudah selesai, Luna tersadar dari lamunannya karena Pras yang memanggilnya .Luna menatap Pras betapa dia rindu dengan momen seperti sekarang ,sekarang Luna dapat berada di dekat Pras dan memilikinya seutuhnya namun Luna tidak dapat merasakan kebahagiaan seperti dulu .


"luna ada apa denganmu"


Pras bertanya pada Luna karena tanpa Luna sadari ia mengeluarkan air mata


"aku tidak apa apa"


mereka kembali fokus pada bakso yang ada di depan mereka


Pras dan Luna sangat menikmati bakso yang di sajikan bibik tadi.


tak berselang lama bakso itupun habis tidak bersisa


"terimakasih bik ,kami pulang dulu"


ucap Pras lalu membayar bakso yang sudah Pras dan Luna makan


Luna dan Pras pun berdiri dari kursinya.


"iya,sampai jumpa lagi luna,pras .seringlah mampir ke sini


bibik menerima uang yang di berikan Pras


"siap bik"


ucap Luna ,lalu mereka berdua berjalan menuju mobil ,Luna berada di belakang Pras


Dor .......


terdengar suara tembakan, Luna segera berlari menangkap tubuh Pras yang hampir jatuh ,Pras menggenggam lengannya yang terkena tembakan ,luna melihat ke sekeliling guna melihat siapa yang menembak Pras tapi, Luna tidak menemukan siapapun


Luna segera menelpon ambulance .


Luna yang tidak kuat menahan tubuh Pras membuat tubuh Pras merosot jatuh ,Luna pun hanya dapat memeluk tubuh Pras sampai ambulance datang..