
Pras kembali menjalankan mobilnya ,saat melihat Luna yang berjalan pergi ,kali ini Pras mengebut dan membanting setir untuk menghalangi jalan Luna ,Pras segera turun dari mobilnya.
"sekarang mau kabur ke mana kau Luna"
Pras berdiri di depan Luna ,dengan raut muka yang menunjukkan kemarahan ,Luna yang terkejut belum mencerna apa yang terjadi
"Pras"
Luna yang tersadar dari keterkejutannya, membuatnya mengucapkan nama Pras secara spontan
Luna menelan ludah ,gugup melihat ekspresi yang di tunjukkan Pras ,yang kelihatannya benar benar marah padanya
"terkejut ,aku bisa menemukanmu luna,kau tidak akan bisa kabur lagi sekarang !"
Pras berbicara dengan nada mengejek
"Pras aku...."
Luna ingin mencari alasan agar Pras mengerti bahwa ia tidak akan bisa hidup seperti ini terus ,kehidupan mereka sangatlah jauh berbeda ,Luna terbiasa hidup bebas tidak suka di kekang
"apa aku harus mengurung mu dan tidak boleh membiarkanmu keluar Luna?aku masih berbaik hati untuk tidak melakukan hal itu "
Pras terlebih dahulu memotong pembicaraan Luna,Luna tidak bisa membayangkan bila Pras benar benar melakukan hal itu ..sedangkan seperti ini saja sudah membuat dia pusing.
"aku ingin hidup seperti dulu Pras,kehidupan yang bebas ,aku tidak mau hidup denganmu dan terkurung, aku punya kehidupanku sendiri"
Luna akhirnya mengatakan alasannya ,jujur saja Luna tidak mengharapkan pernikahan ini ,dia bisa hidup sendiri, lagi pula luka di hati Luna masih ada karena ulah Pras.
"tapi sekarang tidak lagi,kau adalah istriku jadi kau harus hidup denganku ,kehidupanmu telah berubah Luna ,jalani saja ,seharusnya kau bersyukur saat kau sendirian Tuhan masih berbaik hati untuk tidak membiarkanmu sendiri"
bukannya mengerti alasan Luna ,Pras malah marah mendengar hal itu ,Pras merasa keberadaannya membuat kehidupan Luna sulit
"pernikahan kita sudah di rencanakan Pras"
"lalu kalau takdir tidak menginginkannya, maka pernikahan ini tidak akan terjadi"
benar, dengan apa yang Pras katakan,kalau dirinya tidak di takdir kan menikah dengan Pras maka pernikahan mereka tidak akan terjadi ,sekalipun ini adalah perjodohan ,karena jodoh tidak akan tertukar ataupun salah ,di manapun jodohmu berada pasti akan bertemu ,sekeras apapun menolak kalau sudah takdir maka tetap tidak akan bisa menolak.
"apa kau berharap bisa menikah dengan laki laki berambut kuning itu"
ucap Pras kesal ,bagaimanapun juga Luna adalah istrinya ,yang berarti miliknya, jadi tidak ada orang yang boleh mendekatinya kecuali Pras ,egosi memang, tapi seperti itulah prinsip seorang Pras ,apa yang sudah menjadi miliknya tidak ada yang boleh menyentuhnya apa lagi sampai mengambilnya dari Pras
"laki laki berambut kuning?"
Luna bingung ,dia tidak tahu siapa yang Pras maksud
"laki laki yang bersamamu tadi "
seingat Luna dia tadi hanya bersama Bima dan rambut Bima memang berwarna kuning
"maksudmu Bima"
Pras mendecih kesal ,Pras tidak ingin tahu namanya dan juga Pras tidak ingin tahu tentang laki laki itu
"lalu apa urusanmu jika aku bersamanya "
Luna berharap Pras akan melepaskannya kalau dia tahu dia ingin bersama Bima,
Luna minta maaf dalam hati pada Bima, karena dia sudah menggunakan namanya untuk lepas dari pras
"tentu saja itu urusanku dan akan aku pastikan kau, tidak akan bisa bersamanya "
Pras tidak terima, seolah Luna merendahkan dirinya ,dengan menganggap Bima lebih baik darinya, hingga Luna sampai tidak takut menyampaikan kalau ia ingin bersama laki laki lain ,secara terang terangan.
"kau terlalu egois Pras"
"kau yang egois ,seharusnya kau sadar diri, kau itu sudah menikah ,aku bahkan tidak menuntut mu untuk melayaniku "
Pras mendengus ,saat mendengar Luna yang merasa kalau dirinya lah yang egois di sini,
Luna ingin berlari pergi meninggalkan Pras ,Pras semakin marah dengan sikap Luna ,dia mengejar Luna hingga dapat.
sangat mudah untuk menangkap Luna karena dia sudah terbiasa menangkap seorang penjahat ,apalagi hanya orang seperti Luna.
"baiklah kalau kau memaksa ,aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya dan selamanya"
Pras langsung memborgol tangan Luna agar Luna tidak bisa kabur
"lepaskan Pras"
Pras mengangkat tubuh Luna dan langsung memasukkannya ke dalam mobil
Pras mendorong Luna agar masuk ke dalam mobil dan langsung menutup pintu dengan cepat, lalu Pras dengan cepat masuk ke dalam mobil juga
"aku bisa menjadi orang yang kejam luna. jadi,rasakan lah akibatnya "
mobil Pras melaju dengan kecepatan tinggi,
jalan yang sepi membuat Pras semakin memacu kecepatan mobilnya agar segera sampai di rumah mereka
saat mereka sampai di rumah ,Pras langsung membuka pintu mobil dan menari Luna keluar dari mobil dan menariknya untuk masuk ke dalam rumah .
para pelayan menyaksikan Luna yang di tarik oleh Pras dan tangannya di borgol seperti tahanan polisi, mereka semua menyingkir untuk memberikan jalan kepada tuan mereka ,mereka tahu tabiat tuannya itu tidak mau di ganggu ,Luna terus meronta minta di lepaskan ,Pras dengan cepat membuk pintu kamar mereka dan tidak lupa langsung mengunci pintu kamar itu.
Luna sekarang ketakuta ,karena Pras sekarang mendekatinya ,Luna yang masih berdiri dengan tangan yang masih terborgol
berjalan mundur menghindari Pras
"kau tidak akan bisa pergi ke mana mana lagi sekarang"
Pras tertawa menakutkan ke arah Luna ,Luna merinding melihatnya ,dirinya merasakan firasat yang tidak enak
"lepaskan aku Pras aku mohon"
Luna kali ini memohon pada Pras, kalau tahu begini ,Luna tidak akan membawa nama Bima yang membuat Pras semakin marah
"tidak akan pernah ,sampai kapanpun kau akan tetap menjadi milikku ,jadi kau jangan pernah bermimpi bisa pergi dengan laki laki lain"
Pras mendorong Luna hingga tubuhnya jatuh ke atas ranjang
"aku janji tidak akan mengulanginya lagi ,jangan lakukan, ku mohon"
Luna benar benar ketakutan, Pras tidak perduli dengan ucapan Luna ,Pras membuka kemejanya sendiri ,lalu ia merangkak ke atas ranjang
Pras menatap Luna yang memejamkan matanya
"akan ku buat kau menjadi milikku seutuhnya Luna "
Luna merasa kalau dia ingin mati saat itu juga atau bahkan kalau ada kesempatan dia akan gantung diri di kamar ini
"apa yang kau maksud Pras"
Luna bingung dengan yang akan Pras lakukan padanya ,antara menyiksanya atau memaksanya .
sungguh Luna sangat menyesal tidak mengikuti perintah Pras tadi siang
"kau akan tahu sendiri nanti sayang"
bisik Pras ke pada Luna sambil membelai rambut Luna ,lalu dia mengelus pipi Luna dengan lembut ,Luna hanya dapat pasrah sekarang dia tidak mempunyai kekuatan untuk melawan Pras karena keadaan tangannya yang masih di borgol dan Pras belum membuka borgol itu...