My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
19.pertengkaran Luna dan Kesya



luna membuka matanya saat matahari menerobos masuk dari sela sela jendela .Luna Bangun dari tidur, dia melihat jam menunjukkan pukul 8 pagi .badan Luna sudah baikan sekarang .Luna berjalan dan menatap keluar jendela melihat pemandangan di luar jendela .


Luna sungguh menyesal karen Luna melihat Pras sedang duduk bersama Kesya .


mereka berdua duduk di bangku taman .mereka sepertinya sedang mengobrol dengan akrab .mood Luna kembali hancur ,Luna menggerutu kesal .Luna lalu beranjak pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi pagi ,walaupun dengan hati yang galu


"kenapa kau bisa masuk ke anggota mafia Kesya ?"


Pras mengawali pembicaraan mereka


Pras sengaja mengajak Kesya duduk di taman agar dia tidak bosan karena terus berada di kamar


"banyak yang sudah berubah Pras,perusahaan ayahku terlilit hutang aku harus melakukan segala cara agar dapat membayar semuanya kalau tidak keluargaku tidak akan bisa bertahan hidup ,kalau aku bekerjapun itu semua tidak akan cukup untuk membayar semua hutang dan juga nyawa orang tuaku akan terancam ,aku di ajak sahabatku untuk masuk ke anggota mafia ,kami mendapat uang yang banyak dengan merampok dan mencuri,kau tahu sendiri pekerjaan apa saja yang kami lakukan"


Kesya menceritakan awal mulanya ia bisa menjadi anggota mafia ,pantas saja dia masuk ke anggota mafia karena di sana mereka akan gampang mendapatkan uang dalam waktu singkat


"apa kau juga membunuh orang?"


tanya Pras,Pras tahu bahwa anggota mafia merupakan pembunuh bayaran kelas kakap .orang yang ingin menghancurkan saingannya biasa menggunakan mereka ,dengan bayaran yang tentu saja sangat mahal.


mafia juga melakukannya dengan sangat rapi dan tidak akan meninggalkan jejak bahkan polisi tidak bisa mengidentifikasi pelakunya


"bisa di bilang begitu,aku di tugaskan merampok jika kami ketahuan maka kami akan membunuh orang tersebut"


walaupun angkuh dan sombong Kesya tetaplah seorang wanita


"kau di ajarkan bagaimana cara melakukan itu semua?"


tidak mungkinlah Kesya bisa membunuh seseorang tanpa di ajarkan cara .mengingat kalau salah tembak bisa membahayakan dirinya sendiri


"tentu saja ,mafia tidak menerima anggota yang hanya dapat menyusahkan mereka"


sebelum masuk sebagai anggota mafia Kesya dan sahabatnya di ajarkan cara menembak, bela diri dan hal hal yang berbau kekejaman.


"kau benar,aku dengar dari Jo kau akan membocorkan rahasia mafia kepada kami"


Pras ingin memastikan apa yang di katakan Jo benar adanya


"iya,mengenai rencana dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya


Kesya membenarkan apa yang di katakan Jo


"kenapa kau ingin memberi tahu FBI rahasia besar mafia"


Pras penasaran dengan alasan Kesya, walaupun Pras sudah tau alasannya, tapi Pras yakin bukan hal itu saja yang membuat Kesya ingin membocorkan rahasia mafia


"mungkin jo memberitahukan sepintas alasanku,sahabatku di bunuh oleh mereka aku juga tidak mau lagi bertahan disana karena orang tuaku juga sudah tidak ada hanya aku seorang diri sekarang ,mereka meninggal setahun yang lalu jadi untuk apa aku terus berada di sana "


Kesya melakukan semua ini untuk orang tuanya dan sekarang mereka telah tiada ,Kesya bertahan sebagai anggota mafia karena ada sahabatnya di sana sekarang sahabatnya juga sudah menyusul orang tuanya .


"mereka masih sangat kuat apa lagi Lucas baru saja lolos"


"kau benar, mereka sangat kuat karena ketua mereka sangat pandai dalam menyusun rencana ,mereka juga akan mengambil resiko apa saja jika sudah terjebak, sekalipun nyawa anggota mereka akan hilang ,mereka tidak perduli ,tapi kau tenang saja mereka tidak tahu kalau aku mengetahui rencana mereka"


kesya memang mendengar apa yang mereka rencanakan ,karena dia bukan termasuk yang merancang sebuah rencana ,sang ketua lah yang mengatur semuanya ,mereka hanya menjalankannya saja .


walaupun seperti itu mereka juga harus mempunyai rencana yang matang untuk menghancurkan para mafia itu


"ayo kita sarapan,setelah itu kau harus menjelaskan semuanya pada anggota FBI ,yang akan ke sini mengingat kondisi kau yang belum memungkinkan untuk pergi dari sini"


Pras berdiri dari duduknya ,pras hari ini tidak pergi ke kantor ,dia akan menyelesaikan masalah ini bersama anggota FBI lainnya ,lagipula ada Niko yang mengurus perusahaannya .Niko adalah tangan kanannya dia bis mengambil tindakan tanpa di suruh tapi ,kalau mengenai masalah perusahaan dia akan bertanya pada Pras terlebih dahulu .


Pras membantu Kesya untuk berdiri ,lalu membantu Kesya untuk duduk di kursi roda mengingat kakak nya yang masih sangat sakit akibat Luna tembakan


"selamat pagi nona Luna,tuan Pras sudah ada di meja makan"


sambut pelayan,dia baru saja akan memanggil Luna untuk sarapan atas perintah Pras ,tapi Luna sudah keluar kamar terlebih dahulu


"Hm,selamat pagi bik"


balas Luna walaupun kurang semangat ,Luna sebisa mungkin membalas sapaan pelayan, Luna berjalan menuruni tangga di ikuti pelayan yang ada di belakangnya .


saat memasuki ruang makan ,Luna dapat melihat Kesya yang duduk di samping Pras


saat Luna dekat dengan mereka .Luna dapat melihat raut wajah terkejut yang Kesya berikan saat melihat dirinya .


Luna tidak memperdulikan hal itu, dia tetap berjalan ,lalu duduk di hadapan mereka berdua.


"Luna ,lama tidak bertemu"


Kesya menyapa Luna,Luna hanya menatap Kesya datar tidak ada niat sama sekali untuk membalas sapaan Kesya, karena menurut Luna mereka tidak berteman jadi untuk apa mereka bertegur sapa seolah teman lama


"Hm"


Luna hanya membalas dengan gumaman ,dia tidak menghiraukan tatapan Pras yang menatapnya intens


"apa yang dia lakukan di sini?apa dia pekerja di rumahmu Pras"


Luna berdecak kesal ,saat mendengar ucapan Kesya ,dia selalu saja memandang Luna rendah ,hanya karena Luna miskin,tapi Luna tidak mu menanggapi orang seperti Kesya bagi Luna itu tidak ada gunanya


"dia istriku"


Pras lah yangenjawab pertanyaan Kesya ,Kesya menatap Pras tidak percaya .


Luna tidak ada perubahan ekspresi walaupun dalam hati di cukup terkejut karena Pras mengakuinya sebagai seorang istri di depan Kesya yang adalah pacarnya ,Luna juga belum tahu mengenai hubungan mereka setahu Luna mereka berpacaran itu saja, entah sudah kandas tau belum Luna tidak tahu .Pras juga tidak pernah menyinggung hubungannya dengan Kesya mereka menikah karena di jodohkan .Luna pikir mungkin Pras tidak ingin tercoret dari nama keluarga jadi dia terpaksa menikahinya


"apa ,sulit di percaya orang seperti dia bisa menjadi istrimu ,apa dia menjual diri padamu"


amarah Luna naik ke ubun ubun mendengar ucapan Kesya ,Luna kali ini tidak bisa terima dengan semua ini .dia marah dia tidak akan serendah itu


"aku juga tidak berharap menikah dengan laki laki seperti dia ,asal kau tahu kami hanya di jodohkan tidak lebih ,kalau kau ingin bersamanya silahkan saja"


Luna berdiri dari duduknya nafas Luna naik turun nada suaranya benar benar emosi ,Luna menatap Kesya tajam


"Luna"


Pras memanggil nama Luna dengan nada membentak


"apa!benar apa yang aku ucapkan?bila kau ingin bersama wanita sombong ini silahkan saja"


Luna kali ini beralih menatap pras, dia tidak mau direndahkan harga diri, dia memang miskin tapi dia tidak akan pernah menjual diri karena harta


"dengar Kesya aku memang miskin tapi aku tidak serendah itu atau mungkin ku yang rendahan"


Luna balik mengejek Kesya kalau dia berani mengejek ,Luna juga bisa.


luna tidak pernah takut pada siapapun


Luna beranjak pergi meninggalkan meja makan ,walupun dia belum sarapan pagi.


Luna tidak perduli, kalau dia terus berada di sana bisa bisa emosinya tidak akan reda dan berdampak pada kesehatan janinnya