My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
25.luna kabur bersama Lucas



pelayan segera pergi menjauh dari Luna di sana tentu saja dia tidak sendiri masih ada penjaga yang tidak ingin mengambil resiko kalau Luna kabur.


tak lama datanglah mobil mendekati Luna .saat Luna mau membuka pintu mobil salah satu penjaga mendahuluinya .lunapun masuk ke dalam mobil,saat sudah berada di dalam mobil tiba tiba ada beberapa bodyguard yang mengawal mereka saat bepergian.


Luna hanya diam saja selama perjalanan .dia menatap lurus ke depan ,Luna tidak dapat menikmati pemandangan di luar jendela karena terhalang oleh badan bodyguard di samping kanan dan kirinya.


sedangkan pelayan duduk di samping supir.


lima belas menit berlalu akhirnya mereka sampai juga di restoran Sunda .


pelayan dan bodyguard itu turun terlebi dahulu mendahului Luna ,setelah itu barulah Luna keluar.


Luna melihat restoran tersebut dengan wajah berbinar ,dia sangat bersemangat sekali.


Luna segera masuk ke dalam restoran di ikuti oleh 2 bodyguard dan pelayan.


"apa mereka akan ikut masuk ke dalam bik?"


Luna sedikit risih masa makan saja Luna harus di awasi ,Luna merasa kurang nyaman saja.


"tentu saja nona Luna"


"ayolah, aku tidak akan kabur aku hanya makan saja"


ucap Luna frestasi .dia merasa menjadi istri orang kaya itu tidak enak semuanya harus selalu di awasi bahkan untuk makan sekalipun .Luna sungguh merasa tidak bebas


"kalian tunggu di luar saja"


pelayan yang melihat Luna frustasi akhirnya menyuruh mereka menunggu di luar


"Baiklah"


mereka menuruti perintah kepala pelayan.mereka segera keluar dari restoran itu,Luna dan pelayan mulai mencari meja yang kosong .saat ini suasana di restoran ini agak ramai.saat melihat meja yang kosong Luna segera duduk.


"bik kenapa kau berdiri ?ayo duduk"


Luna heran melihat pelayan yang berdiri ,makanya dia bertanya.


"saya merasa tidak pantas karena saya hanya pelayan non"


"Duduklah"


perintah luna pada pelayan agar dia duduk .pelayan lalu menuruti perintah Luna.


"Selamat datang anda ingin memesan apa nona?"


seorang pelayan langsung menghampiri mereka ..


dia menanyakan makanan apa yang ingin Luna pesan.


"seluruh makanan yang di jual di sini"


Luna tidak melihat menu makanan lagi. Luna tahu apa yang di jual di sini semuanya enak jadi dia tidak memilih lagi .Luna juga sangat bernafsu untuk memakan semuanya.


"Baiklah makanan akan segera datang nona"


pelayan tersebut segera pergi meninggalkan Luna dan kepala pelayan .


tak butuh waktu lama pesanan mereka datang .Luna menatap makanan di depannya dengan mata berbinar .


"apa anda yakin akan menghabiskan semua makanan ini nona?"


pelayan menelan ludah gugup saat melihat makanan yang sangat banyak di depannya .


"tentu saja, lagi pula kau juga harus makan,apa kau akan melihat saja?"


Luna memang ingin memakan semuanya tapi dia tahu dia tidak akan sanggup .


lagipula apakah kepala pelayan akan menonton saja?tentu saja dia harus ikut makan.


"Tapi nona"


kepala pelayan terlalu hat mau membantah.


"tidak ada tapi tapian ayo kita makan"


Lina tidak menerima penolakan .Luna langsung saja makan .


Luna begitu menikmati makanannya .


kepala pelayan mulai ikut makan walaupun makan dengan sangat lambat .


dia tersenyum melihat Luna makan dengan lahap.


"tidak perlu berterimakasih ,anggap saja salam perkenalan dari seorang teman"


Luna tidak pernah menganggap kepala pelayan sebagai pembantu ,dia menganggapnya seperti teman atau lebih tepatnya keluarga.


Hampir setengah jam waktu yang mereka gunakan untuk menghabiskan seluruh makanan .Luna akhirnya berdiri dari kursinya ,kepala pelayan terlihat mau berdiri juga .


"bibik tunggulah di sini sebentar aku ingin pergi ke toilet .setelah itu aku akan ke meja kasir untuk membayar, baru kita pulang".


Luna segera pergi karena dia sudah kebelet ingin buang air kecil,pelayan memperhatikan Luna yang menghilang karena tikungan ruangan restoran tersebut.


tak berapa lama Luna sudah selesai ,Luna menuju meja kasir untuk membayar ,saat mau kembali menemui kepala pelayan ,Luna tidak sengaja menyenggol bahu seseorang .Luna menatap orang itu untuk minta maaf ,tapi Luna terkejut melihat orang tersebut .


"kak Lucas"


gumam Luna tapi terdengar oleh laki laki tersebut ,laki laki tersebut sama terkejutnya dengan luna .


"Luna"


"aku sangat merindukanmu kak"


tiba tiba Luna memeluk laki laki yang ada di depannya tersebut . luna memeluk syarat akan kerinduan .Luna memeluknya begitu erat laki laki itu juga membalas pelukan Luna.


"iya kakak juga ,tapi bisakah kita tidak berpelukan, di sini terlalu banyak orang ,ayo kita cari tempat lain"


tak berapa lama laki laki itu melepaskan pelukannya .bukan karena dia tidak rindu ,tapi dia agak risih saat beberapa orang melihat ke arah mereka dan pipi orang orang tersebut bersemu merah .Luna menatap laki laki di depannya dengan tatapan rindu yang begitu dalam .


"Kak bawa aku kabur dari sini"


ucapan Luna membuat Lucas mengangkat satu alisnya .dia bingung dengan apa yang terjadi pada Luna .sehingga dia bicara seperti itu.luna pikir dia pasti tidak akan bisa melepas rindu kalau kepala pelayan mengetahui ini semua .mereka pasti akan segera menyeret Luna untuk pulang ,apa lagi kakaknya orang asing bagi mereka.


"memangnya kau kenapa?"


tanya Lucas pada Luna dia penasaran mengapa adiknya itu ingin kabur .


Luna juga celingak celinguk melihat ke arah sekeliling ,dia merasa aman saat para bodyguard itu tidak bisa melihatnya karena terhalang orang orang yang sedang berjalan.


"ceritanya panjang .nanti aku akan cerita ,yang penting kau bawa aku kabur. kakak lihat orang orang berjas hitam itu mereka sedang menjagaku agar aku tidak kabur "


Luna menunjuk ke arah bodyguard yang berdiri di depan sana ,Luna berpikir untuk pergi dengan bantuan kakaknya agar dia tidak tertangkap .ini adalah kesempatannya untuk meninggalkan rumah Pras .Luna tidak perduli dengan barang barangnya, yang terpenting dia sudah bersama orang yang dia cari selama ini .


dia bersama keluarga satu satunya.


"Baiklah ikuti kakak"


Lucas menyetujui keinginan Luna tanpa banyak tanya .toh nanti Luna akan cerita padanya.


Luna pasti tidak akan bohong ,Lucas sangat mengenal adiknya itu .


lagipula sebagai seorang kakak sudah seharusnya Lucas melindungi adiknya .mereka juga sudah sangat lama tidak bertemu.


lucas memegang tangan adiknya agar Luna bisa mengikuti langkahnya .


"maaf bolehka kami minta tolong?"


Lucas berbicara pada pelayan yang berada di dekat mereka ,pelayan menunggu apa yang akan di katakan oleh Lucas.


"minta tolong apa?"


pelayan itu menanyakan terlebih dahulu apa yang harus dia bantu karena dia tidak mungkin menyanggupi tanpa tahu terlebih dahulu .


"Bolehka kami keluar dari restoran ini menggunakan pintu belakang.kami sedang di intai oleh orang orang berjas hitam itu .kami tidak tahu apa salah kami ,mereka sedari tadi terus mengawasi kami ,jadi kami takut untuk keluar dari pintu depan"


Lucas menjelaskan permasalahan yang sedang terjadi .dia berbicara dengan nada yang sangat meyakinkan .pelayan tersebut lalu menatap ke arah dua pria berjas hitam untuk memastika benar atau tidak ucapan Lucas itu .Luna menanti dengan cemas jawaban pelayan tersebut.


"Baiklah kalau begitu silahkan"


akhirnya pelayan tersebut menyetujui permintaan Luna dan Lucas .Luna bernafas dengan lega karena mereka sudah di izinkan untuk keluar lewat pintu belakang .mereka berjalan dengan cepat karena takut ketahuan .


pelayan tersebut berjalan terlebih dahulu untuk menunjukkan jalan keluar dari pintu belakang.


"Terimakasih"


ucap Luna dan Pras secara bersama .setelah itu mereka segera pergi meninggalkan restoran tersebut dengan cepat untuk menuju mobil.