My Husband Is A CEO And Secret Agent

My Husband Is A CEO And Secret Agent
8.after the first night



sinar mata hari menerobos masuk ke dalam kamar di antara sela sela jendela .


Luna yang masih tertidur, mulai membuka matanya ,burung juga mulai berkicau merdu .


Luna berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya ,Luna merasa dia sangat ingin menangis saat mengingat kejadian semalam ,dia memeluk tubuhnya .


Luna merasa dunianya hancur ,walaupun sebenarnya itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri tapi, Luna merasa dia tak ubah dengan seorang gadis ...memiliki suami tapi seperti tak ada ,Luna menoleh ke arah samping ,Pras sudah tidak ada di sana .


Luna melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi ,Luna tidak ingin memikirkan banyak hal ,apa lagi memikirkan Pras yang entah pergi ke mana,Luna lalu turun dari ranjang, dengan tubuh yang masih di tutupi oleh selimut ,Luna langsung pergi menuju kamar mandi


hampir 15 menit berada di kamar mandi, akhirnya Luna keluar dengan baju handuknya ,Luna tidak ingin berlama lama mandi ,karena jika dia berlama lama mandi maka, Luna akan mengingat kembali kejadian tadi malam,Luna merasa tidak enak badan ,Luna cepat cepat memakai baju dia memakai gaun selutut .


tubuhnya benar benar tidak bisa di ajak kompromi ,kepalanya juga sakit ,Luna kembali membaringkan dirinya di atas tempat tidur ,lalu menarik selimut.


sepertinya ia demam


tok tok tok


terdengar suara ketukan dari luar kamar ,Luna merasa tidak sanggup untuk menjawab apalagi berdiri dan membukakan pintu ,kepalanya sangat sakit


"permisi nona"


pintu pun terbuka dan ternyata kepala pelayan yang datang membawa makanan ke kamar luna,Luna tidak merespon sama sekali, dirinya benar benar tidak sanggup untuk sekedar menyapa ,tadi juga Luna mandi dengan air dingin sehingga membuatnya semakin menggigil.


"nona Luna "


Luna menatap pelayan dengan mata yang sayup ,pelayan meletakkan sarapan untuk Luna di atas meja ,di samping ranjang.


"apa nona baik baik saja"


pelayan bertanya guna memastikan keadaan Luna


Luna mengangguk dan berkata pelan


"kau boleh pergi"


Luna sedang ingin sendiri sekarang ,dia tidak ingin di ganggu ,Luna rasa dia hanya sakit sedikit dan setelah istirahat akan kembali pulih


"tapi anda terlihat tidak baik baik saja nona"


pelayan dapat melihat bahwa Luna sedang sakit ,dari matanya yang berair dan bengkak, suara yang sedikit serak dan muka yang pucat


"aku sungguh baik baik saja,aku hanya sedikit tidak enak badan, setelah istirahat akan kembali pulih"


Luna meyakinkan pelayan ,bahwa dia akan baik baik saja ,pelayan hanya dapat pasrah dengan sikap keras kepala Luna .


"apa nona butuh obat ,atau apa perlu ku panggilkan dokter untuk memeriksa anda nona"


tawar pelayan ,mungkin saja Luna harus di tangani dokter agar dia cepat membaik


"tidak perlu ,aku hanya butuh sedikit istirahat ,nanti akan sembuh dengan sendirinya"


lun pikir dirinya hanya butuh istirahat, agar tubuhnya dapat pulih ,Luna sudah biasa seperti ini


"mungkin nona butuh sesuatu yang lain"


pelayan masih saja menanyakan apa Luna butuh sesuatu


"percayalah aku tidak memerlukan semua itu"


Luna sekarang benar benar semakin geram dengan sikap pelayan padanya


"ini sarapan anda ,segeralah makan agar tubuh anda segera pulih nona"


pelayan memberitahu bahwa dia meletakkan makanan di atas meja di samping ranjang


"iya aku akan memakannya "


Luna menjawab dengan tidak bergerak sama sekali


"saya permisi nona"


pelayan undur diri dari hadapan luna ,lalu kembali ke lantai bawah ,meninggalkan Luna sendiri"


kringggh kringggh kringggh


suara telpon rumah berbunyi ,pelayan segera mengangkat telpon itu


"halo kediaman tuan Pras"


jawab pelayan ,sambil menunggu jawaban dari seberang sana


"halo ,bagaimana keadaan Luna"


ternyata Pras yang menelpon ke rumahnya ,Pras langsung bertanya keadaan Luna ,Pras cukup khawatir dengan keadaan Luna, takut Luna melakukan hal hal yang berbahaya terhadap dirinya sendiri ,karna semalam luna menangis sesenggukan sampai tertidur ,Pras tahu bahwa luna tidak menginginkan kejadian semalam ,jadi Pras tidak membangunkan Luna ,dan ia langsung pergi ke kantor


"nona Luna sedang sakit tuan"


jawaban pelayan membuat Pras merasa bersalah sekarang


"apa dokter sudah memeriksanya?"


"nona tidak ingin di periksa dokter tuan"


pelayan menjelaskan kepada Pras


"apa Luna sudah minum obat"


setidaknya kalau Luna tidak ingin di periksa oleh dokter, luna mungkin akan meminum obat agar dia cepat sembuh


"nona Luna tidak minum obat ataupun makan tuan"


pelayan sempat pergi ke kamar Luna tadi dan terlihat makanannya masih utuh ,pelayan tidak berani membangunkan luna


"baiklah panggil dokter untuk memeriksanya ,aku akan pulang jadi dia tidak akan bisa menolak dan tolong masakkan bubur untuknya"


jika Luna tetap tidak ingin makan, maka Pras akan memaksa Luna ,Pras akan lebih memperhatikan keadaan Luna ,karena Luna sudah menjadi tanggung jawab Pras sekarang ,lagi pula kalau bukan dirinya siapa lagi yang akan memperhatikan luna..walaupun Luna menolak Pras ,dia tidak perduli


"baik tuan"


pelayan segera menutup telpon dan langsung mengerjakan apa yang di suruh Pras tadi


krettt


Pras membuka pintu kamar,hal yang pertama ia lihat adalah Luna yang tidur dengan menutupi tubuhnya ,Pras masuk ke dalam kamar di ikuti oleh dokter


"tolong periksa keadaannya"


Pras mengatakan hal itu kepada dokter ,Luna perlahan membuk matanya saat ia mendengar suara orang di sekitarnya


"baik tuan"


Luna melihat seorang dokter yang berjalan mendekatinya ,Luna menatap Pras datar ,Pras berinisiatif untuk duduk di samping Luna untuk menahan tubuh Luna agar tidak bergerak


"aku baik baik saja"


Luna mencoba memberikan alasan agar dokter tidak memeriksanya


"dokter"


Pras memberikan isyarat kepada dokter ,agar tetap melakukan pemeriksaan kepada Luna ,dokter tentu saja langsung mengerti,


dokter segera memeriksa Luna


"nona luna terserang demam, ini juga di sebabkan oleh faktor kelelahan dan terlalu banyak fikiran membuatnya stres ,hal itu lah yang mengganggu kesehatannya "


dokter menjelaskan apa yang terjadi pada Luna ,Luna tidak mau memusingkan apa yang di katakan dokter ,yang terpenting dia hanya butuh istirahat


"baiklah kau boleh pergi"


"baik tuan, ini obat yang harus nona minum"


setelah memberikan obat untuk Luna ,dokter langsung undur diri ,dan di sana hanya tersisa Luna dan Pras


tok tok tok


"masuk"


Pras menjawab saat terdengar ketukan pintu ,Pras membantu Luna untuk berdiri di kepala ranjang


"ini buburnya tuan"


pelayan menyerahkan bubur yang di pesan Pras dengan segelas air putih


"Hn"


pelayan segera pergi meninggalkan kamar Pras


"buka mulutmu"


perintah Pras pada Luna ,untuk membuka mulutnya, agar Pras dapat menyuapi Luna


"aku masih kenyang"


Luna mencari alasan,bukannya dia tidak ingin makan, hanya saja dia sedang tidak nafsu makan


"bagaimana kau bisa kenyang,, sedangkan dari tadi pagi kau belum makan apa apa"


tanya Pras pada Luna, yang membuat alasan yang tidak masuk akal


"cepat"


dengan terpaksa Luna membuka mulutnya ,agar buburnya dapat masuk ke dalam mulut ,Pras terus menyuapi Luna sampai buburnya habis ,setelah itu Pras memberikan segelas air dan obat yang di berikan oleh dokter


Luna langsung meminum air putih untuk membuat obat masuk ke dalam perutnya


"sekarang tidurlah aku akan menemanimu "


Luna kembali berbaring ,luna sekarang benar benar ngantuk ,mungkin dokter juga memberikannya obat tidur agar dia dapat beristirahat ,Pras juga ikut membaringkan diri di samping Luna ,lalu Pras mencium kening Luna kemudian memeluk dan menyelimuti Luna hingga akhirnya Luna tertidur