
@dirumah
“Dek tadi tu loe kenapa, kok loe bisa dihukum gitu??” Haga yang penasaran langsung bertanya ke adiknya yang belum selesai makan.
“Tadi tu...uhuk uhuk uhuk” Arinka keselek
“Gaa...adekmu biar selesai makan dulu baru ditanya” Bunda Atika menengahi
"Heeehehe,maaf bun..." Haga nyengir kuda sambil menghabiskan sisa makan malamnya. Arif cuma senyum simpul melihat tingkah laku adik-adiknya.
Selesai makan malam keluarga kecil itu berkumpul diruang tengah. Arin duduk disofa panjang diapit kedua kakaknya dan orang tuanya duduk di sofa sebelah mereka.
Arin panjang lebar menceritakan kejadian hukuman yang menimpa dia tadi siang. Keluarga yang mendengar cerita Arin tertawa semua melihat tingkah Arin yang reka ulang peragaan gaya hukumannya tadi.
“Hehehe... pinter loe dek bisa jalanin hukuman dari dua monster itu” Haga mengacak rambut Arin yang selesei cerita.
“Kok monster kak???” Arin minta penjelasan dari Arif bukan ke Haga
“Mereka memang terkenal galak dek di kepanitiaan, di hari biasa juga, jadi loe juga harus hati-hati ya”
“Bener tu dek apalagi loe dah lolos dari hukuman mereka, mereka pasti akan ngincer loe lagi” celetuk Haga.
“Terus gue harus gimana??? Kakak kan nggak di lapangan” Arin minta pertanggung jawaban kedua kakaknya.
“Tenang aja dek kita selalu mantau kok, kita jagain loe dari jauh, jadi loe nggak perlu takut ya” Arif menenangkan adiknya.
“Ya sudah, mendingan kamu tidur aja biar besok nggak telat berangkatnya” saran Papa Fathur
“Iya pa...” Arin langsung mencium kedua orang tuangnya dan tos ke kedua kakaknya.
“Kak..besok jadi kan rombak kamarnya???” Arin menagih janji Arif
“Reebeesss, serahin ke gue. Pulang sekolah ya..” yakin Arif.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
@dikantin sekolah
Aarrggghhhh.......banyak banget suara teriakan di kantin
Tiga serangkai celingak celinguk keheranan melihat cewek-cewek dikantin yang histeris. Waktu melihat pintu masuk, mereka melihat Arif en the genk masuk ke kantin dan duduk di tempat yang kosong. Teriakan histeris makin menjadi jadi karena tidak lama setelah itu Haga cees juga masuk kantin dari pintu yang lain.
“Ni cewek-cewek kenapa sich??? Lihat hantu kali ya???” Arin kebingungan sambil menghabiskan baksonya.
“Emang loe nggak tau,mereka ribut kenapa???” Ely menoleh Arin
“Enggak” Arin masih menyantap baksonya.
“Tuch yang bikin mereka histeris” Ely nunjuk bangku Arif en the gank setelah itu menunjuk Haga cees. Arin yang menyadari kalau yang ditunjuk itu kedua kakaknya, membuatnya makin penasaran.
”Cowok-cowok terpopuler disekolah ini”
“Haaaaahhh......” Arin melotot
“Nggak pake acara melototin gue keleeuuss” Ely protes
“Sorry....” Arin sadar kalau ekspresinya berlebihan
“Emang mereka siapa???” kali ini Ine yang nanya.
“Kelompok yang itu” Ely nunjuk Arif dkk. “Mereka itu kak Arif si bla bla bla...(Arif dkk sudah dijelasin di part sebelumnya ya guys)
“Naah kalo itu kelompoknya kak Haga” kali ini Ely menunjuk Haga cees.
Kak Haga itu kapten sepak bola di sekolah ini dia juga adiknya kak Arif. Terus ada kak Bandi si master catur, kak Ogy ketua ekskul musik. Mereka berdua anggota basket juga. Kak Haga juga nggak kalah tenar dari kak Arif, fans ceweknya juga banyak. Mereka disebut HFC”.
“Haga Fried Chicken” Arin nyeletuk dan dapat jitakan gratis dari Ely.
“Bukan dodol, HFC tu Haga Fans Club. Kalo kak arif namanya Arfista atau Arif fans Setia”. Ely seperti ibu guru yang sedang menjelaskan teman-temannya. Arin cuma senyum-senyum saja tidak menyangka kalau kedua kakaknya sepopuler itu di sekolah. Ine masih asyik aja menyantap baksonya sampai akhirnya.....
“Eh...satu lagi tu temennya kak Haga. Namanya kak Anda, dia wakil club sepak bola sekaligus sohibnya kak Haga juga. Doi juga lumayan cakep ada fansnya juga” kata Ely sambil menunjuk seseorang yang baru datang ke meja Haga.
Kedua temennya serempak menoleh dan “Uhuk uhuk uhuk... “ Ine keselek, Arin refleks memberikan air dan mengusap punggung Ine.
“Loe nggak salah El??? Cowok tampang gitu loe bilang cakep, sakit mata loe kayaknya” nyerocosnya Ine kumat. Arin dan Ely mendengar kata denger Ine langsung melirik Anda, menurut mereka Anda memang cakep.
“Nee.. kayaknya kali ini loe dech yang lagi sakit mata” Arin menoleh ke Ine setelah melihat Anda.
“Yee...emang tu cowok nggak ada cakep-cakepnya ” Ine melengos. Arin dan Eli cuma diam saja melihat perubahan drastis temen barunya ini. Mereka tidak berani bertanya lebih jauh lagi takut dilempar mangkuk bakso yang ada di depan
Ine.
Sementara itu Anda yang merasa kupingnya panas menoleh ke semua penjuru kantin
"Kayaknya ada yang ngomongin gue dech”batinnya dan bertepatan dengan itu Anda melihat tiga cewek yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya.
Dari mereka,dua orang sedang mencuri pandang dan memperhatikannya,sedangkan satu orang lagi sedang sibuk
dengan baksonya.
”Hmmm... kayaknya gue tau dech siapa yang omongin gue” gumamnya sambil senyum-senyum sendiri,
jangan lupa kasi like dan komennyaa ya readers....
hehehehe.....