
YUUUPPSSSS semua sudah siap. Tinggal pamitan sama orang rumah. Arin memakai baju tertutup,kaos
panjang dilapisi jaket tebal dan jeans panjang serta sepatu, tidak ketinggalan topi supaya tidak kepanasan. Arif nggak jauh beda, pakai kaos pendek dilapisi jaket dan jeans panjang dan sepatu,sedangkan Haga sudah berangkat duluan menjemput Mitha. Bawaan mereka juga nggak banyak, masing-masing cuma bawa satu tas camping. Arin dan Arif bersiap di depan rumah.
“Aduh Arif, jagain adik kamu ya! jangan sampai nggak diawasin” pesan Bunda Atika
“Iya bunda” jawab Arif
“Tuh kak, denger pesen bunda. Loe harus jagain gue, jangan pedekate sama Kak Ena mulu!” kata Arin
“Iyaa…bawel banget sich loe”
“Nanti jangan lupa bawa oleh-oleh buat papa ya...” Papa Fathur nyeletuk
“Oke Pa, nanti kita bawain Papa anak Gorilla ya.“ jawab Arif
“Loh kok anak Gorilla??”
“Ya lagian Papa juga sich, udah tau anaknya pergi camping malah titip oleh-oleh, anak-anak itu camping dihutan bukan di mall Pah” Bunda Atika yang menjawab
“Hehehe...Papa kan becanda Bun“ jawab Papa Fathur lagi
“Ya udah kita berangkat dulu Pah, Bunda” pamit Arin dan Arif mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya.
“Hati-hati disana ya nak”
BBRRRMMMM…. Baru saja motor akan jalan.
“Eeh, tunggu dulu” Arif turun dari motornya tiba-tiba, Arin yang sudah berada diatas motor jadi goyah, untung saja ada Papa Fathur bisa menahan motor yang hampir jatuh.
“Arif kamu kenapa sich??” Papa Fathur protes melihat Arin hampir jatuh.
“Sorry Pa, ada yang kelupaan” Arif berlari ke dalam rumah.
“Aduuhhh kak Arif ni” keluh Arin
“Kamu nggak kenapa-napa dek??” tanya Bunda Atika yang khawatir melihat kelakuan anak sulungnya.
“Nggak kenapa-napa Bun, untung ada Papa yang bantuin tadi” jawab Arin tidak ingin membuat Bundanya semakin khawatir
Arif masuk ke rumah, tak berapa lama dia muncul dengan gitarnya.
“Yaaahhh Kakak, pasti gue yang disuruh bawa” tuduh Arin
“Nggak cuma itu, loe harus bantu gue pake gitar ini besok” Arif memberikan gitar itu ke Arin. Arin hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
############################################################
Semua anggota OSIS SMA NUSA KARYA yang baru dan lama sudah berkumpul semua. Jumlahnya sekitar 25 orang lebih.
“Oke guys, semuanya udah kumpul dan dapet boncengan masing-masing kan??” Tanya Trisna sebagai ketua rombongan menggantikan Yugha tidak bisa ikut.
“Gue belum kak” Arin mengacungkan tangannya.
Kali ini Arif mau bonceng Ena lagi. (tega bener sich tu abang??)
Berhubung Arif sedang pedekate sama Ena, Arin jadinya ikhlas-ikhlas saja, itu juga karena Arif menjanjikan dirinya coklat sekotak pulang kemah nanti.
“Aduh Arin, kakak jadi nggak enak sama kamu. Kamu dibonceng Kak Arif aja dech” kata Ena
“Haaaahhhhh…nggak apa-apa kok kak” Arin mengelak, takut dapat jitakan dari Arif nanti karena melihat Arif melotot kepadanya.
“Wadduuhhh, kamu belum dapat tumpangan ya??” Trisna bingung. Arin pun menggeleng
”Dia sama gue aja kalo gitu”. Seseorang berbicara.
Arin celingukan, begitu juga dengan semua mata yang memandang tak percaya. Karena yang menawarkan diri adalah Farel.
“Gue titip adek gue ya brow” kata Arif, Farel mengangguk
“Loe pikir gue anak TK pake dititip segala kak” protes Arin.
Ketika mereka akan siap-siap berangkat,tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Dan dua gadis keluar dari mobil itu yang ternyata Ega dan Fitri.
"Tunggu, gue juga harus ikut kemah." kata Ega
Semua terkejut mendengarnya,karena mereka tahu Ega dan Fitri bukan pengurus OSIS.
"Kenapa loe harus ikut? loe kan bukan pengurus OSIS." jawab Trisna sebagai Ketua rombongan.
"Pokoknya kita nggak mau tau,kita berdua harus ikut kemah". kali ini Fitri yang bicara, dia sambil melirik sinis ke Ena.
"Kasi gue alasan yang tepat supaya gue bisa ijinin loe berdua ikut kemah!" kata Trisna lagi.
Fitri sempat terdiam memikirkan jawaban, tiba Ega menunjuk.
"Kita kemaren ikut jadi panitia Ospek,jadi boleh juga dong kita ikut kemah sekarang."
"Loe lupa kalo panitia Ospek udah kita bubarin?? Gue langsung kan yang bubarin selaku Ketua Panitia." Kali ini Arif menjawab.
Fitri dan Ega terdiam lagi dengan jawaban Arif. Mereka masih memikirkan alasan supaya bisa ikut kemah.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tiba-tiba Pak Andrew datang.
"Ini Pak, Ega dan Fitri tiba-tiba ngotot mau ikut kemah." Trisna menjawab.
"Kenapa kalian mau ikut kemah? bukannya kalian bukan anggota OSIS, baik lama ataupun baru" Pak Andrew melihat ke arah Ega dan Fitri.
"Tapi Pak,kenapa mereka berdua bisa ikut?? Mereka kan bukan anggota OSIS." Kali ini Ega menunjuk Arin dan Ine.
"Kalian nggak lihat kalo bukan mereka berdua aja yang ikut. itu ada anak kelas X yang lain juga. Mereka yang selama ini dilihat mempunyai potensi di beberapa bidang,makanya bapak ajak. Bukannya hal ini kalian sudah tahu dari kalian kelas X dulu bukan?" Pak Andrew menjawab pertanyaan Ega.
"Kalian sudah mendengar jawaban Bapak, sekarang kalian pulang. Dan ingat jangan ngebut dijalanan kalau kalian berkendaraan!" Pesan Pak Andrew.
Ega dan Fitri sebenarnya tidak terima tidak bisa ikut kemah,tapi mereka juga tidak bisa melawan perkataan Pak Andrew.
Sebelum pulang,Ega mendatangi Arin.
"Awas aja loe, jangan ngerasa loe menang dulu. Gue nggak akan pernah tinggall diam sama loe!". Ega berbisik di telinga Arin.
"Haahh maksud loe kak apa sih kak? gue nggak ngerti?" Arin bingung dengan perkataan Ega.
"Loe ngomong apa ke adek gue? loe ngancem dia". Kali ini Arif langsung mendekati Ega melindungi Arin.
"Bukan urusan loe." jawab Ega
"Akan tetap jadi urusan gue kalau itu. menyangkut adek gue. Ngerti loe" Arif memperingati Ega.
"Dan gue juga nggak akan tinggal diam kalo loe berani nyakitin adek gue, walopun loe kakak kelas gue!" Tambah Haga lagi.
Ega hanya mendengus mendengar Arif dan Haga,dia kemudian masuk mobil meninggalkan sekolah bersama Fitri.
Dan mereka pun akhirnya berangkat,dengan mobil khusus sekolah bersama Pak Andrew , sedangkan sisanya pakai motor.
Arif-Ena, Farel-Arinka, Trisna-Alfan, Haga-Ogy pakai motor, sedangkan Mitha ikut dalam mobil sekolah.
happy reading guys....
hari ini gue up 2 episode lagi ya....
jangan lupa tanda jempolnya kalo sudah baca ya....
gue tunggu like dan komennya disetiap episode guys....