MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 32#Yugha & Ely (Bukan atau Belum?)



Setelah Yugha dan ely keluar dari Restoran,mereka kemudian berjalan bersisian, sampai tiba didepan sebuah toko buku yang menjual buku-buku impor.


“Eh.. mampir kesini dulu mau gak??” tanya Ely, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya


Yugha mengangkat alis, tapi tersenyum dan mengangguk.


“boleehh donk,kenapa enggak?yuukk!”


Dengan senyuman cerah Ely langsung masuk ke dalam toko buku itu, dan tiba-tiba saja sudah menghilang diantara deretan rak-rak buku.


Yugha mengedarkan pandangan ke sekeliling toko buku itu, berjalan menyusuri gang-gang antara rak-rak yang ada. Sampai akhirnya dia melihat Ely yang tengah serius menekuni isi sebuah buku. Yugha sempat bergerak mendekati, tapi entah mengapa dia malah mengurungkan niatnya.


Yugha tertegun sesaat memandangi Ely yang tengah berdiri, dengan tekun mencermati isi buku yang


tengah dipegangnya. Siluet Ely berdiri dari samping begitu indah, dengan rambut panjangnya yang tergerai halus, dan jatuh di sisi wajahnya.


Baru kali ini Yugha benar-benar memperhatikan Ely. Selama ini Yugha lebih terpesona pada Ely karena berada disisi Ely terasa begitu menyenangkan. Cara Ely menghidupkan suasana dengan ucapan-ucapannya yang begitu


spontan. Tapi kali ini, baru Yugha menyadari bahwa, raut wajah Ely....menyenangkan untuk dilihat.


Mungkin bukan cantik. Bukan tipikal wajah seorang gadis yang akan muncul di iklan televisi.


Tapi..... wajah yang menyenangkan untuk terus dilihat, dipandangi dan dikagumi.


Yugha tersenyum sendiri. Dia lalu mengedarkan pandangan kembali sekeliling toko buku itu. Salah satu rak di dekat kasir menarik perhatiannya. Yugha berjalan ke Rak itu, dan melihat-lihat kartu dengan berbagai  macam desain yang dipajang disana. Yugha menarik salah satu kartu sambil tersenyum dan mencermati gambarnya.


Untuk beberapa saat, dia menimang-nimang kartu itu lalu membawanya ke kasir untuk membayarnya. Untunglah tidak terlalu banyak pengunjung yang datang.


“Mbak.. nggak usah diplastikin dech, mau langsung saya tulis aja” kata Yugha saat sang kasir mengambil sebuah kantong plastik.


Kasir tadi tersenyum, dan menyodorkan kartu yang baru saja dibayar Yugha. Dia juga memberikan Yugha pulpen.


“Makasih mbak...” Yugha berjalan ke ujung meja kasir itu.


Untuk beberapa saat dia mengetuk-ngetukkan pulpen di keningnya, sebelumnya


menuliskan beberpa kata di dalam kartu itu.


“Buat ceweknya ya mas??” tiba-tiba si kasir tadi bertanya dari tempat duduknya.


Yugha mengangkat wajah, lalu tertawa kecil.


“Bukan...”


“Bukan atau belluuummm????” kasir tadi menggodanya


“Nggak tau juga dech mbak....semoga aja...belum”


"Kalo ceweknya nolak, saya juga bersedia buat gantiin dia" Kasir itu kembali menggoda Yugha


"Haha, mbak ini ada-ada aja. Maaf ya mbak, saya udah terlajur kepincut sama dia" Yugha menolak halus.


"Habisnya masnya kan ganteng,masak iya mau di tolak??Kasian banget si ceweknya mas..." Ucapnya lagi.


" Makanya mbak, doain supaya berhasil ya mbak" Kata Yugha sambil mengembalikan pulpen.


"Oke Sip mas, tenang aja...." Si kasir tertawa kecil sambil menerima kembali pulpen


“Doain ya mbak moga lancar....” kata Yugha lagi sambil menyelipkan kartu tadi ke dalam saku jaketnya. Kasir tadi hanya mengacungkan ibu jarinya ke arah Yugha sambil tersenyum.


Yugha berbalik, dan berjalan menuju tempat Ely yang masih asyik dengan buku yang dibacanya.


“Wooiii... asyik banget...” kata Yugha menepuk bahu Ely


“Ehh.. sorry, kelamaan ya nunggunya???” Ely menoleh sedikit kaget, lalu meletakkan buku yang sedang dibacanya di rak tempatnya semula.


Yugha meraih kembali buku yang dibaca Ely tadi dan membaca judulnya. Sebuah buku tentang profil suatu negara di Eropa. Yugha menoleh ke arah Ely sambil mengembalikan buku itu ke raknya.


"Kamu baca ini?" tanya Yugha dan Ely pun mengangguk.


“Kirain... cewek kayak kamu demennya baca teelite doank...”


“Teenlite juga suka kok" jawab Ely sambil melihat-lihat buku-buku yang ada di rak didepannya


“Terus??? Buku yang kayak gini suka juga???”


Pertanyaan Yugha dijawab Ely dengan mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.


“Pengen tau...”jawabnya


“Bilang aja pengen jalan-jalan ke luar negeri..” kata Yugha sambil meledek


“Siapa yang yang nggak pengen coba? Makanya aku pengen jadi Diplomat...” jawab Ely dengan santai


“Ciieeee.... cita-citanya keren euy!!!” Yugha sedikit tertawa mendengar jawaban Ely


”Cita-cita itu ya harus gitu kok. Setinggi yang kita impikan. Aku pernah baca, shoot for the moon, even if you fail, you’ll be among the stars...”


Kali ini Yugha benar-benar terkejut, memandangi Ely yang nampak tertarik dengan sebuah buku lain.


"Keeren tuch quotesnya”


Ely mengangguk, masih membuka-buka halaman buku yang dia ambil tadi.


“Makanya aku tulis di buku khusus. gini-gibi aku punya buku khusus yang isinya quotes keren-keren gitu. Buat nambah motivasi aku...” Ely terdiam sejenak, lalu menoleh Yugha sambil tersenyum dan menyambung kalimatnya


“....untuk meraih mimpi aku”


Yugha kembali terpana, tidak menyangka dan tak pernah mengira akan melihat sosok yang lain pada diri Ely. Seorang Ely yang mempunyai cita-cita dan mimpi.


”Kaammuu...”


“Kenapa???keren??wooya dong! Eeelllyyy!” jawab Ely sambil tertawa


Yugha malah tersenyum simpul mendengar jawaban Ely.


Yugha melirik jam tangannya, “Mau pulang sekarang???”


Ely mengangguk. Meletakkan buku yang tadi dilihatnya, dan berjalan di sisi Yugha.


Disebelahnya, Yugha diam-diam melirik ke arah Ely, bertanya-tanya apalagi yang akan mengejutkannya dari gadis disampingnya ini.