
“HUUAAAHAAAAHAAAAAA……jadi gitu toh ceritanya yang bikin loe kayak Doggy dan Catty ma kak Anda???Ya ampun…gue nggak bisa bayangin gimana kekarnya tangan loe ngepel koridor satu sekolahan” Ely tertawa puas mendengar cerita temannya sambil menghabiskan mie ayamnya.
“Sial loe, nyesel gue ceritain loe” gerutu Ine
" El, Doggy dan Catty itu siapa??" tanya Arin penasaran
"Ya Tuhaaan, ogeb beud temen gue yang satu ini. Itu maksudnya Gukguk sama Kucing cantikku sayang" balas Ely sambil memegang dan menggoyang-goyangkan kedua pipi Arin.
“Ooohhh, mana gue paham bahasa loe kayak gitu" kata Arin sambil melepaskan tangan Ely di kedua pipinya.
"Yaa ampun Ell….itu mie ayam loe campur sambal ato sambal campur mie ayam??? Nggak kebanyakan sambel tuch???” tunjuk Arin melihat warna mie ayam di dalam mangkuk Ely yang duduk didepannya.
“Iya tuh….pantas aja loe lancar banget ngomongnya ternyata bensinnya yang pedes-pedes ya??? Ine membenarkan sambil melihat isi mangkok Ely yang tinggal berisi sisa-sisa mie ayam.
“Eh..loe berdua nggak tau ya kalau cabe itu mengandung vitamin C. ini kan ilmiah say, dan Vitamin C itu penting untuk kebugaran tubuh, termasuk tentunya kebugaran pembicaraan donk…” jawab Ely sambil meneguk habis es jeruknya.
"Tuh kan gue bilang juga apa, bakalan kalah kita ngomong mah, kalo udah sama si Ely ini, adaaaaaa aja jawabannya" kata Ine dan Arin pun mengangguk membenarkan
“Kalo gitu biar badan dan pembicaraan loe tambah bugar gue tambahin lagi noh…” kata Ine sambil menambahkan lagi dua sendok sambal ke mangkok Ely.
“Ineeee! Sialan loe, yaahh, mana tinggal dikit lagi nich ! Ahh au ah gelap…dah nanggung juga, gue abisin aja. Gue bayar penuh juga ni mie ayam, sayang kalo nggak diabisin” omel Ely sambil menyendok mie ayamnya yang ternoda oleh sambal.
Sepertinya sambal memang bensin buat Ely sampai lancar banget ngomongnya.
Arin hanya memandangi sahabatnya dengan mata membulat, sementara tawa Ine semakin nyaring melihat Ine yang baru saja menelan mie ayam terakhirnya dan langsung mengipasi mulutnya. Kesalnya Ine ke Ely akhirnya terbalaskan.
“GILAAA….!!!! ni sambalnya pedesnya gak ketulungan ternyata, waadduuhhh!!!! Loe telponin pemadam kek, mulut gue udah membara kayak kawah gunung Rinjani nich, buurruuaaaannnn !!!!” kata Ely panik sambil meraih gelasnya
“Waduhh, mana air minum gue udah abis. Sialan!!! Punya loe berdua juga udah abis ya??? beeuuhhh…..Nee, loe balas dendem ke gue ya??? tega banget sich loe gue cuma tawa dikit doang tadi tuh… bagi minum dong!!!! Masa kalian nggak punya lagi??" Ely panik kepedasan.
Tidak tega melihat sahabatnya Arin tidak sengaja menunjuk gelas ke meja disebelah meja mereka yang ditempati beberapa orang siswa. Dari bagde yang digunakan tertempel di lengan baju mereka menandakan mereka anak kelas XII.
Tanpa berpikir lagi, Ely langsung meraih gelas paling ujung dan terdekat dengannya yang ada diujung meja itu.
“Emergency nich! Gue minta yak! Seru Ely sambil mengambil gelas yang masih penuh itu, dan langsung menghabiskan isinya dalam beberapa tegukan, hanya menyisakan es batu didasar gelas.
“Aaahh…Leeggaaa…” kata Ely dengan penuh rasa syukur. Saat mengangkat wajah, dia melihat Arin yang menatapnya dengan ekspresi menganga sedangkan Ine terlihat setengah mati menahan tawa.
Ely tersentak, membelalakkan matanya menatap Ayuni, lalu memandang gelas didepannya yang hanya tersisa es batu saja.
Suara tawa perlahan dari meja sebelah membuat Ely melirik ke arah situ. Beberapa siswa kelas XII nampak menunduk sambil menahan tawa mereka. Sementara salah seorang cowok ganteng nan rupawan yang duduk paling ujung di sisi bersebelahan dengan Ine, justru sedang memperhatikan Ely sambil tersenyum.
Ely menunduk kembali.
"Aduuhh…." Dalam hati Ely mengeluh,
"Kenapa selebor gue keluarnya saat begini sich???" rutuk Ely ke dirinya sendiri sambil menunduk.
"Ell...gue ma Arin duluan yak!” kata Ine sambil berdiri menarik tangan Arin.
“Jangan lupa tuch..gantiin minumannya kak Yugha……Kasian lagi, yang pesen siapa….yang ngabisin siapa, tanggung jawab loe!!” Lanjut Ine sambil tersenyum jahil melirik Ely yang ternyata telah menghabiskan minumannya Yugha.
"Kak, loe jangan marahin temen gue ya, tapi loe minta aja dia beliin loe minuman sampe ke abang-abangnya buat gantiin minuman loe" kata Ayuni makin ngomporin. kemudian dia dan Ine berlari keluar kantin sambil tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian memalukan barusan.
"Sialan tuh anak dua" rutuk Ely setelah tahu dirinya ditinggal sahabatnya.
Ely memaksakan diri untuk mengangkat wajahnya kembali dan menoleh ke arah cowok di meja sebelah, Yugha yang masih memandangi Ely dengan senyuman tertahan.
“Ehh…sorry ya kak, minuman loe besok gue ganti, duit jajan gue dah habis” Kata Ely perlahan, sambil keluar dari tempat duduknya dan kemudian lari mengejar kedua sahabatnya.
"Sahabat locknut loe ya. Sini loe berdua!!!!" teriak Ely sambil berlari, tidak hanya akan mengejar sahabatnya tapi juga ingin menghilangkan dirinya dari rasa malu.
Teman-teman Yugha yang ada didekatnya,langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Ely, sedangkan Yugha hanya tersenyum, menggaruk kepala yang tidak gatal dan tetap memperhatikan Ely yang menjauh dari kantin.
happy reading guys....
jangan lupa tinggalkan jempolnya...
like dan komennya ditunggu ya...
maafkan kalo tidak sesuai harapan kalian, ini tulisan pertama author...
semoga kalian suka...