
“Ooooo...” Ine ma Ely barengan
“Pantesan aja loe diem aja dari tadi, gue kira loe itu gagu, aaauuu...” Ine langsung mendapatkan jitakan dari Arinka. Mereka bertiga langsung akrab.
“Heei kalian bertiga!!!” ada yang teriak dari depan, tiga serangkai langsung menoleh.
“Kalian bertiga ribut melulu dari tadi, maju kedepan!!!”
Akhirnya tiga serangkai maju ke depan karena yang memanggil mereka ternyata adalah kakak kelas.
“Kalian ini baru hari pertama aja udah bikin ribut. Sekarang kalian harus dihukum” teriak kakak kelasnya yang bernama EGA
“Hukumannya apa nich Fit” Ega menoleh teman disebelahnya
“Gampang kok” Fitri nyengir sinis
“Hukuman kalian nyanyi lagu TK tapi sambil bergaya” jelas Fitri sambil jalan ke tiga cewek itu
“Kamu nyanyi balonku ada lima” menunjuk Ely
“Kamu pelangi-pelangi” menunjuk Ine
“Daan loe potong bebek angsa!" Fitri menunjuk Arinka dengan pandangan dan ucapan yang agak sinis. Arin juga mulai merasa kalau dua seniornya ini bersikap agak berbeda dengan dirinya. Dilihat dari cara mereka memberikan perintah kepadanya menggunakan kata "loe" bukan "kamu" seperti ke Ely dan Ine.
Merasa hukumannya ringan, tiga serangkai pun beraksi.
Ely yang pertama.
Balon ku ada lima,yang dua ada dimana???
eehhh salah maksudnya rupa-rupa warnanya..
biar lucu guys" kata Ely yang langsung membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak
Bla bala bla bla bla....”( gayanya bayangin sendiri aja ya)
Dilanjutkan Ine.
“Pelangi-pelangi alangkah indah mu...
Dst dst dst dst dst...” Ine nyanyi dengan gaya yang centil dan narsis abiieeezzzz, lagu dan gerakan tidak nyambung sama sekali...(tetep bayangin sendiri ya readers)
Naahh sekarang gilirannya Arin yang akan tampil,tapi ketika dia akan ambil suara, tiba-tiba....
Arin menoleh Fitri.
“Sekarang loe nyanyinya harus beda, harus pake improvisasi, nggak kayak dua temen loe yang barusan dan harus lebih lucu dari mereka” tegas Fitri ke Arin
“Tapi kak..”
“Nggak pake protes” Ega motong kata-kata Arin sambil melotot.
Arin akhirnya membuktikan perbedaan sikap kedua seniornya terhadap dirinya.karena hanya dia yang harus menjalani hukuman menyanyikan lagu potong bebek angsa dengan gerakan dan improvisasi yang lucu. Merasa hukumannya bisa dia lakukan dan tidak ingin memperpanjang masalah dengan dua seniornya ini, akhirnya dia pun beraksi....
“Potong bebek angsa,angsa masak dikuali wek wek wek...
"Nona minta dansa,dansa empat kali wek wek wek”
"Sorong kiri sorong kanan, dorong kiri, dorong kanan...."
"Si bebek wek wek wek terpotong-potong "
Dsb dsb dsb dsb (lagu dan gerakannya terinspirasi dari teman-teman Purna Paskibraka Indonesia hehehe..yang ingin tau gerakannya besok kapan-kapan author liatin, tapi nggak janji ya....)
Semua yang melihat penampilan Arin tertawa semua, karena mereka tidak pernah menyangka potong bebek angsa bisa diimprov selucu itu.
Senior yang lain juga tertawa terbahak-bahak dan ikut berkumpul melihat aksi Arin, tapi tidak dengan dua senior yang tadi.
“Fit, bagaimana??? Anak itu ternyata bisa” bisik Ega ke Fitri
“Ya gue juga nggak tau, gue kira dia nggak bisa” bisik Fitri balik
“Tapi lagu sama gayanya tuh anak lucu juga” kata Ega yang langsung dapat jitakan gratis dari Fitri.
"Gue nggak mau tau, pokoknya anak itu harus kita kasi pelajaran di OSPEK ini" bisik Ega lagi ke Fitri. Fitri tersenyum menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Ega.
Sedangkan Arin yang baru selesei menyanyi, tersenyum karena ternyata dia bisa menjalankan hukuman dari seniornya itu dan membuat teman-temannya terhibur,walaupun disalam hatinya dia sangat malu sekali.
wow,wow,wow....
sudah ada yang sinis nich.....
apakah akan biasa aja menjalankan OSPEKnya?????
semoga saja akan baik-baik saja,...