MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 38 # ARINKA KESAL



 


 


“Egaa…loe gila ya!!!” bentak Farel


“Iya gue gila, kenapa? Ini semua karena loe! gara-gara cewek ini loe makin cuekin gue!!!”


Farel akan membantah ucapan Ega ketika Arinka mengambil semangkuk bakso milik Ine dan menyiramnya ke baju Ega.


“Loe makan tu bakso!!” ucap Arinka dengan nada tinggi sambil menyiram bakso ke arah Ega.


Semua yang ada dikantin sontak melihat ke arah Arinka dan Ega.


Arif, Ena, Haga, Mitha, Ine, Ely, Anda, Yugha dan Farel menatap heran ke Arinka, menatap tak percaya.


“Makasih kak buat siraman es jeruknya!! Gue seneng banget! Saking senengnya gue hadiahin loe pake bakso” ucap Arinka kesal


“RESE loe!!! Baju gue jadi kotor!!!”


“Loe tinggal cuci aja sendiri!! Kalo loe nggak bisa cuci, loe bawa aja ke laundry. Beres kan!!! Lagian bukan Cuma baju loe aja yang kotor, baju gue juga. Jadi kita impas”. Teriak Arinka di depan Ega


“Dasar cewek ganjen, loe udah kurang ajar sama gue! Loe berani sama gue, haaahh!!” teriak Ega lagi


“Gue nggak pernah ganjen sama siapapun. Loe sendiri yang selalu bilang gitu. Dan satu lagi, gue nggak takut sama siapapun kalo gue memang nggak salah. Termasuk sama loe kak.” Arinka menjawab Ega lagi


“Hah, loe bener-bener harus dikasi pelajaran!” Ega melayangkan tangannya menampar Arinka. Arinka menunduk untuk menghindari tamparan Ega tetapi tangan Ega tidak sampai dibadannya.


“Loe apa-apain sih?” ternyata Farel yang menahan tangan Ega ketika akan menampar Arinka


“Loe yang apa-apan Rel? Loe lebih bela dia daripada gue?” Ega tidak terima dan melepaskan tangannya dari Farel


“Gue nggak bela siapa-siapa, gue nggak suka lihat ada kekerasan” jawab Farel


“Kalo loe nggak bela dia, kenapa loe sekarang malah jauhin gue. Itu karena dia kan??” Ega semakin teriak.


“Gue nggak pernah jauhin loe, dan kita juga pernah sedekat yang loe kira” Jawab Farel


“Farel, loe????” Ega menahan amarahnya mendengar jawaban Farel


“Lebih baik loe pergi sekarang, sebelum ada guru piket yang datang.” Ucap Farel


“Loe nggak mau kan lebih malu dari ini” bisik Farel pelan di dekat Ega. Ega mendengus kesal semakin menahan amarahnya.


Dia menatap Arinka


“Awas Loe!! Gue bakal buat perhitungan sama loe!!!” ucap Ega mengacungkan telunjuknnya ke arah Arinka dan lalu pergi  meninggalkan kantin.


“Gila nenk, loe nekat banget!! Loe tau gak? Ega itu cewek yang paling ditakutin! Loe orang pertama yang berani ngelawan dia” ucap Anda, seakan salut dengan keberanian Arinka. Semua saudara dan teman-temannya  mendekatinya.


“Bodo amadh!!” ucap Arinka cuek masih kesal.


“Loe nggak apa-apa dek??” Arif dan Haga menghampiri adeknya


“Nggak apa-apa gimana, loe liat aja baju gue gara-gara mak lampir itu.” Arinka menjawab kesal.


Arif dan Haga tidak berkata apa-apa lagi, mereka tahu bagaimana adiknya kalau lagi kesal. Lebih galak dari ibu tiri. Teman-teman yang ada disana ppun terkejut dengan sikap Arinka ketika kesal atau marah.


“Loe mau pulang nggak?” Tanya Farel dengan wajah sedikit bersalah


“Ya iyalah gue musti pulang! gila aja gue disekolah kayak gini! Baju gue kotor gini!! RESE banget tu cewek!! Salah gue apa sich?” Arinka masih menjawab kesal.


“Hahahaha…. Sabar aja ya nenk. Maklum aja dia marah sama loe, secara dia ngebet banget ma Farel” celetuk Trisna. Farel langsung mendelik ke arah Trisna.


“So what?? Apa urusannya sama gue. Dia yang suka sama kak Farel, kenapa gue yang malah kena siram. Udah akh gue mau pulang!” Arinka makin kesal. Semua terkejut dengan sikap Arinka yang sedang marah.


Arinka minta izin pulang ke guru piket. Dia terpaksa pulang sendiri karena Arif ada kuis dan Haga mau Rapat OSIS, jadi tidak ada yang bisa mengantar dia pulang.


Arinka berjalan di koridor sekolah.


“Heeiiii…” seru cowok itu sambil menarik lengan Arinka


“Loe tuli budek atau apa sich” ucap cowok itu yang ternyata Farel


“Apaan sich!!” Arinka berusaha melepaskan tangan Farel


“Loe marah sama Ega atau sama gue?” Tanya Farel agak keras. Arinka sempat terkejut


“Gue nggak marah sama siapapun. Gue cuma kesel, hidup gue kena malapetaka kalo gue deket loe terus kak!!” Arinka juga bersuara keras


“Maksud loe??” Farel kaget mendegar kata Arinka


“Loe nggak liat apa yang udah tuh kuntilanak lakuin ke gue tadi??”. Ditatapnya mata Farel yang juga sedang menatapnya. Cukup lama aksi tatap itu terjadi, Farel mengalihkan tatapan matanya.


“Sorry” ucap Farel merasa bertanya cukup keras pada Arinka


"Sorry untuk apa???" Arinka menatap Farel lagi. Farel menunduk dan mengalihkan pandangannya lagi


"Gue antar loe pulang" kata Farel


"Nggak perlu, gue bisa pulang sendiri. Gue nggak mau kena siram es jeruk lagi" Arinka mengingatkan kejadian dikantin tadi dan membalikkan badannya ingin pulang.


Farel menghembuskan napasnya keras,


"Hufftt...Arinka..." Farel kembali menahan tangan Arinka, Arinka hanya menatap Farel.


"Sorryy....." ucapnya lagi


“Oke,terserah loe kak  soryy untuk apa. ya udah permisi, gue mau pulang!” Arinka melepaskan tangannya pergi meninggalkan Farel dan mencegat taksi. Farel tidak bisa berbuat lebih banyak untuk menahan Arinka.


Dia merasa tidak berhak.


 


 


Maafkan author guys....


kemaren kegiatannya padat banget, sampai nggak bisa tepatin janji...


sekali lagi minta maaf ya guys....


semoga suka dengan novel ini...


jangan lupa like dan komen disetiap episode...


Happy reading readers.....