
“Ya Tuhan girls. Sumpah gue tadi tengsin abis. “ Ely menceritakan kejadian di Perpustakaan kepada Arin dan Ine sesampainya di kelas.
“Hahaha….kebiasaan sich loe, gak pake liat-liat dulu”kata Ine
“Ya namanya juga emergency”jawab Ely
“Dasar Miss Emergency”kata Arin
“Tapi sumpah dech girls, senyum kak Yugha bikin hati gue cenat-cenut”Ely berkata sambil memegang dadanya
“Yeee…itu mah, emang dasar loe aja yang ganjen” Arin menoyor kepala Ely
“Girls, kayaknya gue sakit dech” ucap Ely tiba-tiba
“Haahhh…sakit apa loe?” Ine langsung meletakkan tangannya di dahi Ely memeriksa keadaannya.
“kayaknya gue lagi sakit cinta" jawab Ely
“Sialan…loe sakit gila baru iya!”Ine menepuk pundak Ely tanda protes.
“Gue gila karena cinta….eh loe bantuin gue donk” Ely tiba-tiba memegang kedua tangan Arin, merayu sambil mengedipkan kedua matanya.
“Bantu apaan?” Arin keheranan.
“Bantuin gue, cari tau tentang kak Yugha, doi kan sohib abang loe” Ely memelas
“Ogah gue…ntar gue yang dikira keganjenan” Arin menolak
“Plliiisssss….demi gue, demi cinta gue dan demikian! Ely memegang tangan Arin memohon dan memasang
wajah sayu memelas.
“Idich, tampang loe serem abies, gue nggak janji. Tapi,apa imbalan gue kalo gue bantuin loe?” kata Arin
“Aaaiiissshhh…loe emang sohib gue, gue bakal trakir loe selama 1 bulan dikantin apapun yang loe mau,tapi nggak lebih dari 20 ribu ya...” Ely memberikan tawaran
"Iddiihhh pake limit, 50 ribu baru oke". jawab Arin
"Itu namanya bukan gue traktir loe,tapi sama aja gue mintain loe uang jajan ke ortu gue! lagian ya dua puluh ribu itu gue udah bisa beliin loe semangkuk mie ayam, es jeruk sama snack juga" jawab Ely panjang lebar.
"Rp 22.500 aja ya" tawar Ely lagi
"No no no, 30ribu aja kalo gitu" kata Arin lagi
"Loe ini bantuin apa malakin gue sich?? Nee, bantuin nawar donk" rengek Ely ke Ine.
"Kok malah ngajak gue, loe yang minta sama Ayuni. Gue nggak ikutan!" tolak Ine
"Huuhhh.....Temen nggak seperjuangan loe" Ely menepuk pundak Ine tanda marah dan Ine hanya menjulurkan lidahnya ke Ely.
"Arinka sohib gue yang cantik, baik hati, rajin menabung,tidak sombong dan kesayangannya babang Arif plus babang Haga, Bantuuiiiinnnn gue dong, turunin ke 25 ribu aja ya...." pinta Ely sekali lagi sambil mengoyang-goyangkan tangan Arin dan kembali memasang muka sedih.
“Hhmmm…oke dech gue coba bantuin.” Arin akhirnya menerima tawaran Ely hitung-hitung hemat uang jajan selama sebulan.
Demi menuruti keinginan sohibnya, Arin mulai mencari informasi tentang Yugha dari kakaknya. Tapi dia juga mencoba menanyakan sendiri ke Yugha. Arin sedikit-sedkit mencari Yugha dengan alasan minta dibantu untuk mengerjakan tugasnya,Pe-er Fisika, Kimia, Biologi, Matematika dan lain-lain. Padahal Arin sudah mengerti atau bisa saja dia minta diajarkan kedua kakaknya yang juga jago di bidang akademik. Tapi demi Ely, dia rela selalu bertanya ke Yugha dan menanyakan hal lainnya juga yang bersifat pribadi Yugha.
“Loe naksir Yugha ya???” Arif akhirnya menginterogasi adiknya yang sedang menonton TV.
"Apaan sich loe kak? tiba-tiba nanya gitu?" Arin terkejut dengan pertanyaan kakak sulungnya
"Udah dua minggu ini gue perhatiin sikap loe mencurigakan ke Yugha, apa namanya kalo bukan loe nggak naksir dia?" Ucap Arif lagi
“Enggaklah…. Ada-ada aja loe kak” sanggah Arin
“Nggak kenapa-kenapa kok kak, kalo gue ke loe pasti jawaban loe ribet, susah gue ngertinya”Arin beralasan dan meninggalkan Arif di Ruang keluarga supaya kakaknya itu tidak bertanya yang lain lagi.
Arini tidak menyadari sesuatu hal demi menolong Ely mendapat informasi tentang Yugha banyak yang penasaran dengan sikapnya termasuk kedua kakaknya dan bahkan membuat seseorang cemburu.
“Mulai sekarang, loe cari tau sendiri dech tentang kak Yugha!”. Protes Arini dikantin
“Yaahhh…kok loe gitu sich??” Ely melotot tidak terima
“Masalahnya gue yang dikira deketin kak Yugha karena suka sama dia”
“Haahh…sama siapa???”Ely terkejut
“Abang-abang gue, kemaren kak Arif interogasi gue”
“Yang bener loe??” Ely penasaran
“Iya,makanya sekarang loe yang bergerak sendiri. Gue kan udah bantuin loe banyak banget”
“Hehehe…malu donk gue nenk” Ely cengeesan
“Loe kira gue enggak!!!! Dasar loe!!!! Eehh…kak Yugha, sini kak!!!” Arin memanggil Yugha ketika masuk kantin. Yugha mendekati meja mereka, alhasil Ely yang salah tingkah melihat Yugha datang malah menendang kaki Ayuni
“Aaww…sakit El..” erang Arin
“Rese’ loe” cibir Ely
“Sebodo…loe harus berani sekarang, tunjukkin pesonamu Miss Kata” tantang Arin
“Ada apa??” Tanya Yugha yang sudah datang di meja mereka
“Duduk dulu kak. loe udah mesen makanan kak???” Arin mempersilahkan Yugha duduk
Yugha mengangguk, “ loe kenapa manggil gue???”
“Kemaren loe bilang mau penelitian tentang tanaman organic kan???” kata Arin, dia memulai duluan karena melihat Ely sudah salah tingkah dengan kehadiran Yugha.
“Iya…gue masih nyari kebun organic sampai sekarang”. jawab Yugha sambil sesekali melirik Ely
“Naahh… sekarang loe nggak perlu pusing nyari lagi kak, kebetulan Ely punya kebun organik, mamanya yang seneng sama tanaman organic kak” Arin menjelaskan
"Serius loe?" Yugha masih bertanya ke Arin sambil melihat Ely. Ely yang dilirik Yugha makin salah tingkah.
"Gue serius kak, ngapain juga gue kasitau loe kalo itu nggak bener" kata Arin lagi
"Syukur deh kalo gitu"
“Naahhh.... kalo gitu, loe ngomong langsung sama Ely ya! Gue pergi dulu” Arin sengaja meninggalkan mereka berdua supaya bisa lebih akrab.
happy reading.....
jangan lupa klik tanda jempol di bawah ya....
thanks untuk yang sudah baca cerita ini, semoga saja kaliaan suka...
tapi jangan lupa like dan komennya....
author tunggu like nya lho....
maafkan kalau caritanya ada yang panjang dan pendek di setiap episode, harap maklum...
ini tulisan pertama author....