
“Eh.. kamu nggak capek berdiri mulu? Kuat ya berdiri terus gitu? Pasti hobinya nge-gym ya???” tanya Ely tiba-tiba dalam usahanya mengalihkan pembicaraan. Yugha ternganga sesaat, lalu tertawa.
“Capek banget sich enggak, tapi kayaknya kalo duduk enak juga kali ya. Tapi belum dipersilahkan sama yang punya rumah” sahut Yugha di ujung tawanya.
Ely menepuk jidatnya.
“Oohh iya ya. Mendingan duduk aja, ya udah, kamu mau duduk dimana???” kata Ely dengan wajah yang mulai terasa panas
“Dimana aja boleh.” Jawab Yugha kembali memperlihatkan senyuman. Dan Ely kembali meleleh dibuat serasa ice cream yang encer.
“Eemm...ya udah. Mau duduk di dalem apa di luar nich???”
“Di luar aja boleh” jawab Yugha
“Didalem aja dech...”
“Oh, ya udah di dalem aja”
“Eh..tapi kalo kamu mau di luar juga gak apa-apa kok”
“Hmmm.... jadi sebenernya boleh duduk dimana nich???Tanya Yugha sambil menahan senyum
“Ya udah deh, terserah kamu. Tadi kamu maunya di luar ya? Yaa...diluar aja dech...” kata Ely sambil mengangguk cepat
Yugha tersenyum dan melangkah menuju kursi teras untuk duduk disana. Selama beberapa saat Ely hanya memandang Yugha dengan perasaan yang dia sendiri gak mengerti. Yang pasti Ely merasa betah melihat sosok yang ada di hadapan sekarang ini.
Yugha tiba-tiba menoleh ke arah Ely dengan ekspresi sedikit heran
“Lhoo, kamu nggak duduk El???”
“Haahh?? Apaa??” Ely kaget
Yugha tertawa kecil sebelum menyahut, “Sekarang kamu yang kuat berdiri ya,keseringan pergi nge-gym ya???”
“Wooww, kamu udah nggak manggil adek lagi!!” Ely kegirangan
“Loh...tadi kamu yang minta nggak dipanggil adek lagi”
“Eehh..iya sich. Maaf, aku lebay ya???
Yugha menggeleng sambil tertawa, “Nggak lah atau kamu mau dipanggil Adek lagi juga gak papa kok, Dek Ely” kata Yugha dengan memberi sedikit penekanan pada kata “dek” tadi.
“Eehh jangaaannn... nggak usah panggil Dek! Panggil Ely aja gak papa kok. Beneran dech serius gak pake boong berani sumpah dah gue! Kata Ely dalam satu tarikan nafas dengan wajah sedikit panik.
Masa baru sedikit akrab begini sudah salah ngomong sich” sesal Ely dalam hati.
“Beneran nich nggak apa-apa? panggil pake aku-kamu juga nggak apa-apa???” tanya Yugha dengan sedikit agak menggoda
“Kalo aku nggak haus, gimana???”
“Masa kamu nggak haus??? Keringetan gitu kok...tapi tetep ganteng sich...ooppsss” kata Ely.
Begitu tersadar dengan kata-katanya sendiri. Ely menutup mulutnya dengan tangannya.
Sementara Yugha terbatuk kecil di kursinya menyembunyikan tawanya.
“Ya udah aku bikinin minum aja, terserah kamu haus atau enggak” Ely mau masuk ke dalam rumah.
“Ehh tunggu.... sementara kamu bikin minum, boleh nggak aku lihat kebun biologi mama kamu dulu????” kata Yugha
“Oh..boleh dunks, karena itu kamu kesini. Kebunnya ada disebelah, langsung aja kesana, nyokap dah kasi izin kok” kata Ely sambil menunjuk sebelah rumahnya.
Ely kemudian masuk ke rumah dan menuju dapur. Sebenarnya alasan utama Ely adalah untuk menyembunyikan dirinya dari hadapan Yugha, menyembunyikan wajahnya yang terasa membara begitu panas.
Di dapur, Ely berdiri sejenak berusaha menenangkan kembali perasaannya. Kemudian dia buru-buru membuka lemari dapur, memandangi isinya sambil berpikir.
“Hmmm.... sirup atau apa ya yang enak??atau lebih enak teh panas kali ya. Kan sore-sore gini enak tuch minum teh panas. Tapi tadi dia kan keringatan, apa dia mau minum yang dingin aja ya??? Tapi cowok kan biasanya suka ngopi, apa gue bikinin capucino aja? Atau ice cappucino aja. Ely kembali panik. Ely lalu setengah berlari menuju kulkas berharap menemukan jawaban dari kepanikannya.
Tapi ketika membuka kulkas, Ely hanya bisa memandangnya dengan putus asa. Minuman yang ada disitu hanya tinggal satu kotak susu coklat.
"Ampun dah Emak gue,nggak bantuin anaknya banget sih?? masak kulkas dibiarin kosong begini??" gerutu Ely.
Ely mendesah menutup matanya dan berdoa semoga ada peri baik hati membantu dirinya mengubah isi kulkasnya. Dengan nada seperti pak Tarno, Ely berkata “ Ibu peri mohon di bantu ya..sim salabim jadi apa prok prok prok...”
Ely membuka kulkasnya dan harus kecewa lagi karena mantranya sama sekali tidak mengubah isi di kulkasnya.
"Ya sudah lah....semoga aja Yugha suka,,,”batin Ely sambil meletakkan gelas berisi susu coklat itu di atas baki.
Setelah berpikir sejenak, Ely lalu mengambil sebuah gelas lagi dan mengisinya dengan air putih untuk diletakkannya di atas baki.
Dia lalu mulai melangkah keluar dapur, tapi belum sampai dua langkah dia bergerak dari dapur, Ely kembali mengurungkan niatnya.
Satu pikiran lagi terlintas di benaknya. Ely berbalik kembali ke dapur, buru-buru meletakkan baki dan mengambil cangkir di lemari. Ely kali ini membuat teh panas dan meletakkannya di baki.
Itu si Ely sebenarnya kenapa sih guys???
kalian sampai begitu juga nggak sih, kalo gebetan maen kerumah????
Jangan lupa tinggalkan like dan komen disetiap episode ya guys...
satu like dari kalian, berharga untuk author....
Happy reading guys....