
Setelah melalui perjalanan yang amat panjang sekitar 3 jam, tibalah mereka di lokasi perkemahan. Kendaraan-kendaraan mereka dititipkan di tempat penitipan kendaraan yang ada di kaki gunung itu, dankini mereka harus berjalan kaki menuju lokasi perkemahan.
“Busyeet dah?? Bisa gempor kaki gue” batin Arin saat melihat tempat perkemahannya di atas gunung.
“Dek!! buuruaan bengong aja loe! Teriak Arif dan rombongan yang ternyata sudah meninggalkannya sedangkan Arin terpana melihat ketinggian gunung yang akan ia naiki. Arin berlari kecil menyusul kakaknya
“Loe mau bunuh gue pelan-pelan kak, bisa mati rasa kaki gue naik ni gunung” protes Arin yang mendapat jitakan gratis dari Arif.
"Loe jalan aja adekku sayang, nggak pake bawel" Arif merangkul adiknya sebentar kemudian meninggalkannya lagi untuk berjalan bersama Ena.
Saat bergabung dengan rombongan, Arin bingung! Semuanya sibuk sendiri. Arif sama Ena, Haga sama Mitha, Ogy sama Nova, Alfan sama Ine,dll dech. Saat lagi bingung-bingungnya, tiba-tiba Farel mendekatinya.
"Loe sendiri ajah?” kata Farel. Arin kaget, hampir tersedak permennya karena Farel juga menepuk punggungnya.
“Eh sory sory, gue kira loe lagi gak makan permen” Farel minta maaf
“Heehehe, nggak apa-apa kak” (tumben loe minta maaf)" batin Arin
“Oh” Farel berjalan disamping Arin
“jiiiaahhh ngirit ngomongnya kumat lagi” batin Arin lagi, tanpa Arin sadari dia memperhatikan sikap Farel selama berjalan di dekatnya.
“Gue kenapa sich??? Eehh... katanya kak Farel tuh jarang banget ngomong dan deket sama cewek tapi kalo ke gue perasaan sikapnya biasa-biasa aja. Jangan-jangan.....Haddeeuuhhh nggak nggak!!! Jangan sampe tuh nenek lampir ngamuk ma loe Arin, ini Cuma kebetulan doank, sadar sadar, loe harus sadar!!” bingung dengan batinnya Arin menggelengkan kepalanya sendiri.
Farel melihat itu menjadi heran.
"Loe kenapa???”
“Haah, nggak ada kak... permennya manis banget, gigi gue jadi ngilu” Arin beralasan, mendengar jawaban Arin, Farel tersenyum geli.
"Loe mikirin kata Ega ya?? dia bisikin apa ke loe?" Tanya Farel tiba-tiba.
"Nggak kok,ngapain gue pikirin? gue juga nggak tau dia ngomong apaan tadi ke gue" jawab Arin
"Loe tenang aja,gue nggak bakalan ngasi dia kesempatan buat nyakitin loe, gue akan lindungin loe."
Arin terkejut mendengar perkataan Farel, dia tidak tahu harus bagaimana menyikapi kata-kata Farel.
“Kak, masih jauh ya??” Arin mengalihkan pembicaraan
“Lumayan, kita bakal jalam sampe ujung gunung itu” Farel menunjuk suatu tempat
“Aappppaaaa....Seriius kak jauh banget” Arin terkejut
"Gue becanda, kita camping nggak di ujung situ juga kali, kapan sampenya??”
"Oohhh....kirain beneran..”
“Capek ya???” Arin pun langsung mengangguk mendengar pertanyaan Farel
“Mau digendong???”
Arin terkejut lantas menggeleng
“Hahahaha....siapa juga yang mau gendong loe, berat tauuu” Farel tertawa puas.
Arin hanya cemberut dibuatnya. Siapa yang nggak kesel udah dibuat geer kayak tadi.
Akhiirrrnyaaa sampai juga ditempat perkemahan. Hari sudah hampir Magrib. Tenda harus segera dipasang keburu gelap. Mereka semua bergotong royong untuk membuat beberapa tenda.
“Semua tenda sudah jadi pak” lapor Arif
“Oke, sekarang semua istirahat dulu persiapan sholat Magrib, nanti jam 8 kita kumpul disini lagi untuk buat api unggun” kata Pak Andrew didampingi 2 guru yang lain juga.
“siaaapppp Pak!” seru anak-anak. Masih ada waktu 2 jam untuk membuat api unggun. Arin memasuki tendanya. Didalamnya ada Ena, Mitha, Ine dan teman perempuan lainnya.
“Hai Arinka” sapa Mitha
Hai juga kak” Arini mengeluarkan perlengkapan mandi dan baju ganti, gerah rasanya.
“Mau mandi?” tanya Mitha
‘Iya kak, gerah bangeeett”
“Oh... ya udah”
Arin keluar tenda, berjalan menuju kamar mandi umum yang tidak jauh dari perkemahannya.
Ketika berjalan ke kamar mandi Arini ditarik seseorang.
“Apa-apaan sich ni???? Loe kayak mau nyulik gue aja dech kak” seru Arin ketika ia tahu Arif yang menarik tangannya.
“Bawel loe, gimana nich dek???? Nanti malem loe jadi bantuin gue ya” Arif mempunyai suatu rencana dan membutuhkan bantuan adiknya.
“Iya abangku yang ganteng, loe udah siapin semuanya belom???”
“Insya allah siap” Arif mengepalkan tangannya
"Lagak loe kak, kayak mau ijab kabul aja"Arin mengolok kakaknya
"Gue serius deg-degan nich, ini kesempatan gue,jadi nggak boleh gagal" Arif menyakinkan diri
“Aiiiggoo....... gaya loe kak ! Te O Pe dach, terserah loe kak” kata Arin sambil meninggalkan kakaknya.
"Loe mau kemana??" Arif menarik tangan adiknya
"Loe nggak lihat,gue bawa apaan???gue mau mandi." Arin menunjukkan peralatan mandi ditangannya.
"Gue yang punya rencana, kenapa loe yang harus rapi??? loe nggak usaj mandi. harusnya kan gue yang musti rapi dan wangi" tunjuk Arif ke dirinya sendiri.
"Jiiaahhh, apa hubungannya rencana loe sama gue nggak boleh mandi??? Gue gerah kak, gue mau mandi titik!. bodo amad loe ngasi apa engak" Arin melepaskan tangannya.
"Heran,punya tampang ganteng, fans banyak, tapi urusan beginian gesrek banget otaknya sampe gue nggak boleh mandi" Arinka ngedumel meninggalkan kakaknya sambil kembali ke tempat pemandian umum.
happy reading guys....
author cek banyak yang udah view cerita ini, terima kasih...
tapi jangan lupa like dan komennya juga ya...
semoga suka....