MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 11 #ABANG RASA BABYSITTER



“Loe yakin gak kenapa-kenapa???”tanya Arif di meja makan


“Iyaa” jawab Arin lemah


“Tapi loe masih pucet dek’” Haga cemas


“Makin sakit gue loe sekap tiga hari dikamar kak, lagian ini hari terakhir OSPEK” bantah Arin


“Hari ini cuma pengenalan ekskul dan les, pengenalan lengkap  Guru dan staff sekalian penutupan OSPEK tapi sampe sore, loe yakin bakalan baik-baik aja?” lanjut Arif


“Heemmhhh...” Arin menjawab sambil menguyah sarapannya


“Siap berangkat dek? Yuk!” ajak Arif


“Lohhh... kok pake mobil??” Arin keheranan


“Loe kan masih demam, badan loe juga masih merah-merah. Oia satu lagi loe harus tetep pake sweater ini, jangan dilepas sampai kita pulang nanti! Papar Haga sambil memakaikan sweater ke adiknya.


Arin cuma bisa menghela napas dan pasrah atas sikap kedua kakaknya yang over protektif dengan kesehatannya, karena dia yakin yang mereka lakukan sebagai rasa sayang padanya dan baru kali ini mereka berkumpul setelah sekian lama terpisah jarak.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


“Ya Tuhaaannnn untung aja loe masih idup, loe masuk hari ini. Gue khawatir banget” Ine nyerocos


“Iya beneran, kemaren tu sumpah dech kita panik banget untung aja loe ada yang cepet nolong” Ely juga ikutan


“Tapi loe udah baikan kan??”


“Oia bagian yang mana yg sakit??? Loe juga pake swaeter, badan loe masih anget, muka loe juga pucet”


Eli dan Ine mememeriksa semua badan Arin untuk memastikan teman mereka baik-baik saja.


“Aaadduuuhhh udah donk! Loe pikir gue pisang goreng dibolak balik kayak gini. Makin pusing tau “ Protes Arin yang dibalas senyum nyengir kuda kedua sohibnya.


Mereka bertiga akhirnya mendengarkan penjelasan tentang semua kegiatan ekskul di SMA NUSA KARYA dari ekskul klub KIR, Taekwondo, Musik, Sepakbola, Chersleader, Teather, Paskibraka, Catur, PMR, Pramuka, Pecinta Alam, Fotografi dan Basket.


* * * * * * * * ***********


“ Haga... dari mana??? Kok bawa kotak makanan?” Mitha berpapasan dengan Haga


“Ehh Mitha..ini nih Haga baru pulang ambil makan siang buat si adek soalnya dia masih sakit jadi nggak mau dia makan sembarangan” jelas Haga agar Mitha tidak salah paham dan melihat dia salah tingkah.


“Astaga.. sampai segitunya” gumam Mitha


“Kenapa Tha? Tadi bilang apa? Haga nggak dengar”


“Ohh..hehehehe... nggak ada kok, ya udah Mitha temenin nyari adeknya boleh gak?” pinta Mitha sambil senyum


“Yaaa tuhaan...cantik banget sich senyum ni cewek” batin Haga yang melongo terpesona liat senyum Mitha.


“Doorrr.... kok Haga malah bengong, hayoo!!!” tepuk Mitha kagetin Haga yang buat Haga makin salting depan Mitha.


Jalan berdua dengan Mitha, membuat dada Haga berdebar kencang. Dia masih salah tingkah, dia benar-benar kagum terhadap cewek disebelahnya ini sejak pertama kali ketemu.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


FLASHBACK ON


“Anak-anak hari ini kalian ada teman baru pindahan dari bandung namanya Mitha, kalian berteman baik ya” Bu Rani wakil Kepsek kurikulum masuk di kelas Haga


“Baik bu" teriak Haga selaku ketua kelas yang baik


“Bagus.. Mitha silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu!”


Seorang cewek kecil mungil dan imut masuk dengan tas slempang warna pink dan rambut terurai


“Selamat pagi teman-teman perkenalkan nama saya ARMITHA CIAKA SANJAYA” si cewek baru mempekenalkan diri.


....terpesona ku pada pandangan pertama dan tak kuasa ku


menahan rinduku, senyumanmu hiasi sluruh relung hatiku ingin ku peluk dan ku kecup keningmu....(backsound ketika haga melihat mitha)


" Gilaa... Ni cewek apa bidadari, sumpeh dech cantik banget " Haga terpukau dengan apa yang dilihatnya seorang gadis cantik berdiri di depan kelasnya.


" Mita, kamu duduk disana dan kalian lanjutkan pelajaran!" perintah bu Rani.


"Waduuhh bidadari kok kesini???, eehh.... Kakinya nyentuh tanah tuch berarti doi cewek asli. Subhanallahh.... " batin Haga yang masih melotot melihat Mitha berjalan ke arahnya.


"Hai, kenalin aku Mitha, kamu siapa???


Mita menjulurkan tangan kenalan ke Haga yang duduk disebelah mejanya.


"Cantik " Haga masih ngeliatin Mita


"Apaah???"


"Haahh, maksud aku seragam kamu cantik " Haga sadar kalau dia salah jawab.


"kenalin aku Nuhaga Adyatama Putra, kamu bisa panggil aku Haga, aku ketua kelas di kelas XI.1 ini. Teman-teman disini baik semua kok jadi kamu tidak perlu khawatir. Kalau ada yang ganggu kamu,  ada aku juga disini yang akan belain kamu sebagai ketua kelas. Jadi kalau memang ada yang gangguin mitha, tinggal bilang ke Haga aja" Haga berkata panjang lebar


"Haagaaaa...." ada yang memanggilnya


"Rese' dech, bentar napa? Haga menjawab tapi tidak menoleh.


"Nuhaga Adyatama Putra, kalo kamu tidak mau ikut mata pelajaran ibu lebih baik kamu keluar kelas" bentak bu Rani.


"Haaaaa, heeehh maaf...maaf bu, nggak sengaja" Haga baru sadar kalau yang memanggilnya adalah Gurunya


Kyyaaaawakawakwaawkkkkkkaaakkkk semua kelas langsung heboh dengan kelakuan Haga yang nyerocos terus sampai tidak sadar ditegur bu Rani.


"Ya ampun bro, loe kesambet setan ya??? Anda cekikikan melihat temen sebangkunya


Anda langsung nepuk jidatnya sendiri tidak percaya dengan jawaban Haga barusan dan makin percaya kalau sohibnya kesambet setan beneran.


FLASHBACK END


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Haga senyum-senyum sendiri ingat kejadian itu.


"Haga kenapa?? Mitha melihat Haga senyum sendiri


"Nggak pa-pa kok, ehh tuh Arinka kesana yuks!". Mereka berdua sebenarnya menyembunyikan salah tingkah masing-masing.


Arin, Ine dan Ely duduk dikantin menikmati jeda istirahat. Ely dan Ine asyik menyantap mie ayam pesanan mereka sedangkan Ayuni merasa agak pusing.


"Say loe nggak makan, kok nggak mesen??"


"Iya nich anak ntar malah tambah sakit lagi lho, gue pesenin yach???"


"Nggak usah, mana dikasi gue makan yang kayak begini sekarang ni" jawab Arin


"Maksud loe??" Ely dan Ine bingung dengan jawabannya, namun belum sempat Arin menjawab Haga dan Mitha pun datang.


"Dek ni makan siangnya, tadi Kak Haga pulang. Dihabisin ya semuanya. Nih nasi, lauk sama supnya,buah dan obatnya juga kakak bawain nich."


Ely dan ine hanya bisa terkejut dan terdiam melihat pemandangan didepan mereka.


"Aduh Haga... Kayak pak dokter aja" Mitha kagum


"Hehehe... Kalo nggak begitu, si Ayuni ini pasti susah makannya, Haga nggak mau dia sakit lagi" ucap Haga sambil mengelus kepala adiknya


"Haga baik banget jadi kakak" Puji Mitha


"Hehehe...makasi. Mitha nggak kenapa-napa sama Haga disini nemenin Arin makan, soalnya Haga nggak tenang kalau dia belum minum obat" dan Mitha mengangguk setuju.


Selama Arin makan Haga dan Mita mengobrol yang tentunya dengan aksen " aku kamu" sedangkan Ine dan Eli


cuma mesam-mesem melihat temannya diperlakukan seperti bayi. Arin sebenarnya agak risih dengan perlakuan kedua kakaknya, tapi dia hanya bisa pasrah karena kondisinya sekarang sangat lemah dan hanya kedua kakaknya yang ia butuhkan


Melihat Arin sudah selesai makan, Haga membantu Arin minum obat dan membereskan kotak makannya, Mitha yang melihatnya semakin kagum ke Haga.


"OMG... Haga so sweet banget" jerit Mitha dalam hati.


"Gila...itu kakak apa babysitter loe??? sampe segitunya kak Haga sama loe" Ine langsung komentar setelah Haga dan Mitha meninggalkan meja mereka.


"Sialan loe... abang gue tuch"


"Iya...gue jadi pengen punya abang kayak gitu, kemaren aja mereka panik banget waktu lu masuk UKS"


"Mereka memang kayak gitu kalo gue sakit, bisa lebih parah malahan"


"Ehh say... Yang bareng kak Haga tu kan senior juga, mereka pacaran ya??"tanya Ely


"Nggak tau gue, gue belum tahu siapa aja temen-temen kakak gue" Arin menjawab seadanya, tapi dia baru sadar kalau tadi ada yang aneh dengan kakaknya.


"Gitu ya.. Untung aja cuma kak Haga yang giniiin loe,kak Arif lagi sibuk tuch kayaknya" kata Ely.


"Heeeuuuhhh...loe belum tau aja Kak Arif tu gimana".


Ine dan Eli sempat bingung dengan jawaban Arinka, tapi akhirnya mereka melihat sendiri bagaimana perlakuan Arif.


"Jangan berdiri ditempat panas, ke tempat teduh sana!"


"Jangan banyak berdiri, duduk aja!!"


"Kalau nggak kuat istirahat aja!!"


"Jangan minum itu, minum ini yang ada oksigennya!!"


En bla bla bla.....................


Setiap 45 menit sekali Arif juga selalu menempelkan tangannya didahi Arin untuk memeriksa suhu badannya. Ine dan Ely cuma bisa tertawa melihat temannya yang kayak anak TK lagi diperiksa dan dikontrol dua dokter pribadinya.


* * * * * * * * * * * *


"Ena, loe mau pulang. ngak dijemput?" Arif melihat Ena berdiri sendiri di gerbang sekolah


"Iya, gue lagi nunggu angkot"


"Ya udah bareng gue aja, yuks! " Arif menawarkan diri


"Rumah kita kan nggak deketan"


"Kebetulan gue mau bawa Arin check up ke dokter, searah sama rumah loe" alasan Arif


"Iya makasi ya"


Arin makin ngerasa aneh dengan sikap kedua kakaknya hari ini. Terang saja, ternyata rumah Ena tu sangat jauh dari klinik tempat Arin check up, tapi Arif malah bilang searah. Sikap kedua kakaknya bikin Arin makin pusing.


"Kak, pusing..." keluh Arin


"Ya udah,loe tidur aja, nanti kakak bangunin kalo udah sampai rumah" Arif dan Haga sedikit cemas.


jangan lupa Like,komen,favorit dan votenya ya teman-teman...


happy reading.....


semoga suka dengan karya pertamaku ini....


maaf kalau ada yang masih thypo....