
Ely turun dari motor dan berjalan ke arah gerbang rumahnya. Yugha mengikutinya, dan berhenti didepan gerbang itu.
“Ely...”
Ely berbalik, dan tersenyum ke arah Yugha. Yugha kembali terdiam menikmati senyuman itu.
“Hei,malah diem aja. Ngapain manggil? Ngabsen doank?” kata Ely tiba-tiba, mengejutkan Yugha
Yugha berdehem kecil
“Ely...”
“Yak.. hadir!! Tanda tangan ma absen dimana nich???”
“Kamu itu lucu banget sich...” kata Yugha yang sekali lagi refleks melayangkan tangannya ke arah puncak kepala Ely untuk mengacak-acaknya dengan gemas
Ely tertunduk, kali ini Yugha tidak langsung menarik kembali tangannya, tapi perlahan membelai rambut halus itu.
“Ely....” kata Yugha kali agak pelan dan dengan nada lebih lembut dari sebelumnya
Ely mengangkat wajah. Yugha menurunkan tangannya meraih tangan Ely dan menggenggamnya. Untuk beberapa saat mereka terdiam.
“Nggak apa-apa kan kalo aku pegangin tangan kamu gini?” tanya Yugha perlahan memecahkan keheningan.
“Kalo kelamaan...gue pegel juga sich...” jawab Ely
Yugha tertawa kecil, tapi tetap mempertahankan genggamannya.
“Kamu ini... aku maunya romantis lho...”
“Emang kenapa kamu maunya romantis? Kayak syuting sinetron aja...” kata Ely
“Syuting reality show aja” jawab Yugha sedikit tersenyum
“Iya terus ada mantan pacar kamu tiba-tiba muncul darimana, lalu ngamuk-ngamuk sama aku. Karena ternyata kamu ninggalin dia demi aku. Terus..terus... pembawa acaranya berusaha nenangin mantan kamu itu... aku
ribut-ribut minta penjelasan kamu, sementara kamu dengan panik ribut teriak-teriak kalo kamu nggak kenal mereka.... habis itu kamu datengin kameramennya sambil ancam mereka.....” Ely bicara panjang lebar
“Ely... aku nggak selesei-selesei ngomongnya nich!!!” potong Yugha
“Ya makanya selesaikan...”
“Aku lupa kan jadinya mau ngomong apa..”
“Ngarang dikit nape mas broo?”
“Aku nggak jago ngarang..”
“Makanya , jangan jago Kimia doank...” Ely manyun
“Ajarin dong...” Yugha mengedipkan matanya, Ely Terkejut
“Cepetan dong, pegel nich pegangan tangan mulu!”
Sampai disini Yugha Yugha sudah tidak bisa menahan lagi tawanya. Di depannya Ely juga ikut tertawa.
Setelah puas tertawa, Yugha menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kembali menatap Ely, mempererat genggamannya,.
“Aku ulang lagi aja ya...”
Ely mengangguk. Menahan diri untuk tidak berkomentar
“Nggak apa-apa kan aku megangin tangan kamu gini?”
Eky terdiam sesaat, lalu tidak bisa menahan dirinya
“Itu mau dijawab atau enggak?” tanya Ely
“Jangan dijawab dulu...”
“Terus ngapain nanya???”
“Soalnya masih ada sambungannya...”
“Appaa..?” Ely makin penasaran
“Aku menggenggam tangan kamu, nggak apa-apa kan??? Karena kamu sudah menggengam hatiku...” Kata Yugha
Ely terpana. Tidak menyangka. Mimpi menjadi nyata.
Ely memejamkan mata sesaat sambil menggelangkan kepala, lalu bertanya ketika dia membuka matanya kembali.
“Itu.. maksudnya... kamu nembak aku bukan sich??”
Yugha melepaskan genggaman tangannya dari Ely lalu menggaruk-garuk tangannya.
“Menurut kamu gimana?” ucap Yugha
“Kayaknya sich iya..”
“Iya memang iya aku nembak kamu.” Kata Yugha, tersenyum sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
“Daripada cuma buat jadi murid privat kimia?”
“Plus matematika, fisika dan biologi juga kan???”
“Ya ampun, Ely...” Yugha kembali tidak bisa menahan rasa gelinya
“Mau dijawab sekarang?”
“Kamu nggak mau jawab sekarang?” Yugha mengangkat alis, setengah kaget, setengah kecewa.
“Terus kapan donk??? Besok???” tanya Yugha lagi
“Tahun depan...” jawab Ely
“Kamu mau nyiksa aku?” Yugha terkejut
“Kak Yugha...heemmm.... tapi kita baru jalan sekali ini. Aku juga baru tau beberapa detail soal kamu hanya sekedar dari hasil instropeksiku dari Arinka”
“Instropeksi??? Kok instropeksi sich???” Yugha mengernyitka alisnya
“Introduksi maksud aku “jawab Eli
“Ohh..maksud kamu introgasi?” Yugha membetulkan
“Naahh itu kamu inget, itu dia maksud aku”
Yugha menggeleng kecil mendengar kata-kata Ely
“Terus kamu maunnya gimana??? Apa perlu kita jalan bareng beberapa kali dulu baru kamu jawab aku???”
Ely hanya tersenyum dengan kata-kata Yugha
"Hehe... nggak papa kan kita jalan bareng beberapa kali dulu” tanya Ely
“Iya gak papa, aku ngerti kok...” jawab Yugha
“Iya dech... tapi aku juga pengen kamu tau kalo aku juga....” Ely terdiam sambil menunduk malu.
“Juga aappaa?” tanya Yugha sedikit menggoda
"Akuu..jugaa... eemmm... suka ... sama... kamu...” kata Ely perlahan sambil mengangkat wajahnya
Yugha tersenyum simpul dan menggaruk kepala yang tidak gatal karena salah tingkah
“Jadiii...” tanya Yugha
“Jadi apa?”
“Jadi kamu nerima aku?” tanya Yugha sambil tersenyum malu
“Menurut kamu?”
"Menurut aku kita sekarang udah pacaran,karena aku nggak mau lihat kamu sama cowok lain tapi aku cuma bisa diam aja." jawab Yugha
"Kamu mau jadi cowok posesif?" Tanya Ely
"Enggak, tapi aku mau cowok lain yang deketin kamu tahu kalo kamu itu udah punya aku, jadi merekaa nggak akan sembarangan deketin kamu."
"Woooowww..... kayaknya sama aja ya sama posesif"
"Beda lah El... aku tetap bebasin kamu berteman sama siapapun meskipun cowok, tapi cuma aku cowok yang pegang hati kamu, seperti kamu pegang hati aku"
"Jiaaaahhh... sejak kapan belajar kata-kata seperti itu?"
"Sejak sama kamu, kamu udah racunin aku" jawab Yugha
"Dan itu yang membuat aku jatuh cinta sama kamu." kata Yugha lagi.
“Terima kasih Tuhan. AKhirnya ada cowok yang bisa nerima hambamu ini apa adanya” seru Ely refleks. Yugha
sontak tertawa melihat reaksi Ely tadi.
“Reaksi kamu ini, malah bikin aku tambah suka sama kamu” jawab Yugha sambil mengacak rambut Ely lagi.
“Ya sudah.. aku pulang dulu ya....” kata Yugha
Ely pun mengangguk.
maaf ya guys, baru bisa update...
author ada kesibukan tersendiri...
author habiskan part Yugha dan Ely dulu...
nanti kita lanjut ke Cast yang lain...
Happy reading ya guys...
jangan lupa like disetiap episodenya...