
“Sorry”. Farel mulai berbicara setelah semua temannya masuk.
Arinka sempat terkejut mendengar suara Farel, dia pikir semuanya sudah masuk bersama kedua kakaknya.
“Sorry”. Farel mengulanginya lagi
“Oh God. You say that again.” Arinka jengah
“Berapa kali gue bilang, jangan bilang maaf yang bukan salah loe”. Tegas Arinka
“It was my fault. What happened to you is because of me.” Kata Farel
“No, you are not” bantah Arinka
“Loe begini karena Ega kan? Dan Ega lakuin itu ke loe karena gue”. Farel melemah dan memberanikan diri duduk di dekat Arinka.
“Astaga… berapa kali gue bilang kalo ini bukan karena Ega, dan ini bukan karena loe kak. Kalopun ada yang harus minta maaf itu bukan Loe tapi Ega. Dan kalopun loe peduli sama Ega, loe bisa minta dia supaya stop curiga sama gue dan bikin keributan sama gue! Gue males ribut di sekolah kak.” Arinka mengungkapkan kekesalannya.
“Gue peduli sama loe, bukan Ega!” Ucap Farel yang berhasil membuat keduanya terdiam
“Loe beneran mau pindah sekolah?” Farel membuka suara
“Gue belum tau, loe denger sendiri kan kak kalo abang gue nggak kasi gue pindah. Papa sama Bunda juga serahkan keputusan ke Abang-abang gue.”
“Gue juga berharap loe nggak pindah sekolah atau kalo mau, gue aja yang pindah sekolah”
“Loe jangan ngadi-ngadi deh kak! Loe mau pindah sekolah ngapain? Loe udah kelas 3, lagipula masalah apa loe mau pindah sekolah?” tanya Arinka
“Supaya loe nyaman, dan nggak di gangguin sama Ega lagi.”
“Astaga kak, berapa kali sih gue bilang kalo ini bukan karena loe. Dan loe nggak perlu sampai harus kayak gitu. Salah Ega ya salah Ega, bukan loe yang harus minta maaf. Kalo loe mau, loe kasitau tu cewek loe supaya dia berhenti curiga sama gue. Lagian kita tu gimana sih? Perasaan, sikap loe ke gue dan gue ke loe itu biasa-biasa aja.”
“Ya karena gue nggak pernah dilihat deket sama cewek lain mungkin?”. Jelas FArel
“Ya terus apa itu salah gue? Lagian kenapa loe nggak deket sama yang lain juga, biar cewek loe itu nggak cemburu sama gue?”
“Ega bukan cewek gue Arinka!” bantah Farel
“Ya mana gue tau kak, itu urusan pribadi loe, gue bodo amat cewek loe itu siapa.” Sergah Arinka
Farel menunduk terdiam mendengar kata-kata Arinka. Dan Arinka yang menyadari kata-kata yang salah langsung menggigit bibirnya.
“Ya udah deh kak, kenapa kita yang jadi awkward gini sih? Kalo loe emang kepikiran masalah in, loe bilang aja sama si Ega kalo loe nggak bakalan deket sama gue lagi. Dah beres.” ucap Arinka membuka percakapan lagi.
“Nggak. Gue nggak bisa bilang gitu ke Ega” jawab Farel
“Kenapa?”
“Karena gue nyaman deket loe.” Jawaban Farel sekarang yang membuat Arinka terdiam.
“Itu karena gue adik Kak Arif” jawan Arinka pelan
“Gue nggak tau, tapi gue cuma bisa bilang gue nyaman sama loe. Loe yang bikin gue enak ngobrol. Itu aja yang bisa gue jawab.”
Mereka pun terdiam Kembali.
Setelah sekian lama mereka terdiam,Farel pun akhirnya bicara.
“Seperti loe bilang,kita sekarang ini awkward banget. Jadi lebih baik gue pergi aja dan jauhin loe supaya loe nggak digangguin lagi sama Ega, tapi tenang aja gue bakalan tetap jagain loe seperti temen-temen yang lain.” Farel kemudian berdiri, tapi entah kenapa tiba-tiba Arinka menahan tangannya.
“Bersikaplah biasa aja seperti selama ini kak, jangan ada yang berubah. Anggap aja ini galaunya gue aja. Gue udah bilang,mungkin gue nggak pindah. Dan gue juga nggak mau loe serba salah karena gue. Bersikaplah gimana loe selama ini ke gue, masalah ega loe tenang aja, gue masih bisa handle dia.”
Arinka yang tersadar menahan tangan Farel langsung melepasnya. Farel yang sempat terkejut pun akhirnya tersenyum.
“Oke, kalo itu mau loe. Dan memang itu yang gue harepin dari loe, itu yang bikin gue nyaman deket loe. Gue masuk ya.” ucap Farel yang mendapat anggukan dari Arinka. Farel mengusap rambut Arinka kemudian dia pun masuk menyusul teman-temannya.
Arinka merasa kaget dengan Tindakan Farel, dia juga kaget dengan kata-katanya. Entah apa yang dia rasakan, dia merasa aneh dengan kata “Nyaman” dari Farel dan dia juga tidak ingin Farel menjauhinya seperti yang dikatakan, yang membuatnya bertindak refleks seperti tadi. Cukup lama dia merenung dengan itu dan juga memikirkan keputusannya untuk pindah sekolah, setelah berani untuk memutuskan dia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
*Hai Teman-teman....**Author balik lagi nambah part baru...*
semoga suka ya bacanya...
jangan lupa Like tiap episode ya....
Happy Reading...
Tambahin Fotonya Farel sama Arinka ya buat Bonusnya...