
Sudah hampir dua bulan Arinka aktif disekolah barunya menjalani hari-hari dengan seragam abu putih dan mendapat teman-teman yang baru, kedua sohibnya yang kocak, dengan genk dari kedua kakaknya Arif and the genk dan Haga Cees.
Setiap hari berangkat dan pulang sekolah dengan Haga atau Arif, kalau mereka berdua ada keperluan baru dech nebeng sama kedua sohibnya.
Setiap hari dia selalu menerima salam dari fans-fans kakaknya, entah itu hadiah kado, pajangan kunci, boneka, kue tart atau dvd korea. Benda yang kadang menjadi kesukaan kedua kakaknya atau benda kesukaan Arin sebagai suap untuk dikirimkan salam ke kakaknya. Membuat tas Arin kadang penuh dengan barang-barang titipan untuk kakaknya.
Arin juga sudah terbiasa dengan sikap Ega dan Fitri yang selalu mencari kesalahannya sekecil apapun itu, walaupun selalu dibantu dan dijaga kedua kakak dan teman-temannya Arin selalu mencoba menjaga jarak supaya tidak berurusan panjang dengan mereka karena merasa tidak enak selalu disangkutpautkan dengan kedua kakaknya.
Dengan kedua sohibnya ini Arin udah merasa klop banget mereka yang selalu memberikan keceriaan di hari-harinya.
Tapi yang masih membuat Arin dan Ely penasaran adalah sikap Ine yang pasti akan berubah drastis kalau sudah berurusan sama yang namanya Suhanda Bratawijaya alias Anda, mereka berdua itu sudah seperti Tom and Jerry versi SMA yang nggak pernah akur, seperti kejadian hari itu Anda berhasil buat Ine naik darah pagi-pagi cuma
karena Anda tidak sengaja membuang permen karet dan mengenai rok Ine.
“Loe kenapa sich ne?? sampe segitunya sama kak Anda” Tanya Ely sampai dikelas yang langsung dapat anggukan gratis dari Arin
“Kayaknya loe nggak suka banget sama kak Anda” lanjut Ely
“Huuuhhh, tuh monyet tengik udah bikin mood gue ilang pagi ini, siiaalll” gerutu Ine sambil melempar tas dimejanya yang membuat kedua temannya makin heran
“Tapi kak Anda kan nggak sengaja Ne....” Arin mencoba menenangkan
“Uuddaahh dech, loe berdua jangan ikut-ikutan dech. Tuh si katak loncat sialan pagi-pagi dah bikin gue bête, jangan loe tambahin lagi!!” kesal Ine sambil keluar kelas
“Inee…. Ntar sore jadi latihan maen basket kan???" Teriak Arin
“Hhmmmhhhh” balas Ine dari pintu kelas. Dia tidak perduli Arin mendengarnya atau tidak, dia benar-benar sedang kesal akibat ulah Anda.
Arinka dan Ely yang tahu sifat Ine kalo lagi nggak mood, tidak mau cari masalah lagi. Bisa-bisa Ine nelan mereka hidup-hidup.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
@Di rumah
“Kak….. nanti berangkat bareng ya latihan basketnya?” Arinka masuk ke kamar kakaknya yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.
“Aduh, gue lupa loe ikutan basket juga” Arif menepuk jidatnya
“Loe minta diantar Haga aja bisa kan? soalnya gue udah janji mau jemput Ena” Arif memberikan solusi.
“Ceieee cieee…. Cuit cuit yang lagi gencer-gencernya pedekate nich ye….” Sorakan temen-temen Arif kecuali Farel karena doi lagi sibuk maen gitar sendiri sambil melirik yang berdiri di pintu.
“Kak Haga nggak pulang, dia katanya langsung rapat sepak bola sama kandidat calon OSIS” Arin menjelaskan
“Gimana ya???? Okeh gini aja. Guys, loe anterin adek gue ya. Loe semua kan ke sekolah juga sore ini” Arif menoleh semua temannya.
“Gue sich mau, tapi kan gue bareng Alfan,masak bonceng tiga, cabe-cabean donk!” jawab Trisna kemudian menoleh Yugha
“Gue juga bukannya nggak mau, tapi gue harus jemput Adek dulu terus anter dia les” giliran Yugha menjawab, dan akhirnya Arif, Yugha, Trisna dan Alfan menoleh seseorang.
Orang yang dilirik merasa risih semua memandangnya akhirnya menghentikan permainan gitarnya.
“Kenapa loe semua liatin gue?? Naksir loe ma gue????”
“Hueeekkkk……nakjis banget” koor Arif, Trisna, Yugha dan Alfan pura-pura akan muntah.
“Gue serius nich brow, adek gue bisa bareng loe kesekolah sekarang???” Tanya Arif yang paham betul dengan sifat temannya yang satu ini.
“Oohhh….eehhmm…” Farel menjawab dengan anggukan
“Thanks”. Arif menepuk pundak Farel dan menoleh ke Arinka “dek…lu…”
“Iya gue tau kak, gue bareng kak Farel kan? makasi ya kak” Arinka berlalu memberikan senyuman.
“Oia kak Alfan, sekalian gue mau balikin formulir CAPAS, kita latihannya kapan kak??” Arinka menyerahkan selembar kertas ke Alfan
“Ooh…kita latihan hari Jumat jam 3”
“Thanks, gue siap-siap dulu kalo gitu” Arinka keluar kamar kakaknya.
“Coba aja kalo loe berani ganggu adek gue, gue sate idup-idup loe semua” ancam Arif
“Alamak, segitunya loe sama temen sendiri” mereka akhirnya tertawa lepas dan melanjutkan kumpul-kumpulnya.
Arin duduk diruang tamu memainkan handphonenya sambil menunggu Farel yang belum keluar dari kamar Arif.
“Udah siap?? Sorry, tadi gue terakhir masuk kamar mandi” ucap Farel
“Udah, nggak apa-apa kok kak” Arin yang tahu kenapa Farel terakhir keluar kamar kakaknya.
Arif cs memang sudah pergi duluan dan akan berkumpul lagi di sekolah.`
****
“Loe kenapa?? nggak pernah dibonceng pake motor” Farel agak heran sikap Arin yang menjaga jarak ketika dibonceng.
“Gue nggak kenapa-kenapa kok” Arin canggung
“Loe duduknya kepinggiran, nggak takut jatuh???? Bukannya loe sering dibonceng Arif atau Haga, kenapa loe malah takut sama gue???”
“Gue emang dibonceng mereka, tapi gue nggak pernah dibonceng sama orang lain” Arin akhirnya jujur
“Hahahahaha….emang di Jogja loe kesekolah pake apa???” Farel tidak bisa menyembunyikan tertawanya
“Kalo ngak dijemput supir ya pake angkot bareng temen-temen”
"Cowok loe kemana???”
“Boro-boro punya cowok. Setiap ada cowok yang deketin gue pasti langsung diteror sama trio kwek-kwek”
“Trio kwek-kwek, Siapa tuch???” Farel penasaran
“Kak Arif,Kak Haga sama almarhum Eyang”
“Hahahaha…….pantes aja kalo gitu”
“Pantes kenapa kak????”Arin bingung
“Nggak kenapa-kenapa, loe enjoy aja sekarang. Kalo loe kayak gitu kesannya gue mau nyulik loe, toh kita juga mau nyampe sekolah”
“Eehh…iya”
Farel senyum-senyum sendiri dengan tingkah Arin.
“Kok loe bisa bareng kak Farel??? Nggak bareng kak Arif???? Ine dan Ely langsung memberondongkan pertanyaan sewaktu melihat Arinka datang bersama Farel.
“Kak Arif jemput kak Ena” jawab Arin singkat
“Loe pasti kesiksa ya didiemin terus sepanjang perjalanan tadi?” tebak Ely
“Maksud loe???” Arin tidak paham perkataan Ely
“Ya iya laahhh…..kak Farel itu kan terkenal sebagai cowok yang super diem, dingin sama cewek, cool banget dech pokoknya, bikin cewek penasaran."
Arin sempat bingung dengan penjelasan Ely karena tadi dia tidak merasa kalo Farel bersikap dingin.
Latihan basket kali ini masih perkenalan ke anggota baru. Untuk tim putri dibimbing Ena dan kawan-kawannya, sedangkan Tim putra dibimbing langsung Farel. Setelah itu mereka main santai untuk melihat kemampuan dari anak-anak baru.
Dan selama latihan Arin mencoba memperhatikan sikap dingin Farel, tapi dia merasa Farel masih biasa saja.
haayy reader.....
jangan lupa kunjungi terus cerita ini dan tinggalkan tanda jempolnya ya....
tetap like, komen,rate and favoritnya....
happy reading guys....