MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 36 # Yeeeyyyy, Arif Berani Nembak....



hay guys...


jawab pertanyaan dikit ya...


kok, nggak ada konfliknya sih???


ada kok, tapi yang author angkat dalam cerita ini adalah cerita masa SMA, jadi menurut author konfliknya masih dalam tahap sesuai usia SMA saja, menambahkan pengalaman dulu waktu masih SMA , hehehe....


tapi author ucapkan terima kasih atas kritik dana saran membangunnya. Dengan ini author bisa memperbaiki cerita ini dan semoga bisa membuat kalian suka membacanya.


Happy reading guys.....


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


“heehh… kalian berduaan mulu dari tadi , sini gabung sama kita!” panggil Ena yang sedang bermain air dengan yang lainnya.


Arinka dan Farel berlari kecil menuju Air terjun. Arinka nggak mau basah-basahan alhasil dia cuma mengabadikan teman-temannya dengan kamera Farel. Itung-itung belajar jadi fotografer walaupun masih amatiran.


“Sini, gantian gue yang foto, kasian loe gak ada foto dari tadi” Farel mendekati Arinka dan mengambil kameranya. Arinka bergabung dengan teman-temannya tapi dia tetap nggak mau ikut main air.


Arinka begitu narsis dengan gaya-gayanya.


Farel selalu geleng-geleng kepala sebelum ia meng-capture.


"Kak, foto gue disitu dong." Arinka menunjuk semacam taman didekat Air Terjun itu. Disana seperti sengaja ditanam bunga-bunga untuk menjadi spot foto bagi pengunjung.


"Oke" jawab Farel


Tidak hanya berfoto tetapi Arinka jua menyukai bunga-bunga yang ada disana. dia seakan lupa kalau dia ingin berfoto disana. dan Farel tidak menyia-nyiakan ekspresi dari Arinka yang menyukai tempat itu.


Dan dia pun sangat menyukai senyuman itu.




 


 


 



********


Hari ini Arinka bangun lebih awal. Arinka bertugas merebus air untuk minum.


“Eh adek gue tumben bangun pagi, hooaammm” Arif keluar dari tendanya.


“Hehehehe… mumpung nggak bisa tidur lagi kak”


“Lagi ngapain loe???”


“Lagi nyariin kodok ngorek kak.  ya lagi masak air lah, loe kan liat sendiri kak” Arinka sebal ke kakaknya


“Yaelahahh… gue kan Cuma basa basi doang kali dek “


“Basa basi loe kebasian kak. Eehh, gimana sama rencana kakak nembak…..”


“Ssssstttttt, jangan keras-keras donk, nanti di denger sama anak-anak” Arif langsung mencegah Arinka bicara banyak


“Iya, gimana kak ?” Arinka setengah berbisik


“Nggak tau dech, hari ini hari terakhir sebelum besok kita balik”


“Ya udah, hajar aja kak. Hari ini kan ada api unggun lagi”


“Tapi ntar kalo kejadiannya kayak kemaren malem lagi gimana???”


“Cari lagu yang bagus makanya kak, jangan lagu yang bisa bikin ngantuk”


"Ya udahlah gimana ntar aja, seduhin kopi donk!” Arif pasrah


“Beeuuhh..mulai lagi. Kopi itu nggak sehat kak, mending teh aja”


“Terserah loe aja dech, gue lagi pengen yang panas-panas”


“Kalo gitu ini aja sekalian loe minum dari pancinya” Arinka menunjuk air yang sudah mendidih.


“Adik durhaka loe yaa, tapi paling gue sayang” Arif mengelus rambut Arinka dan mengecup kening Arinka. Kemudian kembali ke tendanya dan mengambil handuk untuk mandi.


Malam harinya sebelum kepulangan rombongan Arif dan kawan-kawan harus pulang.


Arif sudah bertekad bulat untuk nembak Ena malam ini.


Arinka juga sudah menyakinkannya.


Kali ini ku sadari… aku telah


jatuh….  


Arif mulai mengalunkan lagu pamungkasnya.


“Stop..stop!!!! aduh Arif, lagunya bikin ngantuk lagi tau nggak, semangat dikit dong? Mmm…. Apa


Arif langsung mengambil tindakan.


JRREEEENNNGGGG….


I just wanna say I love you, I


just wanna say I love you, I just wanna say I love you, I just wanna say I love


you, I just wanna say I love you, I just wanna say I love you.


Arif menatap mata Ena tajam sambil terus bernyanyi


“Wuuiihhhh, tatapan loe tajem banget melebihi pisau dapur emak gue, ckckckck “ Trisna berdecak kagum.


Sementara Ena terkejut dengan tatapan mata Arif yangtetap  mengarah kepadanya.


“Arif, kok loe ngeliatin gue gitu banget??” Ena sedikit salah tingkah. Arif tidak menggubris, dia tetap menyanyikan lagu itu. Ena semakin salting karena tatapan Arif semakin tajam.


“Cieee kak Arif, lagunya buat kak Ena nich ye..Kak Ena masa nggak sadar?” goda Ine


Arif tersenyum dan menghentikan lagunya. Arif menghela napas panjang.


“TRIFENA KEENANDRA, dari kemaren gue coba buat nyatain perasaan gue tapi susah banget loe ngerti,dan sekarang lewat lagu tadi mungkin loe udah tau maksud gue”


Ena semakin salah tingkah.


“Eeemm…. Loe mau kan nerima gue dan jadi cewek gue?” lanjut Arif


“Terima…terima…!!!! Seru anak-anak disitu, Arinka teriak paling kencengnya.


Haga Cuma geleng-geleng kepala melihat kakaknya sambil memikirkan bagaimana caranya untuk nembak pujaan


hatinya.


Untungnya Pak Andrew masih berjiwa muda jadi mengerti bagaimana anak muda zaman sekarang.


Ena lama diam tidak menjawab. Dan semua yang ada harap-harap cemas menunggu  jawaban Ena


“Hehehehe...” Ena nyengir kuda. Semuanya jadi makin heran


“Jangan disini dech jawabnya, malu ada Pak Andrew” ucap Ena


“Eh.. nggak pa-pa kali, bapak kan masih muda juga. Udah nggak usah malu-malu, sesama anak muda ini kok” jawab Pak Andrew yang langsung dapat koor hhhhuuuuu gratis dari penonton.


“Eeemmmmm…” Ena menggigit bibirnya, kayaknya dia bingung banget. Arif menaikkan alisnya penasaran.


“Eem.. boleh dech” jawab Ena. Semua anak bersorak-sorai.


Arif bernapas lega


“Akhirnyaa.... yeeeeeyyyyy”. Arif loncat-loncat kegirangan.


Begitu juga dengan Arinka dan Haga, senang sekali melihat perjuangan cinta sang kakak.


Arif dan Ena hanya tersipu malu.


“Aasssyyyiiikkkkkk!! Pulang dari sini mampir dulu nich kayaknya di sate bulayak” seru Trisna dan Alfan


dan diiyakan oleh semuanya.


Arif dan Ena hanya saling pandang dan geleng-geleng kepala. Lalu Ena berkata pelan,


“Loe bawa duit kan??”. Arif nyengir dan tertawa pelan.


"Mudah-mudahan papa udah transferbelanja bulanan gue" batin Arif sambil mengelus dadanya.


 


"Yeeeeyyyy makan graaattiiisss......" teriak Arinka yang duduk disamping Farel


"Seneng banget loe bisa makan gratis" ucap Farel


"Woiiyyaa dong kak, gue paling seneng tuh kak, kan ini juga hasil gue"


"Loe bantuin Arif??" tanya Farel


"Iya..." Arinka akan menjawab lagi, tapi ada chat masuk di hapenya, kemudian dia memeriksanya.



"Wooowww daebak..... gue bakalan dapat makan gratis lagi nich ntar pas pulangnya" seru Arinka


"Makan gratis dari siapa lagi emangnya?" tanya Farel


"Makan gratis dari Kak Yugha" jawab Arinka dan melanjutkan kegembiraannya.


Farel yang kembali mendengar nama Yugha dan melihat Arinka senang sekali akan ditraktir Yugha, langsung terdiam.


semoga suka ya guys....


jangan lupa like dan komen di setiap episode


Happy reading....