MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 43 #Kemarahan Bunda



“Arif Bayuatmaja Putra, Nuhaga Adyatama Putra !” Bunda Atika masuk ke kamar Arif.


Sontak saja Arif, Haga dan semua kawan-kawannya kaget karena jika Bunda Atika sudah memanggil nama lengkap mereka menandakan bahwa Bunda Atika dalam mode marah.


“Iya Bun” Arif mencoba menjawab Bundanya.


” Apa yang terjadi dengan Adik kalian di sekolah? Jawab!” Bunda Atika bertanya.


Arif menoleh Haga dan Haga menjawab dengan gelengan kepala.


“Adek enggak kenapa-napa kok Bun, selama ini baik-baik  saja di sekolah.” Jawab Arif


“Apa adek kalian bertengkar di sekolah atau di bully di sekolah kalian?” tanya Bunda Atika


“Setahu Abang enggak pernah Bun, enggak ada yang kejadian apa-apa sama Arin di Sekolah” . jawab Arif lagi. Dia, Haga dan teman-temannya merasa heran dengan pertanyaan-pertanyaan Bunda Atika


“Apa kalian yakin?” tanya Bunda Atika sekali lagi. Mereka menganggukkan kepala


“Haga, kamu yakin?”


“Yakin Bun.” Jawab Haga sambil mengganggukkan kepalanya kembali.


“Terus kenapa Arin, adik kalian tiba-tiba minta pindah sekolah malam ini ke Papa dan Bunda?” Bunda memeberitahukan inti permasalahan sambil menyilangkan tangannya.


“Apppaaa!” Arif, Haga dan teman-temannya kaget mendengarkan perkataan Bunda Atika


“Bunda dan Papa yang lebih kaget mendengar ini. Jadi apa benar tidak terjadi sesuatu dengan adik kalian?” Bunda Atika menegaskan kembali lagi


“Bener Bun, nggak ada kejadian apa-apa sama Arin disekolah. Itu yang Arif tahu Bun, Arin juga nggak cerita apa-apa ke Arif. Ke kamu gimana Ga? Arif menanyakan kembali ke Haga.


“Enggak ada juga Kak, selama ini Arin baik-baik aja disekolah. “ Haga menjawab.


“Itu yang kalian tahu, bagaimana dengan yang kalian tidak tahu? Haah!” Bunda Atika memberikan pertayaan menohok ke Arif dan Haga dengan intonasi agak tinggi. Yang membuat mereka semua terdiam. Farel dan Yugha pun ikut memikirkan kata-kata Bunda Atika.


“Alasan adik kalian pindah sekolah adalah tidak ingin merepotkan kalian di sekolah. Apa sebenarnya yang kalian lakukan disekolah sampai Adik kalian berkata seperti itu? Apa kalian terlalu sibuk dengan urusan kalian masing-masing sehingga kalian tidak bisa memperhatikan adik kalian di sekolah?”


“Dan kamu Haga, apa karena kamu ketua OSIS sekarang jadinya kamu enggak ada waktu untuk kontrol adik kamu?”


“Enggak kok Bun, Haga tetap ke kontrol Arin ke kelasnya, kadang gantian sama Kak Arif”jawab Haga


“Maafin kami Bun, Arif sama Haga akan lebih perhatiin Arin lagi mulai sekarang. Tapi bener kok Bun, Arin enggak ada masalah apa-apa disekolah. Biar Arif yang bicara sama Arin.” Arif berdiri


“Kamu mau kemana?” Tanya Bunda Atika


“Mau bicara sama Arin, Bun.” jawab Arif


“ Iya Bun” Arif duduk kembali


“ Inget ya, cukup Bunda kecolongan yang kemaren Arin tenggelam di kolam renang. Bunda nggak mau ada kejadian yang lain lagi. Kalau kalian tidak bisa menjaga Adik kalian dengan baik. Papa dan Bunda selalu siap kapan saja untuk menjaga dan memberikan yang terbaik untuk Adik kalian. Dan bunda juga bisa pindahkan dia ke Sekolah yang dia mau.” Bunda Atika memberikan peringatan terakhir untuk Arif dan Haga.


“ Jangan Bun.” Cegah Haga


“Abang sama Haga akan jagain Arin Bun. Haga janji akan lebih perhatiin adek lagi.” Janji Haga ke Bunda Atika.


“Okey. Bunda pegang janji kalian.” Bunda Atika kemudian keluar kamar.


“Huuffhhh, gue paling takut kalau Bunda udah marah. Seerrreeeemmmm.” Ucap Trisna ketika Bunda Atika sudah keluar kamar.


“Iya bener.” Kata Alfan mengiyakan dan smua pun ikut menganggukkan kepala.


“Loe beneran enggak tahu kak, kenapa si Arin minta pindah?” Anda memberanikan diri untuk bertanya ke Arif


“Gue nggak tahu. Tadi dia memang cerita ke Gue, tapi bukan masalah pindah sekolah. Tapi semuanya sudah selesai waktu kita bicarain hal itu.”jawab Arif yang sambil melirik ke Farel. Farel menyadari itu.


“Pantas aja dia diem aja tadi waktu makan.” Haga menyadari keanehan adiknya.


“Mendingan nanti diomongin baik-baik aja dulu, kita enggak tau apa yang lagi dipikirannya sekarang.” Yugha menimpali.


“Apa ini gara-gara kejadian tadi pagi?, tapi tadi waktu dia cerita ke gue, dia udah baik-baik aja” Arif bingung dan agak menjambak rambutnya


“Kejadian tadi pagi dia sama Ega kak?” tanya Haga, dan Arif mengangguk


“Sialan banget sih tu Mak Lampir,gue harus kasi dia pelajaran!Nggak bisa didiemin itu Mak Lampir”. Kesal Haga


“Loe jangan gegabah asal kasi pelajaran anak orang, loe lagi emosi itu, kita tanya si Arin dulu.” Pesan Arif. Haga pun mengiyakan dan mereka menunggu waktu untuk berbicara dengan Arinka.


Maaf  Author ya guys...


Baru bisa update lagi setelah sekian lama...


Insya Allah sekarang sudah mulai aktif lagi...


Jangan lupa Like di setiap episode..


Jangan Lupa koment nya...


Kalau mau memberikan Tip,Author juga sangat berharap...


Terima kasih....