MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 34 # Ulat



DI HUTAN


Huuffhh... Arinka tidak bisa tidur. Gelisah, tidak  tenang. Masih memikirkan soat jurit malam besok. Chat dari Ely juga sama sekali tidak membantu. Ada tiga hal yang paling Arinka takuti di dunia ini ( selain Tuhan pastinya ), yaitu Ulat, Orang Gila dan makhluk menyeramkan. Arinka bisa nangis kalau melihat hal itu. Di Jogja Haga pernah menakutinya dengan Ulat-ulatan dari daun. Arinka sampe nangis sesenggukan dibuatnya, alhasil Haga dimarah dan dihukum Eyang Putri.


Sedangkan hantu? Arinka percaya nggak percaya dengan yang satu ini. Pernah dulu Arif dan Haga membawa Arinka ke pasar malam dan masuk ke rumah hantu, dan dia pingsan gara-gara banyak hantu bohongan yang menarik-narik bajunya.Akhirnya mereka berdua dihukum juga, skors uang jajan selama seminggu.


Kreeseekk....kreeseseekkk...ada suara langkah seseorang menginjak daun kering.


“Haahhh, jangan-jangan beneran hantu”


“Masa iya hantu jalannya nginjak daun?” Arinka merinding, dia ingin segera tidur dan menghilangkan rasa takutnya. Ia pejamkan matanya rapat-rapat tetapi tetap saja tidak bisa tidur. Lalu terdengar suara api menyala dan Arinka melihat dari tendanya suasana di luar jadi terang.


“Huuwwaaa.....siapa itu?” Ucap Arinka dalam hati ketar ketir


“Hhmmmm...hhmmmhhhhmmmm” terdengar gumaman seseorang seperti sedang mendendangkan lagu.


“Hiii, hantunya bisa nyanyi juga ya?” Arinka semakin takut tapi juga penasaran.


Arinka yakin itu pasti orang tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau orang itu bukan rombongannya.


Arinka jadi makin penasaran untuk melihat siapa yang ada diluar.


Dia ingin melihat  tapi takut, akhirnya Arinka membuka tenda sambil menutup matanya.


“Arinka belum tidur?” tanya seseorang. Arinka langsung mendelik dan bernafas lega ketika


mengetahui orang yang diluar adalah Farel


“Kak Farel, huuffhhh.... belum kak. Arin nggak bisa tidur” jawab Arinka lalu menghampiri Farel yang sedang memegang kameranya.


Saat Arinka mendekati, Farel langsung menyembunyikan kameranya. Tapi Arinka tidak curiga.


“Lagi ngapain kak , malam-malam gini???” tanya Arinka


“Gue nggak bisa tidur aja, gerah di dalem tenda” jawab Farel.


“Loe sendiri kenapa nggak tidur?” Farel balik bertanya ke Arinka.


“Sama, nggak bisa tidur juga” Arinka menatap api anggun.


“Ohh... ya udah kalo gitu disini aja temenin gue”. Kata Farel menepuk tempat kosong didekatnya membersihkan untuk Arinka dan Arinka mengangguk kemudian duduk di dekat Farel.


Beberapa saat hanya ada keheningan dan rasa canggung di antara mereka berdua. Sampai ketika tiba-tiba terdengar suara dari HP Arinka. Arinka membaca dan tersenyum simpul.


“Dari siapa???” Farel penasaran


“Kak Yugha” Arinka menjawab singkat dan kembali tersenyum menatap hapenya.


Farel tidak ingin bertanya lagi karena sepertinya senyuman Arinka sudah menjawab apa yang selama ini dia ragukan. Entah apa yang dia rasakan saat ini.


Keheningan kembali mewarnai mereka berdua,  dua-duanya mengarah ke api unggun.


“Ehhm....kak, besok beneran ya ada jurit malam???” Arinka memecah keheningan.


Farel menoleh “Ada, kenapa emangnya?”


“Haahh.... nggak ada kenapa-napa kok”. Arinka menggeleng. Dia malu juga kalo harus mengakui dirinya takut akan hal seperti itu.


Suasana kembali hening lagi.


Tiba-tiba Arinka merasakan sesuatu yang geli di kakinya. Arinka menunduk ke


bawah, melihat apa yang sedang ada di kakinya.


HUUAAAAAAA!!!! UUUULAAAATTTTT!!!


Arinka mengoyang-goyangkan kakinya, tapi Ulat itu tetap lengket di kakinya.


“Loe tenang dulu, biar gue bisa tolongin”


Farel langsung mengambil kayu kecil yang ada didekatnya.


“Tenang Rin’, ulatnya kecil kok. Jangan bergerak dulu, gue mau ambil”


Wajah Arinka benar-benar ketakutan, matanya merem sampai mengeluarkan air mata.


“Huuu, kakak cepetan ambilnya, takut, hiksss” Arinka nggak bisa diem, tetap mengoyangkan kakinya sehingga Farel kesulitan mengambil ulat itu dikakinya pakai kayu.


“Jangan gerak ” perlahan Farel menjulurkan kayu itu kaki Arinka, dan Yups! dapat! ulat sudah ia tangkap. Farel berjalan agak jauh untuk membuang ulat itu. Sementara Arinka masih ketakutan, takut masih ada ulat lain disekitarnya.


“Aduuhhh, kenapa sih ribut-ribut???” Arif keluar dari tenda


“kaakkaakkk!!” Arinka berlari memeluk Arif sambil menangis.


“Loe kenapa dek??” tanya Arif khawatir.


Farel kembali ke tempat.


“Ehh Rel, loe apain adek gue???” tuduh Arif


“Haahh??? Nggak gue apa-apain kok” Farel heran


“Kok dia sampe nangis???”


“Ulat” lirih Arinka


“Ulaatt... mana?” Arif memeriksa badan adiknya


“Tadi ada ulat di kaki gue, kak Farel bantuin ngambil ulat itu”


“Ya ampun, ya udah sekarang kan udah nggak ada ulatnya. Loe yang tenang” Arif mengelus-elus kepala Arinka


“Rel, sory ya...hehehe... thanks ya udah nolongin adek gue” ucap Arif pada Farel.


Farel tersenyum.


“Lagian loe malem-malem gini ngapain di luar??” tanya Arif ke Arinka


“Nggak bisa tidur” kata Arinka


“Loe???” tanya Arif pada Farel


“Sama”


“Ya udah, sekarang bisa nggak bisa, masuk ke tenda masing-masing daripada kenapa-kenapa lagi, untung aja nggak ada yang bangun”


Arinka mengangguk lalu kembali ke tendanya.


Begitu juga Farel dan Arif.


Di dalam tenda, Arinka melihat teman-temannya masih tertidur pulas.


“Hebat juga mereka, perasaan teriakan gue kenceng tapi nggak ada yang bangun, ckckckck dasar tukang tidur” pikirnya sebelum menarik selimut.


Happy reading guys...


update lagi ya...


jangan lupa like setiap episodenya...


semoga suka....