
Sebelum api unggun di mulai, Arif mengajak Arin ke tempat yang agak sepi.
“Dek, gue belum siap nich” ucap Arif cemas...
“Aduh kak, nggak usah pake nervous gitu. Pas orasi aja loe 45 banget, masa begini nyali loe ciut kak?”
“Itu kan beda dek” Arif mengusap rambut adeknya...
“Loe pasti bisa kak, seemaanggaadd, cemmmuummuudd, fighting” Arin memberikan semangat 45 ke kakaknya.
Semua anak-anak sudah kumpul di sekitar api unggun. Ada dua gitar di dekatnya, milik Arif dan Ogy.
“Nah anak-anak, nyanyi bareng yuk” ajak Arif.
“Ogy, loe ikutin gue ya” lanjutnya pada Ogy. Ogy pun mengangguk
JRRREEEENNGGG,,,,,,,,, (anggap aje suara gitar yee.... ;D)
Menatap indahnya, senyuman di wajahmu.........Arif sudah memulai bernyanyi.
*** (Sorry author pake lagu jadul ya, soalnya nyari lirik lagu kekinian,susah banget masuk ke ceritanya.. ;D)***
“Aduh Rif, ganti lagu donk, yang agak ceria dikit gitu, lagu apa ya????” Ena berpikir, Arif lesu padahal itu sudah jadi rencananya.
“Aahaa, lagu J-Rock yang meraih mimpi aja,cocok sama tema kemah kita” usul Ena.
“Yaelah, gimana mau nembak kalo bawain lagu kayak gini” gerutu Arif lesu
“Haahh loe bilang apa??? Gue nggak denger” kata Ena mendekat ke Arif
“Enggak ada kok” Arif malah salah tingkah didekati Ena.
Akhirnya Arif menggenjreng gitarnya. (bisa terbayang kan guys situasinya, hehehe....:P )
Jrreeenngggg....
Mari berlari, meraih mimpi
Menggapai langit yang tinggi
Jalani hari dengan berani tegaskan suara hati...
Semuanya bernyanyi dengan semangat kecuali Arif. Arinka yang melihat tampang lesu Arif langsung tahu penyebabnya. Bukannya bantuin kakaknya, tapi dia malah pegang perutnya menahan ketawa.
Dia sudah bisa membayangkan bagaimana kesal kakaknya yang rencananya malam ini yang sudah dipersiapkan malah hancur total,parahnya lagi yang bikin gagal adalah si target sendiri.
“Nah anak-anak, sampe disini dulu acara api unggunnya, besok kita juga punya acara lagi ya. Besok malam juga ada acara jurit malam” kata Pak Andrew.
“Apa hubungannya camping OSIS sama jurit malam” Arinn mencubit Ine
“Aduh non, namanya juga camping, nggak seru kalo nggak ada jurit malam! ini nich yang gue tunggu” jawab Ine sambil merangkul Arinn.
“Ya udah, sekarang semua balik ke tenda istirahat” kata Pak Andrew
Arin memasuki tenda dengan perasaan tegang. Mukanya pucat,
“Loe kenapa sich non??muke loe pucet amat” kata Ine yang ada disampingnya.
“Gue takut” ucap Arin gemetar.
“Takut apa???” tanya Ine
“Apa bener besok kita jadi jurit malam???”tanya Arin balik
“Beneran lah. Kan pak Andrew yang bilang.” kata Ine yang membuat Arin menelan ludah.
“Jangan bilang loe takut setan” kata Ine, Arin pun mengangguk.
“Ya ampun bebs, nggak usah takut kali, nggak ada kok makhluk yang begituan. Lagipula ya, di jurit malam tu kita cuma ditakut-takutin doang, itu juga biasanya sama senior. Liat aja besok, Pak Andrew, kak Arif, Kak Ena, kak Trisna, Kak Alfan, Kak Farel pasti nggak ada sama kita soalnya mereka yang nakut-nakutin kita, abisnya sapa lagi yang senior???”
“Laahhh kak Haga??”
“Kak Haga, Kak Mitha, kak Ogy de el el ya pasti sama kita soalnya kan mereka pengurus dan anggota OSIS yang baru” terang Ine
“Ngapain juga pake acara jurit malam segala??” Arin masih protes
“Ya kan nanti di jurit malam, mereka pasti dikasi tugas khusus dari OSIS senior. Gue kan udah bilang yang nakutin itu ya senior kita sendiri.” Ine mencoba menyakinkan
“Ya tetep aja mereka serem kalo pake kostum hantu”
“Aduh Arinka sayang, tenang aja, kan ada kita-kita. Lagian kan ada abang-abang loe juga” ucap Ine
“Aadduuhhh...au ach gelap” Arinka menutupi seluruh tubuhnya dari kaki sampai kepala dengan selimut.
“Emank gelap, udah kita tidur aja gih!!” kata Ine yang mengikuti Arinka pakai selimut.
happy reading ya guys...
semoga semua suka dengan cerita ini ya,,,
ditunggu like dan komennya...
ini cerita pertama author...