MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 2. #RUMAH



Hooaaammmm...,Arinka bangun  dan “Haaa??? gue dimana nich???” Arinka celingukan melihat yang ada disekelilingnya dan "Oohhh...”, semenit kemudian baru menyadari kalau sekarang dia sudah ada Di lombok dan sekarang ada di kamar barunya.


"Tapi eehhh, kamarnya kok rapi banget ya?? siapa yang rapiin? Mungkin bener juga kata bunda kakak-kakak gue emang udah nyiepin semuanya buat gue.batin Arinka


Arinka melihat semua penjuru kamar barunya dan melihat ada bungkusan merah di meja belajarnya.


“Apaan nich? Perasaan gue nggak bawa bungkusan begini dari Jogja” gumamnya. ketika akan membuka bungkusan merah itu tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.


“Udah bangun ya dek???kita makan malem dulu yuk” ternyata bundanya yang buka pintu dan langsung merangkul Arinka. Arinka mengangguk dan mengikuti bundanya.


“Taaaa....daaaaa.... welcome to Lombok, Welcome to home, sweet home, toooeettt tooeetttt” teriak Arif dan Haga sambil meniup terompet dari bawah tangga menyambut adiknya.


“Hhuuwwaaa kaaaakkkaaaakkkkk....” Arinka lari turun tangga dan langsung memeluk kedua kakaknya.


“Gue kangen banget sama kakak” Arinka meluk Arif


“Sama gue enggak?” sempal Haga.


“Enggak!!!! Hehehehe...ya kangen lah” Arinka nyengir kuda sambil peluk Haga juga.


“Ya udah, makan dulu yuk!”ajak Bunda Atika melihat ketiga anaknya yang melepas kangen dan langsung dapat anggukan yang serempak dari ketiga anaknya.


Selesei makan malam Bunda Atika, Papa Fathur , Arif, Haga,dan Arinka duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Ayuni yang asyik bercanda dan melepas kangen dengan kedua kakaknya tiba-tiba teringat sesuatu.


“Buundaa... dikamarku tadi ada bungkusan warna merah, itu punya siapa???? Tanyanya sambil menoleh Bundanya


"Punya loe, gue yang naruh” Haga yang jawab


“Haaa...kok bisa??? Arinka balik noleh Haga sambil melongo


“Ya bisa lahh.. itu perlengkapan loe buat besok” jawab Haga


"Perlengkapan gue apaan??? memang besok ada apa??? Arinka semakin tidak mengerti


“Adduuhh.” Haga dan Arif menepuk jidat mereka


“Gini dek itu perlengkapan loe besok ke sekolah, besok kan hari pertama loe OSPEK di sekolah kita. Loe udah kita daftarin disana biar bisa bareng terus” Arif yang bijaksana ngejelasin ke adeknya


“Kapan gue daftarnya??”Arinka semakin penasaran


“Gue yang daftarin loe. Loe inget waktu 2 minggu lalu ge ke Jogja urus semua surat kelulusan loe, naahh pulang dari sana gue langsung urus pendaftaran loe disini. Eeiittsss itu Bunda sama Papa yang nyuruh” Haga menjelaskan lagi waktu Arinka mau memotong omongannya dia.


“Ya loe liat aja sendiri adekku sayang, disana sudah ada petunjuknya juga ” Haga memang sengaja tidak mau memberitahu adiknya.


“Oke.. trus mulainya kapan??”


“Jamm 06.30 teng sudah harus disana” kali ini Arif yang menjawab


“Haaaa...pagi amat? Terus sekolahnya dimana?? tanya Arinka lagi


“Besok loe sama gue ke sekolahnya, loe kan belum tahu dimana tempatnya”. Celetuk Haga


“Oia ya. Ya udah dech kalo gitu, selamat malam semua” Arinka berdiri kemudian mencium pipi Papa dan Bundanya, sedangkan untuk kedua kakaknya dia memberikan kedua tangan seakan mau tos.


“Mau kemana loe malam-malam gini??”tanya Haga heran melihat tingkah laku adiknya.


“Ya pergi tidur kakakku sayang,kan loe yang bilang jam setengah tujuh teng gue sudah harus disekolah. Loe mau ngeliat gue dihukum hari pertama gara-gara telat bangun” Arinka sewot melihat kakak keduanya


Haga hanya mengangguk membenarkan ucapan adiknya. Arinka kemudian lari ke kamarnya. Lama dia menatap kamarnya, bagus, rapi, catnya bagus, bonekanya kesayangan sudah ditata teratur, tapi dia merasa masih ada yang kurang. Arinka lalu keluar kamar dan turun menemui Bundanya.


“Bunndaaa” teriak Arinka lari turunin tangga.


"Bunda besok kita belanja yaa... soalnya kamarku masih kurang……...”


“Atribut boyband korea...” jawab Arif dan Haga serempak.


Mereka memang tahu betul kesukaan adik bungsunya ini walaupun mereka jarang bertemu.


“Loe tenang aja, gue udah urus semua tapi kita rombak kamar loe lusa aja yach, nggak apa-apa kan???” Arif melirik adeknya karena dia emang udah punya rencana sendiri untuk urusan yang satu ini.


“Hehhehe, thanks ya kak” Arinka Cuma bisa senyum simpul dan kembali ke kamarnya. Dia tidak menyangka kalau kakak-kakaknya sudah mempersiapkan semua kebutuhannya.


Bunda Atika cuma bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku ketiga anaknya. sedangkan Papa Fathur senang melihat anak bungsunya tidak sedih lagi seperti waktu meninggalkan Jogja tadi pagi.


Maaf ya readers,kalau ada yang thypo...


ini tulisan pertama saya....


Arinka dan Arin itu satu orang ya guys....