
Ely meletakkan kembali hapenya di atas meja setelah membaca chat terakhir dari Arinka yang curhat tentang ketakutannya dengan jurit malam.
“Siapa???” tanya Yugha yang duduk didepannya, seraya meletakkan sendok dan garpunya saling menyilang.
Mereka berdua sedang makan malam di sebuah restoran di salah satu mall.
“Arinka, tadi dia yang WA”jawab Ely
“Ohh...”
Ely hanya mengangguk
“Ngapain Arinka chat kamu? Ngatur jadwal privat Kimia?”tanya Yugha
Jiiiaahhhh.... ini malam minggu bisa kali ya nggak usah membahas sesuatu yang berhubungan dengan pelajaran? Rambut aku bisa keriting disco nich kalo terus-terusin ngomongin pelajaran”
Yugha tertawa mendengar jawaban Ely tadi.
“Habisnya....tadi sore katamu, kamu nyogok Arinka buat diajarin Kimia..”
“Haalloooo.... Aku kan berpegang samakata-katamu tadi soreee...”
“Kata-kataku???” Yugha mengerutkan alisnya
“Kata-kataku yang mana?”tanya Yugha lagi
“Kata-kata kamu yang mau ngajarin aku kimia”jawab Ely
“Cuma kimia ajah nich?” Yugha menggoda Ely
“Sekalian dech kalo gitu, sama Fisika, Biologi, Matematika juga dech...”
“Naahh sekarang kamu malah yang tidak berpegang sama kata-katamu
tadi”
“Kata-kataku yang maaannnaaa?? Yang speseifik dong. Kan aku tadi udah mengucapkan begitu banyak kata. Gini-gini aku Miss kata lhoo...”
Yugha tertawa kembali mendengar ucapan Ely. Apalagi melihat ekspresi Ely yang begitu menggebu-gebu.
“Katanya tadi kalo malam minggu kamu nggak mau ngomongin masalah pelajaran...”
“Emang tadi aku ngomongin pelajaran???”
“Lhaa... Matematika, Fisika, Kimia, Biologi...” kata Yugha sambil menghitung jarinya
“Ituu.. bukan hanya sekedar pelajaran kak...” sahut Ely sambil mengacung-acungkan garpunya.
Yugha menatap Ely dengan alis sedikit terangkat
“Ituuu...adalah...sesuatu yang harus kita kuasai untuk meraih masa depan dan mencapai cita-cita kita...”
Tawa Yugha langsung meledak mendengar jawaban Ely tadi
“Kamu memang Misskata yaaa...”
“Woh iya dong!!! Orang tiap hari aku nelan kamus kok buat sarapan...” jawab Ely
Yugha menggeleng-gelengkan kepala. Dari tadi sepertinya dia tidak pernah berhenti tersenyum, bahkan dia selalu tertawa. Sudah satu jam lebih mereka mereka berdua, tapi bagi Yugha waktu terasa berlalu begitu cepat. Karena dia melaluinya bersama seseorang yang begitu menyenangkan. Yang selalu bisa melontarkan kalimat-kalimat kocak. Yang lebih menarik bagi Yugha, seringkali Ely mengucapkan kalimat-kalimat yang begitu lucu itu dengan ekspresi wajah serius.
Namun demikian, tak jarang Ely tersenyum atau tertawa kecil begitu melihat Yugha tertawa mendengar kata-kata Ely. Dan senyuman Ely membuatnya terlihat lebih manis dimata Yugha.
“Intinya kak Yugha....” ucap ely tiba-tiba
“Apa??”
“Lho... kamu gimana sich? Soal bahwa kamu berpegang pada kata-kataku???”
“Hmm.... nggak jadi deh.... ntar malah jadi ngomongin pelajaran lagi...”
“Ya udah dech kalo gitu. Udah selesei makannya???”
“Belum, piringnya masih nyisa”
“Emang kamu mau makan juga??” Yugha heran lagi
“Nggak lah tapi mau aku bawa ke pegadaian, lumayan buat nambah ongkos road show sama promo album”
Sontak saja tawa Yugha kembali meledak. “Kok ke pegadaian sich???”
“Lha kalo aku gadaikan ke rentenir akan berlawanan dengan asas koperasi...”
Yugha terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepala
“Ya udah deh...yuukkk!!!!!” kata Yugha sambil berdiri.
Ely mengemasi tasnya, dan ikut berdiri mengikuti Yugha.
“Mau kemana lagi nich sekarang??” tanya Yugha saat mereka berjalan menyusuri deretan outlet di dalam mall itu. Restoran tempat mereka makan tadi memang berada di dalam salah satu mall terkenal.
“Terserah dech...” kata Ely dengan santai seraya membenahi letak tas di pundaknya, sambil berjalan santai disebelah Yugha.
“Mau nonton??” tanya Yugha ke arah Ely
“Nggak ah...udah kemaleman” jawab Ely sambil melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya.
“Ya nggal apa-apa....ada aku yang nganterin, aku orangnya bertanggung jawab kok...” jawab Yugha
“Bertanggung jawab juga kalo diinterogasi mama kenapa aku baru balik pas tukang ngeronda udah mau pada keliling??”
“Astaga...nggak sampe malem gitu kali El.... tapi ya pastilah aku bertanggung jawab kalo ditanya-tanya sama Mama
kamu” Yugha tidak menyangka dengan jawaban Ely
“Iya, kamu yang jawab, aku yang nanggung...” jawab Ely sambil melengos
Yugha tertawa kecil, dan refleks mengacak-acak puncak kepala Ely.
Ely tercekat, Yugha tersadar dan menarik tangannya dengan wajah memerah.
“Uuppss... sorry...”kata Yugha perlahan. Menunduk, tapi melirik ke arah Ely.
Ely hanya menggeleng kecil.
“Nggak apa-apa” sahut Ely perlahan
Ciieee...cciieee....
ada yang udah pergi berdua...
Happy reading ya guys....
jangan lupa like setiap episodenya...
mau dikomen juga boleh....
Terima kasih.....