
Arinka membasuh mukanya di toilet sekolah. Dia merasa gerah dan jengah dengan apa yang terjadi hari ini. Berharap dengan mencuci mukanya dapat meredakan sedikit emosinya.
Ketika akan keluar, dia mendengar beberapa orang akan masuk ke toilet, tapi dia juga mendengar namanya juga disebut oleh cewek-cewek itu. Akhirnya Arinka masuk ke salah satu bilik toilet, ketika cewek-cewek itu masuk ke dalam toilet.
“Kalian lihat nggak kejadian tadi pagi?” Kata ceorang cewek. Arinka tetap mendengarkan dari biliknya.
“Iya lihat, Arinka diam-diam ada tampang pelakor juga ya ternyata.” Kata cewek yang lain.
“Tapi kenapa dia bilang nggak pernah deketin kak Farel?” jawab cewek yang lain.
“Ya gimana mau bilang deketin duluan, secara dia yang ngerebut kak Farel dari Kak Ega. Loe tau sendiri kan gimana kak Ega ngejer-ngejer kak Farel dan selalu bilang kalo kak Farel itu cowoknya.” Kata cewek yang pertama.
“Tapi kan Kak Farel nggak pernah bilang kalau kak Ega itu ceweknya. Dia juga nggak pernah mau ngomong sama cewek yang lain, kalau nggak penting.”jawab cewek yang ketiga tadi.
“Nah iya benar juga, tapi kalau diperhatiin, kak Farel emang lebih biasa aja sih kalau lagi sama Arinka.”kata cewek yang kedua
“Ya gimana nggak biasa sikap kak Farel, Arinka kan adik sahabatnya.” Jawab cewek yang pertama.
“Iya juga ya, tapi gosipnya nih waktu kemah kemaren kak Farel tuh deket banget sama Arinka. Bahkan sampai gandeng tangan Arinka. Ada tuh fotonya kesebar di grup.” Kata cewek kedua lagi. Arinka yang mendengarkan dari bilik toilet kaget, karena dia sama sekali tidak tahu tentang kabar ini.
“Karena foto itu juga kak Ega makin gedek sama si Arinka, pelakor kan jadinya tu anak” kata cewek pertama. Arinka ingin menangis dituduh seperti itu. Dia menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar.
“Tapi kan seperti yang loe bilang, kak Farel bisa aja anggap dia adik sahabatnya kan.” Kata cewek yang ketiga lagi.
“Bisa jadi menurut kak Farel aja, menurut tu cewek kan beda. Makanya dia makin keganjenan sama kak Farel.”kata cewek yang kedua.
“Justru karena dia adiknya Kak Arif dan Kak Haga, makanya dia bisa deketin semua cowok keren disekolah ini.buktinya kemaren dia juga deketin kak Yugha kan.” Lanjut cewek kedua.
“Ih masak sih, Arinka kayak gitu. Kelihatannya dia baik kok.” Kata cewek yang ketiga.
“Haaallaaahhh loe itu Cuma liat tampang lugu aja sich. Coba loe pikirin deh, dia itu adiknya Kak Haga dan Kak Arif. Mereka berdua itu cowok yang paling diseganin di sekolah ini. Dua-duanya jadi ketua OSIS, pasti Arinka akan selalu dilindungin sama mereka. Arinka mau ngapain aja ya nggak masalah buat dia. Dia itu cuma bisa manfaatin kakak-kakaknya aja. Bersembunyi di balik kedua kakaknya.” Kata cewek pertama.
Arinka makin terkejut mendengarnya, dia tak menyangka kedua kakaknya juga dilibatkan dalam hal ini. Dia menjadi merasa bersalah terhadap kedua kakaknya.
“Loe lihat nggak tadi, dia berani bilang nggak peduli sama Kak Farel, bilang kak Farel nggak guna juga. Cuman dia yang berani yang ngomong gitu, ya karena ada kakaknya lah....bisa aja nanti kakaknya yang ngurusin kalau ada apa-apa.” Kata cewek kedua lagi.
“Nah bener tuh. Apalagi sama kak Ega, loe tau kan kita cewek-cewek satu sekolah nggak ada yang berani lawan kak Ega. Tapi cuman dia yang bisa bikin kak Ega dan Kak Fitri diskor waktu OSPEK kemaren, itu juga karena dia dibantu sama Kak Arif dan Kak Haga. Jadi nggak heran kan kalo Kak Ega nggak suka sama itu cewek. Termasuk gue !” kata cewek yang pertama.
Arinka makin terdiam mendengarkan pembicaraan ketiga cewek diluar. Dia tidak menyangka pemikiran-pemikiran orang selama ini berbeda terhadapnya. Mereka baik didepannya karena takut dengan kedua kakaknya. Dia juga tidak menyangka karena dia kedua kakaknya harus dijelek-jelekkan juga.
Arinka keluar dari bilik toilet setelah mendengar ketiganya keluar. Dia kemudian membasuh mukanya lagi agar tidak terlihat menangis.
Arinka kembali ke kelasnya, dan hanya terdiam sampai kelas usai. Kedua sahabatnya bingung yang melihat Arinka yang tiba-tiba diam. Tapi mereka belum berani bertanya, menunggu Arinka tenang dulu seperti kesepakatan mereka tadi.
“Kak!” panggil Arinka dari luar kelas. Farel celingukan, tapi tidak ada orang lain selain dia di kelas itu.
Farel menunjuk dirinya sendiri, “Gue??”.
Arinka mengangguk. Farel menghampiri Arinka
“apa??”
“Gue mau minta maaf soal yang tadi, Sorry..”
“Loe nggak salah apa-apa kok ke gue”jawab Farel
“Menurut gue kata-kata gue tadi salah ke loe, dan gue cuma mau minta maaf aja ke loe! Itu aja yang mau gue bilang, gue pulang dulu ya kak!”
Baru saja Arinka melangkah, Farel memanggilnya, “hei” panggil Farel pelan.
Arinka menoleh “Ya, kenapa?”
“Loe pulang sama siapa? Gue yang antar pulang!” kata Farel
“Dia pulang sama gue!” tiba-tiba saja Yugha mendekati mereka
Farel mengangguk pelan. Dia tahu kalau belakangan ini Yugha juga dekat dengan Arinka.
“Gue nggak tahu apa yang ada dipikiran loe sekarang. Ely dan Ine khawatir lihat loe tadi cuma diem di dalam kelas. Kita nggak akan nanya apa-apa ke loe, kalau loe memang belum siap cerita. Tapi yang harus loe tahu, apapun itu. Kira semua akan dukung loe” ucap Yugha ketika mereka jalan di koridor sekolah.
Arinka mengangguk pelan.
“Inget loe juga adek gue” Yugha mengacak rambut Arinka, Arinka hanya tersenyum.
Sementara itu di kejauhan Farel yang berniat untuk mengejar Arinka, melihat perlakuan Yugha ke Arinka. Farel langsung berhenti dan terdiam.
Maaf ya guys...
Lama updatenya...
Soalnya gue lagi mau tes, jadi banyak belajar dulu...
Happy Reading ya guys...
Jangan lupa like dan komennya di setiap episode....