
Farel menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya....
Baru kali ini menghayati sebuah lagu dengan gitarnya...
Sesekali dia tersenyum....
"Akhirnya kita bertemu dan dapat kulihat senyuman itu." katanya dalam hati dan melanjutkan permainan gitarnya.
***********
"Hey..,baru dateng? Pagi kak...." sapa Ine yang bertemu Arin dan Haga diparkiran.
"Iya, gue baru aja nyampe. Kak gue bareng Ine ya."pamit Arin dan mendapat anggukan gratis dari Haga.
"Bebs hari ini pengumuman teman sekelas kita yang valid. Mudah-mudahan aja kita bertiga sekelas ya? udah dua minggu bareng terus harus pisah, duuhh...nggak mau dech gue." komentar Ine
"Iya, gue juga pengennya begg....."
"Arrrriiiinnnkkkaaa, Iinnneeeeeeeeee!!!" teriakan Ely membuat Arin dan Ine menoleh. Ely berlari menghampiri kedua sohibnya dengan gembira dan langsung memeluk mereka berdua
"Loe kenapa sich?" kaya Arin dan Ine bersamaan
"Guee seeneeng bangeeeeetttttt.....kita bertiga sekelas." jawab Ely
"Alhamdulillah...." Ine ucap syukur
"Sesuatu dech... Bagus donk kalo gitu" Arin menyambung Ine
"Ho oh gue juga bersyukur, sampe-sampe gue pengen kayak yang dibilang ustad yang diTV tu pengen nyembelih sapi buat bersyukur"
"Lebay loe El" jawab Ine
"Yee.... beneran kan kata itu ustad"
"Emang ustad yang mana??" tanya Arin
"Ustad Soimah"
"Haaaahhhhh?? Siapa tuh??? Ine terkejut
"Kalian ini ya... Itu lhhooo yang pernah digosipin Syahrini tapi malah nikah sama artis lain. Ustad itu maksud gue"
"Itu Ustad Soooolllmeeedddd" teriak Ine dan Arin yang langsung memberikan jitakan gratis untuk Ely.
Aktifitas sekolah baru berjalan dua minggu tapi ketiga cewek ini langsung akrab dan menjadi sahabat.
Asyik berjalan bersama menuju kelas yang baru tiba-tiba....
Buuggghhh….
Arin terjatuh, didorong sich tepatnya…
“Apaan sich ni??” Arin bangun setelah tahu siapa yang sengaja menabraknya.
“Heehh loe anak baru, jangan belagu ya loe selama disini! Jangan mentang-mentang ada kakak loe disini terus loe bisa ngerasa Berjaya.” Bentak Ega dan Fitri ada disebelahnya.
“Yeee…gak ada hubungannya gue sekolah disini sama kakak gue. Emang apa salah gue sama loe???”
“Pake nanya lagi loe, gara-gara loe gue diskors seminggu.”
“Kok gara-gara gue?? Kan loe yang emang salah, mana gue tau….” Arin tidak terima.
“Ngelawan lagi loe ma gue!!!,” Ega mengangkat tangannya mau menampar Arin
mereka yang sempat melihat kejadian.
“Gue cuma ada urusan sama anak ini, bukan sama loe !” tunjuk Ega
“Tapi nggak sampe segitunya juga, pagi buta loe udah mau bikin ulah” balas Anda
“Haalllaaahhhh udah dech, bukan urusan loe” bentak Ega
“Emang…, dan bukan urusan gue juga kalo sampai Arif dan Haga murka lagi sama loe. Dan bukan urusan gue juga kalo sampe loe diskors lagi.” jawab Anda santai
“Huuhhhh…..” Ega menghentakkan kakinya dan langsung pergi.
“Loe nggak apa-apa kan?” Tanya Farel dan langsung pergi ke kelasnya
“Gak aapaa aap……ppaaa” Arin melongo yang belum selesei jawab tapi sudah ditinggal pergi
“Belum dijawab udah maen pergi ajah, kalo gitu ngapain nanya?” gerutu Arin.
“Aaaiihhhh....kak Anda hebat dech, makasih ya” Ely tepuk tangan kegirangan
“Aahhhh biasa aja kok” Anda senyum
“Makasi ya kak udah bantuin gue” kata Arin
“Sama-sama, lagian loe kan adek sohib gue. Jadi ya udah kayak adek gue sendiri”
“Pagi-pagi loe udah jadi pahlawan kak” Ely memberikan dua jempol ke Anda
“Jiiiaaaahhhhhhh…gak salah sebut loe El??pahlawan dari mana???dari hongkong??” tiba-tiba Ine sensi
“Emank gue pahlawan, bilang aja loe ngiri?” timpal Anda
“Huuuwweeekkkk…..Pahlawan kesiangan loe, nggak ada tampang loe jadi pahlawan. Pahlawan devisa baru loe cocok” Ayuni dan Ely kaget dengan kata-kata Ine ke Anda.
“Hahahhahaha….Kan loe yang jadi tekong gue” balas Anda
“Ooohhh bagus…gue kirim loe ke Zimbabwe”.
“Hahahhaa….bilang aja loe sirik ma gue, ato jangan-jangan loe naksir ma gue??”
“Iidddiiiccchhhh….nakjis jojing gue. Lama-lama gerah juga disini, makin eneg gue apalagi katanya ada yang ngaku pahlawan…pahlawan pasukan kuning” Kata Ine sambil jalan ke kelasnya
Arinka dan Ely berhasil jadi penonton setia melihat pertengkaran Ine dan Anda
“Heeeehhh loe berdua mau jadi patung disitu ato ikut gue ke kelas???” toleh Ine ke kedua sohibnya
Arinka dan Ely langsung berlari mengejar Ine. Tapi sebelum itu Arinka sempat menoleh Anda dan mengucap terima kasih yang dibalas dengan senyuman plus anggukan.
“Hehehehe ternyata dia masih seperti yang dulu” gumam Anda sambil berjalan ke kelasnya
“Masih manis” batin Anda sambil tersenyum.
masih tetap ditunggu like, komen, favorit dan vote ya reader....
maafkan kalau masih ada thypo...
untuk kode baca kadang author merasa perlu ada penekanan tertentu di bab ini.
happy reading guys...
semoga suka dengan karya pertamaku ini...