MY CRAZY LOVELY

MY CRAZY LOVELY
Episode 42 #Papa dan Bunda



@Dirumah


Arinka masih terdiam. Saat makan malam ,kedua orang tuanya dan kakaknya bingung melihat sikapnya.


“Dek, kok nasinya nggak dimakan?”Kata Haga.


“Nggak apa-apa, lagi nggak nafsu” jawabnya lesu


“Lauknya nggak enak ya sayang? Bukannya ini semua kesukaan kamu?” tanya Bundanya.


“Nggak kok Bun, Enak kok, Masakan Bunda itu selalu nomor satu” jawab Arinka sambil memberikan dua jempolnya.


“Terus kenapa diam aja dek? Dari tadi pulang sekolah kakak perhatiin kamu selalu diam. Kamu sakit?” Arif langsung mendekati adiknya dan memeriksa kening Arinka.


“Gue nggak apa-apa kak, beneran.” Arinka berusaha menyakinkan kembali. Dia tidak ingin orang tua dan kakaknya mengetahui apa yang dipikirkan sekarang.


“Ya udah lanjutin makannya kalau begitu.”  Ucap Papa Fathur.


Mereka melanjutkan makan malam. Arinka masih saja terdiam dan membuat semua orang memperhatikannya,ketika Bunda Atika ingin bertanya lagi, Papa Fathur memberikan isyarat gelengan kepada istrinya yang membuat Bunda Atika tidak jadi bertanya.


 


 


Arinka duduk di teras depan rumahnya. Dia masih memikirkan tentang kejadian tadi di sekolah. Dia masih memikirkan kata-kata cewek yang tadi tentang kakaknya. Yang menjadi pikirannya bukan perbuatan Ega dan kawan-kawannya terhadap dirinya, tapi menjadi berat di hatinya adalah kedua kakaknya harus terlibat di masalahnya kali ini.


Ketika dia duduk diteras, tiba-tiba semua sahabat dari kedua kakaknya datang. Malam ini memang akan berkumpul dirumahnya. Mereka semua datang  dan menyapa Arinka.


“Loe lagi ngapain disini?” Tanya Yugha ketika akan masuk rumah dan melihat Arinka sedang duduk.


“Gue lagi pengen disini aja kak” jawab Arinka


“Loe masih  nggak mau cerita? Ya paling nggak sama Ely atau Ine” ucap Yugha sambil duduk di dekat Arinka


“Nggak ada yang harus gue ceritain kak” jawab Arinka lagi.


“Oke, gue Cuma mau ingetin lagi kalau Ely dan Ine khawatir sama loe”


“Iya kak”


Farel baru saja datang dan melihat Arinka dan Yugha sedang duduk bersama.


“Loe baru datang sob?” sapa Yugha


“Iya, tadi macet dijalan” jawab Farel sambil melirik Arinka, Arinka menunduk ketika menyadari Farel meliriknya.


“Ya udah, yok kita masuk” ajak Yugha dan mengusap puncak rambut Arinka.


Farel hanya diam saja melihat sikap Yugha  ke Arinka.


 


Lama sekali Arinka duduk sendiri di teras hingga akhirnya dia masuk menemui kedua orang tuanya di ruang keluarga yang sedang menonton TV.


“Papa….Bunda” Arinka duduk di dekat orang tuanya. Papa Fathur dan Bunda Atika hanya menoleh sebentar kemudian melanjutkan nonton TV lagi.


“Arin boleh pindah sekolah nggak?” Arinka memberanikan diri.


“Haaaahhh…..”  Bunda Atika terkejut kemudian langsung mematikan TV dan merubah posisinya menghadap Arinka.


“Satu-satu Bun,mana bisa dijawab kalo semua gitu” Papa Fathur menimpali


“Ya kaget aja Pah, kenapa tiba-tiba Arin minta pindah?” jawab Bunda Atika


“Kaget sih kaget Bun, tapi jangan sampai anak kita bingung sama pertanyaan Bunda yang banyak itu?”


“Iya deh Pah, maafin Bunda kalo gitu”


“Loh, kok gini sih? Papa sama Bunda denger Arin nggak sich?” Arin menyela perdebatan kedua orang tuanya.


Kedua orang tuanya langsung kembali memperhatikan Arinka.


“Kenapa Adek mau pindah sekolah?” Papa Fathur mulai bicara


“Yaaaa, nggak kenapa-kenapa Pah?” Jawab Arinka


“Papa tidak mau ada jawaban itu. Berikan Papa alasan yang jelas untuk mengizinkan adek pindah sekolah!” Kata Papa Fathur yang mendapat anggukan dari Bunda Atika


“Apa Arin udah bertengkar di sekolah? Atau di bully?” lanjut Bunda Atika


Arin terdiam sebentar, kemudian dengan berat hati menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar bingung dengan alasan yang akan diberikan ke orang tuanya.


“Terus kenapa mau pindah” tanya Papa Fathur lagi


“Arin nggak mau bikin kakak repot aja, gara-gara ngurus Arin” Arinka menjawab sambil menunduk


“Memang selama ini Abang-abangnya Adek selalu ngerasa di repotin? Atau jangan-jangan selama ini mereka nggak pernah perhatiin Adek di sekolah?” Bunda Atika langsung menimpali


“Enggak kok Bun.... Abang baik kok, perhatian terus sama Adek.”jawab Arinka cepat. Ia tidak ingin orang tuanya salah paham terhadap kakaknya.


“Arin cuma mau Mandiri aja  Pah, Bun..” jawab Arinka lagi.


“Boleh ya?” pinta Arinka


“Untuk saat ini, Papa belum bisa kasi keputusan. Karena menurut Papa alasan Arin masih kurang tepat. Papa senang Arin mau belajar mandiri, tetapi bukan berarti harus pisah sekolah dengan kakak-kakak Arin. Dan bukan berarti Arin harus lepas dari pengawasan mereka. Bagaimanapun juga mereka yang bertanggung jawab terhadap Arin selain Papa dan Bunda. Iya kan Bun?” Jelas Papa Fathur melirik Bunda Atika kemudian mengganggukkan kepalanya seakan memberi kode ke istrinya.


“Iya, Bunda setuju sama kata Papa. Nggak mudah untuk pindah sekolah  itu sayang, karena Arin pasti akan harus memulai semua dari awal lagi. Papa sama Bunda nggak masalah tentang biaya, tapi rasa aman dan nyaman Arin di sekolah, itu yang paling penting buat Papa dan Bunda. Kalau memang ada yang jahat atau menyakiti Arin disekolah,kasitau aja Papa dan Bunda,kami pasti akan langsung pindahkan Arin, tapi kalau alasan Arin seperti tadi. Tolong dipikirkan lagi ya sayang.” Bunda Atika memeluk putri bungsunya memebrikan ketenangan. Kemudian meninggalkan suami dan anaknya di ruang keluarga.


Maaf ya Guys, lama nggak update, soalnya banyak banget deadline author di bidang lain.


Semoga tetap suka ya....


*Jangan Lupa tinggalkan like di setiap episode...**Sebagai bonus karena gue lama hilang..*


Gue kasi cast Papa Fathur sama Bunda Atika...


Semoga suka.....



Fathurrahman Saputra (Papa Fathur)



Atika Rahma Darmawan (Bunda Atika)